
Nick terus melajukan motor nya sambil sesekali memegang tangan Queen lembut, Akhirnya mereka tiba di sebuah resort. Nick memarkirkan motornya, kemudian menarik tangan Queen berjalan di pinggiran pantai.
"Kamu suka pantai? Nick bertanya sambil terus berjalan dipinggiran pantai.
"Yah aku suka, dulu sewaktu kecil orang tuaku selalu membawa ku ke pantai, kami menghabiskan waktu bersama dipinggir laut." Queen berhenti sejenak memandang ke arah lautan yang terbentang luas, deburan ombak membasahi sepatu mereka.
"Rasanya aku ingin main air." Terlintas senyum manis dibibirnya. Queen membuka sepatunya, menepikan nya di pasir, Nick juga melakukan hal yang sama. Mereka berdua berjalan kembali sambil sesekali bermain dengan air yang dibawa ombak. Tiba-tiba Nick memercikan air ke tubuh Queen.
"Hey Nick apaan sih. " Queen membalas dengan menyiram Nick lalu Nick membalas Queen, Queen terus berlari menghindari Nick tentu saja Nick mengejarnya. Mereka berdua tertawa riang layaknya sepasang kekasih. Malam itu adalah malam yang indah bagi mereka berdua. Nick terus mengejar Queen hingga akhirnya tangan Queen diraih Nick, membawa tubuh Queen kedalam pelukannya. Queen tidak menolak bahkan mulai menikmati hangatnya pelukan Nick.Nick semakin erat memeluk Queen, hingga dia kembali merasakan detakan jantung Queen yang seirama dengan detakan jantungnya. Akhirnya Nick melepas pelukannya, meraih tangan Queen.
"Queen, mungkin ini terlalu cepat tapi hanya dalam beberapa hari ini aku tak bisa menahannya lagi, sungguh aku selalu teringat dirimu dimanapun, saat apapun, siang dan malam aku selalu terbayang wajahmu, jantungku selalu berdetak jika bersamamu. Jika ini cinta maka yah aku jatuh cinta, Queen maukah kau menjadi kekasihku?"
Queen terdiam menatap pria tampan dihadapannya. Takdir selalu mempertemukan mereka namun apakah ini benar dan bukan mimpi. Seakan Nick tahu yang dipikirkan Queen.
"Queen aku sungguh-sungguh mencintaimu dan ini bukanlah mimpi."
"Hmmm... aku rasa ini terlalu cepat"
"Aku gak mau pria lain mendahului aku karena aku yakin kau merasakan hal yang sama denganku."
"Aku.... aku juga menyukaimu tapi biarkan aku benar2 merasakan ini benar-benar cinta karena aku merasa ini terlalu cepat. "
"Terimakasih Queen." Aku akan berusaha terus meyakinkan mu bahwa kau juga mencintai ku. "
Nick mencium tangan Queen lembut dan kembali memeluknya erat. Angin berhembus semakin kencang, awan mendung semakin gelap, hujanpun turun membasahi bumi malam ini, sepasang kekasih yang baru jadian ini pun berhambur lari ke dalam resort. Karena sudah begitu larut maka mereka memutuskan untuk nginap di resort itu. Queen menelpon bik Inah yang sudah pasti mengkhawatirkannya. Akhirnya mereka masuk ke dalam kamar resort. Baju mereka basah dan harus diganti. Untungnya di resort itu ada toko pakaian jadi mereka bisa membeli keperluan mereka berdua.
"Gantilah bajumu dulu sayang, nanti masuk angin."
"Baiklah." Queen masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya, sekalian berganti baju. Setelah beberapa menit Queen keluar dari kamar mandi dengan baju santai sedangkan rambutnya dililit handuk , nampaklah lehernya yang jenjang dan putih mulus itu membuat mata Nick tak berkedip memandang Queen.
__ADS_1
"Ada apa Nick? ada yang salah dengan diriku? "
"Oh tidak sayang, hanya saja kau begitu cantik sehingga aku begitu terpesona. "
"Oh sudahlah kau selalu saja merayu, apakah kau menunggu bajumu kering dibadan hmm? " Queen tersenyum tipis.
"Terimakasih sayang... "
"Untuk apa? "
"Untuk senyum itu. "
Queen kembali tersenyum sambil mengeringkan rambutnya yang basah sementara Nick segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak makan waktu lama Nick keluar dari kamar mandi dengan celana pendek dan kaos oblong yang ngepas ditubuh nya sehingga tubuh atletisnya terlihat begitu sempurna dan Queen meliriknya dari cermin, Queen benar-benar terkesima melihat tubuh Nick yang samgat ideal.
"Ehem... sudah puas ngeliatku dari cermin hmm... kenapa gak liat langsung aja." Nick mendekati Queen membuat Queen salah tingkah dan pipinya memerah. Nick mengambil sisir dari tangan Queen.
"Aku juga mau sisiran, walau mau tidur setidakmya aku harus merapikan rambutku biar semakin membuatmu terpesona."
"Aku sudah memesan makanan mungkin sebentar lagi datang." Nick duduk di sofa lalu menyalakan TV.
"Sinilah sayang jangan terus berdiri disana, aku tahu aku ini sangat tampan."
Queen tersenyum, duduk disamping Nick, dia masih sangat asing dengan hubungan ini.
"Maaf ini begitu cepat, aku... "
"Tak ada yang aneh sayang, kamu akan terbiasa dengan hal ini. mari sini mendekat. " Nick menarik tangan Queen untuk duduk di dekatnya. Merangkul tubuh Queen mencium pucuk kepalanya.
"Dengar, aku sangat mencintaimu, jika kamu ingin bukti maka besok aku akan menyuruh mommy untuk melamarmu secara lamgsung., bagaiman?"
__ADS_1
"Apa?!.... Secepat itu? "
"Karena aku benar-benar serius padamu aku ingin memilikimu seutuhnya. "
"Aku rasa biarkan aku mengenalmu terlebih dahulu."
"Hmm... baiklah sayang. Aku akan menunggu untuk itu." Nick merebahkan kepalanya di paha Queen. Tak lama pintu diketuk dari luar.
"Mungkin itu makanan kita, biar aku ambil. Tunggu sebentar. " Nick berjalan ke arah pintu, mengambil pesanan mereka.
"Ini sayang, ayo kita makan aku yakin kamu sangat lapar bukan? '
Mereka berdua makan dengan tanpa suara, sesekali Nick menyuapi Queen, dibalas oleh Queen. Malam itu benar-benar malam yang indah untuki mereka berdua.
"Sayang tidurlah di tempat tidur, biar aku di sofa ini, besok aku akan mengantarmu pulang."
"Tidurlah bersama di tempat tidur biar tidurmu nyaman."
"Kalo aku bersamamu di tempat tidur maka kita tidak akan tidur sayang, apakah kamu mau bergadang semalaman denganku?" Nick terrtawa geli melihat Queen.
Queen mengerti ucapan Nick, langsung pergi meninggalkan Nick di sofa dengan pipi merah merona.
*******
...Sampai sini dulu ya......
...Jangan Lupa Like, Comment dan Vote...
...Luv You all...
__ADS_1
...πππ...