Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
S-2 BAB 120 Serba Salah


__ADS_3

Dev bersama Ziddan juga Maira sedang menikmati makan siang disebuah restoran mewah di ibu kota. Maira begitu sibuk dengan santapan pastanya, maklumlah walaupun daddy nya asli orang Indonesia namun Maira lahir dan besar di London sehingga lidahnya tidak bisa menyentuh masakan Indonesia sementara Dev yang darah blasteran malah doyan makan masakan Indonesia dimanapun dia berada, sedangkan Ziddan apapun dia sikat.


"Sayang, daddy harus segera kembali ke London, kasihan mommy mu harus menghandle dua perusahaan sekaligus mana mommy harus menjalankan praktek dokternya sudah pasti semakin sibuk disana. Daddy sudah dijemput pesawat uncle Nick di bandara".


"Ya daddy.... aku masih kangen". Maira memeluk sang daddy erat.


"Sebentar saja minggu depan daddy akan kembali kemari lagi bersama uncle mu, so jaga dirimu baik-baik". Ziddan mengecup kening sang putri dengan hangat.


"Dev om titip Maira, jaga dia jangan sampe kenapa-kenapa. Selesai pekerjaan ini Maira akan om jemput pulang ke London".


"Baik om, aku akan menjaga Maira dengan baik". Jawab Dev dengan senyum mengembang.


"Aku bisa jaga diri daddy..". Jawab Maira ketus sambil melirik ke arah Dev, karena Ziddan sejak kecil telah memasukan Maira di sekolah karate di London tentu saja Maira bangga akan hal itu.


"Hey jangan ribut melulu, daddy jalan ya sayang". Ziddan memeluk Maira hangat.


"Ohya Dev, mobilmu om pakai dulu, kalian bisa pulang dengan mobil Alex nanti akan om telepon Alex, ok". .

__ADS_1


Dev bangkit dari duduknya lalu memeluk Ziddan."Tidak usah hubungi uncle Alex, asisten ku sedang di jalan arah ke mari sebentar lagi sampai, Hati-hati om".


"Baklah, see you.. ". Ucap Ziddan.


Dev melambaikan tangannya ke arah Ziddan yang sudah mulai menjauh dari mereka menuju parkiran dimana sang asisten sudah menunggu sejak tadi.


****


"Well, apakah kita langsung pulang atau kamu mau berkeliling kota Jakarta?", Tanya Dev memecah keheningan mereka saat kepergian Ziddan.


"Sepertinya kau tidak tulus mengajakku". Jawab Maira dengan wajah yang datar.


"Bisa bayar pakai ini?". Tanya Dev dengan wajah cool nya.


"Bisa tuan, tunggu sebentar saya akan memprosesnya". Jawab pelayan ramah, lalu pergj untuk meninggalkan mereka. Tak butuh waktu lama, pelayan itu kembali dengan struk pembayaran dan menyerahkannya ke Dev beserta black card mikiknya.


"Ini tuan, terimakasih". Ucap pelayan itu ramah dengan senyum yang manis menatap wajah tampan layaknya idol 😊.

__ADS_1


"Terimakasih". Balas Dev singkat tanpa ekspresi.


"Ok, lets go.... ". Dev menarik tangan Maira lembut, tentu saja yang ditarik merasa tidak terima.


"Apaan sih Dev, pake tarik tarik segala". Maira melepaskan tangannya dari pegangan Dev.


"Habisnya kau diam seperti itu, ya sudah aku mau pulang, kalau kau masih mau di sini silahkan". Dev bergegas pergi meninggalkan Maira.


"Eeeh Dev wait... main tinggal aja, kau pikir aku apaan? ". Maira berlari menyusul Dev yang tersenyum smirk. Akhirnya Merekapun sudah berada di dalam mobil, asisten Dev mengemudi mobil dengan sangat hati-hati karena tuannya Dev tidak suka dengan kecepatan bahkan walau dia sedang buru-buru sekalipun baginya setiap detik perjalanan itu harus dinikmati.


****


...Bersambung...


...Happy Jumat, Bless for us.!!...


...Thank you for your support...

__ADS_1


...Love you so much πŸ˜ŠπŸ˜πŸ™...


__ADS_2