
Seminggu sudah berlalu sejak kematian Jade, kini Pramuji sudah bisa menerimanya walau belum ada informasi tentang keberadaan keluarga Jade saat ini namun pencarian terus dilakukan.
Saat ini Pramuji sudah berada di apartemen Jade bersama Robert, dia berkeliling sekitar ruangan. Semua tampak rapi dan bersih. Tak ada apa-apa disana. Lalu Pramuji melihat nonitor kamera cctv nampak disana Jade bersama Robert berjalan ke arah pintu dengan Robert memapah Jade yang lemas namun belum sempat dia melihat detail Robert datang mamanggilnya.
"Tuan Pramuji, tuan." Dengan sedikit berteriak.
"Ada apa Robert, mengapa berteriak? "
Pramuji keluar dari ruang kerja Jade.
"Aku sudah mengumpulkan semua orang-orang kita kini mereka sudah berkumpul di markas. Dan ada yang menelepon sejak tadi tuan." Robert menyerahkan handphone Pramuji yang dititipkannya sebelum dia ke ruangan kerja Jade karena dia ingin tenang tanpa ada yang mengganggu.
"Siapa yang meneleponku? " Pramuji mengambil Handphonenya.
"Oh Dirga... Robert coba kau lihat minitor cctv jika ada yang mencurigakan infokan segera, aku mau menelepon. " Robert masuk ke ruang kerja Jade dengan wajah tegang. Karena saat kematian Jade kamera sudah dimatikannya jadi sudah pasti tidak ada gambar apapun di jam itu.Pramuji bukanlah orang bodoh yang tak akan menyelidiki perihal kematian sahabatnya itu.
"Huff.. hampir saja... jika terlambat sedikit saja, bisa tamat riwayatku saat ini." Batin Robert.
Robert mematikan kamera cctc lalu pergi keluar menyusul Pramuji.
"Apa kau sudah melihat kamera cctvnya hmm...? Tanya Pramuji sambil mencoba menelepon seaeorang.
__ADS_1
"Sudah tuan, tidak ada apa-apa disana."
Mereka berdua masuk ke dalam mobil, Pramuji duduk di belakang sambil terus menelepon akhirnya tersambung.
"Hallo Dirga saudaraku apa kabarmu? Sangat aneh kau meneleponku, pasti ada hal penting hmm? Apa? Baiklah aku akan kesana tapi aku ada pekerjaan penting, setelah aku menyelesaikan semua ini aku janji akan kesana." Pramuji memutuskan sambungan selulernya.
"Robert kita ke markas sekarang. " Titah Pramuji datar.
"Baik tuan." Robert mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju markas Algadra.
****
Semua orang sudah berkumpul disuatu ruangan yang cukup luas, berbaris rapi dengan memakai jas hitam yang hampir sama modelnya. Tampak dikejauhan seorang pria dengan memakai jas warna biru donker memasuki ruangan bersama sang asisten, Pramuji lalu berdiri di hadapan orang-orang tersebut. Saat Pramuji sudah hadir maka secara serempak mereka semua mengucapkan salam sambil menunduk hormat. Lalu Pramuji mulai berbicara dengan wajah yang sangat sedih kepada semua anggotanya yang hadir.
Pramuji memberikan langsung amplop putih kepada semua anggota yang hadir. Semua anggota terlihat sedih lalu salah satu dari mereka berjalan ke arah Pramuji.
"Tuan, jangan kau usir kami tuan, kau adalah keluarga kami, jika kau mengusir kami maka apa jadinya kami nanti? "
"Maafkan aku, aku tidak mengusir kalian, suatu saat kita pasti bertemu kembali dengan situasi berbeda. Pergilah... jika kalian ingin bertemu denganku kalian tahu kemana mencariku."
Dengan langkah yang berat, satu demi satu orang-orang itu membubarkan diri. Kini hanya tinggal Pramuji dan Robert saja. Pramuji duduk di kursi kebesaran sang algadra, tak terasa air matanya menetes. Pramuji mencoba kuat.
__ADS_1
"Robert, hanya kau yang aku percaya saat ini. Tolong teruslah kau cari anak dan isteri tuan Jade. Jika ketemu berikan kepada mereka file ini. Ini ada surat kepemilikan Perusahaan dan beberapa saham serta rumah juga apartemen, untuk mobil ada di parkiran apartemen Jade, di setiap mobil ada surat kepemilikannya. Juga ada beberapa buku tabungan, yang semuanya masih atas nama Jade dan hanya bisa diambil oleh ahli warisnya, itu adalah wasiat dari Jade. Aku mempercayakan ini semua kepadamu. "
"Tapi tuan, bukankah ada anda lalu mengapa harus saya? " Tanya Robert dengan wajah penuh tanda tanya. "
"Aku akan pergi menemui Dirga, mungkin akan lama aku bersamanya karena dia dalam masalah besar saat ini. Aku tak tahu pasti kapan aku bisa fokua mencari keluarga Jade, jadi semua aku serahkan padamu. Tolong rahasiakan mengenai dunia hitam Jade kepada anaknya karena aku yakin dia tak tahu mengenai itu. "
"Baiklah kalau begitu tuan, aku bisa kau andalkan jangan terlalu cemas tuan."
Robert tersenyum seraya menunduk sopan.
"Aku harus pergi sekarang, oh ya tolong simpan topeng ini di apartemen Jade. Jangan sampai hilang. "
Pramuji memberikan topeng Algadra Blue kepada Robert, lalu pergi meninggalkan markas Algadra menuju kediaman Dirga.
Flash Back off
****
...Bersambung......
...Terimakasih atas dukungannya...
__ADS_1
...Love you all ππ...