
Queen sudah berada di ruangannya dengan Pramuji di depannya. Mereka begitu serius membicarakan mengenai serangan waktu itu.
"Uncle sudah sehat? "
"Seperti yang kau lihat, aku sangat sehat dan aku rasa kau malah lebih fresh hari ini."
"Biasa saja uncle, jadi uncle sudah tau hama kecil itu?
"Yah, seorang wanita biasa yang menyewa sekelompok preman amatiran. Dia cemburu padamu karena orang yang dicintainya mencintaimu. Dan ada beberapa alasan lagi sepertinya. "
"Siapa hama ini? "
"Viona. "
"Apa?! benarkah? apakah uncle tidak salah? jadi dia menyukai Luck? tapi aku tidak ada perasaan apa-apa pada Luck. Tapi mengapa ingin membunuh uncle? "
"Jika aku mati kau pasti gampang dihancurkan, mungkin seperti itu kemungkinan isi kepalanya. "
"Hmm.... "
"Satu hal lagi, ada sekelompok orang yang selalu mengikutimu bahkan saat kau di mansion sekalipun. Mereka itu selalu bergantian mengawasi mu. "
"Siapa pula itu uncle, apa aku harus menambah pengawalan atau bagaimamana?
__ADS_1
"Tidak perlu, sepertinya mereka ini ingin melindungimu, makanya uncle tidak menyuruh orang mengikutimu saat kau pergi dengan Nick. "
Queen tiba-tiba tersedak saat nama Nick disebut.
"Uhuuk huk huk....
Queen langsung meminum air yang ada di dekatnya.
"Tenanglah aku hanya menyebut namanya saja."
" Apa maksud uncle. "
"Yah kemungkinan mereka itu orang suruhan Nick yang ingin melindungi mu lebih tepatnya melindungi kekasihnya...
dan mata-mata kita melihat orang-orang itu memberi hormat saat Nick mengantarmu pulang ke mansion, kekasih apa calon isteri ya? "
"Baiklah uncle lanjutkanlah kerjaan uncle aku rasa uncle pasti sibuk.... aku mau ke... " Belum sempat menyelesaikan ucapannya langsung disambung oleh Pramuji.
"Ke Resto XX untuk menemui kekasihmu hmm.... atau calon suamimu. " Sambil terkekeh geli.
"Uncle mengapa kau memata-mataiku? "
"Tidak nona, tidak.... Nick yang menelpon ku tadi pagi, dia meminta ijin padaku. "
__ADS_1
"Hmm.... baiklah aku pergi dulu uncle."
Queen pergi meninggalkan Pramuji menuju Resto XX kali ini dia diantar oleh supir karena tidak ingin repot nyetir mobil.
*******
Di Resto XX Nick sedang fokus dengan meetingnya, Ziddan yang memimpin meeting pun akhirnya mengakhirinya disambut jabat tanngan dari para client mereka. Ziddan memanggiil pelayan dan memesan menu makan siang buat mereka, namun Nick minta ijin untuk pamit dengan alasan ada hal yang urgen yang harus dikerjakannya dan Ziddan yang tau kemana boss nya ini langsung membenarkan dan meminta maaf pada client nya. Selesai basa-basinya Nick lalu keluar Resto dan melihat mobil Queen masuk ke plataran parkir. Queen turun dari mobil dan berjalan menuju Nick
"Ayo kemari sayang, kita makan siang hehe makan sore lebih tepatnya" Nick menggandeng tangan Queen dan membawanya masuk ke dalam mobil Bugatti yang baru dibelinya edisi terbatas.
"Mau kemana Nick? bukannya meeting mu masih belum selesai lalu mengapa tidak makan disini saja? "
"Meeting sudah selesai, makannya tidak di sini. Aku ingin membawamu ke suatu tempat istimewa. "
Nick melajukan mobil sportnya dengan kencang sambil terus senyum memandangi Queen disampingnya tangan kirinya sesekali menggenggam tangan Queen.
Akhirnya sampailah mereka disuatu tempat dengan nuansa laut lepas. Nick kali ini memilih Resto terapung untuk mereka berdua. Mereka memasuki Resto dan disambut oleh pelayan karena Nick sudah membooking seluruh tempat itu maka yang ada disana hanya mereka berdua bersama beberapa pengawal Nick yang sejak tadi sudah dilokasi. Namun tanpa sepengetahuan mereka semua di plataran parkir, nampak seseorang sedang mengawasi mereka berdua dengan wajah yang ditekuk yang berada di dalam sebuah mobil mewah.
********
...Lagi2 malam ini para dosen ijin gak masuk...
...Jadi gak ada MK tugaspun gak ada...
__ADS_1
...Lanjut up date buat kalian semua...
...Luv you all ππ...