Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
S-2 BAB 119 Sangat Serius


__ADS_3

Semua orang mendengar penjelasan Ziddan begitu serius, tidak terkecuali Earl lalu diapun mulai melontarkan pertanyaan ke om kesayangannya ini.


"Om, orang-orang IT kita bukan orang sembarangan. Bahkan Dev kemampuannya tidak bisa diremehkan, dia salah satu hecker handal di dunia ini, so jangan terlalu berlebihan. Untuk keamanan perusahaan, kita juga memiliki anak buah yang tidak sedikit, mereka ahli dibidangnya, serta nama Algadra Blue juga Black Shadow akan membuat musuh berpikir seratus kali untuk menyerang kita.So hilangkan kecemasan om itu, aku menghormati setiap apa yang om lakukan untuk kami. Jangan cemas om semua baik-baik saja" .


Earl lalu bangkit dari duduk nya, hendak melangkah keluar dari dalam ruangan meeting itu namun pintu diketuk dengan keras oleh seseorang.


"Siapa itu, masuk". Bentak Earl yang begitu terkejut karena ketukan yang lumayan keras.


"Maaf tuan muda Earl, ada seseorang meletakan kotak ini di pintu masuk kantor tuan". Ucap kepala sekuriti perusahaan sambil menyerahkan kotak persegi yang dibungkua rapi kepada Alex.


"Ya sudah kau pergilah, cari tahu siapa orang itu sekarang". Titah Earl dengan wajah memerah.


Kepala sekuriti itu keluar dan segera menjalankan perintah sang bos secepatnya karena ini adalah masalah serius.


"Lex, apakah itu tidak berbahaya jika kau buka langsung? " Tanya Ziddan cemas.


"Tidak tuan, ini sepertinya tidak berbahaya aku sering berhadapan dengan hal seperti ini sejak bersama tuan pramuji, biar aku buka".


" Ya sudah".


Alex membawa kotak itu ke atas meja meeting lalu perlahan membuka kotak persegi teraebut dengan hati-hati dan setelah dibuka isinya ada sebuah foto keluarga Andersen. Ada Queen, Nick, Earl usia 3 tjn juga Dev saat baru lahir. Semua orang terheran tanpa terkecuali.


"Apa maksudnya ini? mengapa ada foto nostalgia keluarga kami?". Tanya Earl bingung.


"Alex, kau perketat lagi keamanan mansion juga kantor pusat, untuk keamanan data perusahaan perketat dan hm..... ". Earl memandang Maira yang sibuk mengotak ngatik laptopnya pura-pura tidak melihat Earl yang menatapmya tajam.

__ADS_1


"Kau Maira bantulah kami untuk mengamankan data perusahaan". Akhirnya Earl melanjutkan ucapannya yang sempat terjeda beberapa detik sambil menarik napas nya sejenak, sementara Dev langsung menimpali ucapan sang kakak.


"Ya Maira, setidaknya kau ini diutus daddy jadi kami harus menghargainya". Lanjut Dev dengan tatapan yang datar.


Maira menghentikan kegiatannya sejenak.


"Secepat itu kalian berubah? tadi aja kalian menyuruhku pulang". Gerutu Maira lalu melanjutkan kegiatannya mengelus laptopnya.


"Maira... ". Sapa sang daddy dengan penuh penekanan.


"Is daddy apaan sih, ini juga sedang membantu". Maira menyodorkan laptopnya ke arah mereka semua, lalu menaikan kakinya di atas meja meeting sambil duduk dan melipat kedua tangannya di dada.


Mereka semua terlihat bingung kecuali Dev, Dev lalu duduk menekan beberapa tombol lalu terbersit senyum di sudut birbirnya.


"Ada apa Dev? " Tanya Earl heran.


"Begitukah caramu berterimakasih? " Ucap Maira.


Maira mengambil ponselnya lalu beberapa detik kemudian dia tersenyum.


Dev melihat perubahan di layar laptop dihadapannya.


"Oh shiiiit..... seseorang membobol rekening perusahaan, saldo kita nol". Ucap Dev panic.


"Come on tidak usah berlebihan seperti itu, aku melakukannya dengan ikhlas". Ucap Maira dengan senyum yang indah.

__ADS_1


"What? kau yang melakukannya? " Tanya Dev, dan semua orang menatap sinis ke arah Maira, juga Ziddan.


"Maaf daddy, aku hanya ingin memberi sedikit pelajaran sama kedua orang sok dewasa ini, nah perhatikan aku sudah mengembalikan uang kalian yang untuk 30 turunan belum tentu habis ini.Aku juga sudah memperkuat data keamanannya, kau Dev mendekat sini. Hey tidak usah baper ya". Maira sedikit kesal karena sepertinya Dev memberi jarak untuk dekat dengan dirinya.


"Aku hanya ingin memfoto kornea matamu, nah ok, semua sudah ok sekarang. Tidak akan ada satupun yang bisa membuka kode datamu, brankas, bank atau apapun sekarang. Bahkan data pribadi kalian berdua akan sulit untuk diakses tanpa persetujuan kalian. Sandinya menggunakan iris matanya Dev. So aku lapar". Maira berdiri dengan tatapan yang sedikit manja ke arah daddynya.


"Hm... secara bersamaan Dev juga Earl berdehem.


"Sulit amat sih kalian memujiku atau setidaknya berterimakasihlah". Ucap Maira lagi dengan wajah kesal, lalu menggandengan tangan sang daddy.


"Mari aku traktir makan". Dev berjalan menuju Maira.


"Tidak usah aku mau makan bareng daddy, tak sudi denganmu yang sok pintar". Jawab Maira lagi. Ziddan hanya senyum melihat sang putri tunggalnya ini.


"Mari kita makan bersama Dev, kau Earl lanjutkanlah pekerjaanmu bersama Hans, mulai hari ini Hans bekerja disini sebagai asisten pribadimu juag sebagai kepala nagian petisahaan Sky Group". Ucap Ziddan kemudian berlalu keluar ruang meeting bersama Maira yang menggandeng tangan sang daddy dengan manja.


"Uncle Rey kembalilah ke QGC aku tidak masuk hari ini, perketat keamanan segera".Titah Dev.


"Baik tuan muda". Jawab Rey hormat.


Dev sedikit berlari menyusul Maira juga Ziddan sementara Hans sibuk dengan laptopnya membuat pembukuan data perusahaan.


***


...Bersambung...

__ADS_1


...Terimakasih atas dukungannya...


...Love you so much πŸ˜πŸ™...


__ADS_2