
Nick bangun pagi-pagi sekali bahkan kini dia sudah rapi, dimeja makan sudah penuh dengan berbagai masakan, walau Nick bukan asli Inggris tapi lidahnya sejak kecil sangat terbiasa dengan masakan negara daddynya ini namun pagi ini dia hanya meminum segelas susu hangat saja ketika hendak bangkit dari duduknya sang asisten yang mirip Ziddan itu bersuara.
"Maaf tuan, sebaiknya anda makanlah sesuatu, susu itu tidak cukup kuat untuk tubuhmu yang akan bekerja seharian ini." Sambil menunduk dengan suara yang lembut Rey berdiri disamping Nick.
"Kau ini... aku tau kapan aku harus makan dan minum ok, sekarang kau siapkan file yang aku minta semalam dan ikut aku ke ruang kerja! " Nick berdiri mencampakan serbet ke atas meja makan lalu pergi menuju ruang kerjanya dengan perasaan kesal. Rey yang melihat bos nya sejak kemaren emosinya tak terkendali hanya bisa menggaruk-garuk kepala yang tak gatal sambil terus berjalan ke arah Nick menuju ruang kerja.
"Disitu file yang anda minta tuan, lengkap semuanya seperti yang anda minta."
Nick duduk dikursi kerjanya, melihat file yang telah disiapkan oleh Rey, disana tertera jelas alamat mansion Queen, foto-foto Queen di London sejak sebulan menetap. Walau Nick di Indonesia, Queen mendapat pengawalan ketat dari Nick dan Pramuji yang tak akan rela orang kesayangan mereka kenapa-kenapa walau Queen seorang ratu mafia yang pasti bisa menjaga diri namun Queen tetaplah seorang wanita, terkadang lemah yang harus dilindungi terlebih oleh Nick suaminya.
"Oh jadi si Luck ini sudah bertemu isteriku hmmm....?" Nick melihat foto kebersamaan Luck dan Queen di hyde park, di Rumah Sakit bahkan saat Queen pingsan Luck memggendongnya.
"Shi*.... mengapa kalian tidak mencegah saat laki-laki lain menyentuh isteriku hah!! " Emosi Nick semakin menggebu, memukul meja kerjanya dengan keras.
__ADS_1
"Maaf tuan, saat itu nyonya hampir jatuh sementara orang yang terdekat dengannya adalah tuan Lucky Wijaya, jika kami yang kesana akan lebih parah lagi, bisa-bisa nyonya tidak akan mau bertemu dengan anda lagi tuan, karena waktu itu nyonya tidak sepenuhnya pingsan. Nyonya masih bisa mengenali orang dengan jelas." Rey menjelaskan lagi-lagi dengan wajah menunduk sopan.
"Hmmm.... selalu saja takdir mempermainkanku huh..!! Nick merasa kepalanya benar-benar sakit. Karena ada yang aneh dengan tuannya Rey segera mendekati Nick.
"Tuan apakah anda baik-baik saja? wajah anda keliatan pucat, apakah mau saya ambilkan obat? " tawar Rey yang begitu khawatir.
"Entahlah tiba-tiba kepalaku pusing, rasanya sakit sekali. " Nick mencoba berdiri tapi tubuhnya sempoyongan hampir saja jatuh untungnya Rey dengan sigap menahannya dan membawa Nick ke sofa.
"Tuan minumlah." Rey memberikan obat kepada Nick dengan menunduk sopan dan perasaan khawatir.
"Terimakasih." Nick duduk lalu meminum obat yang diberikan asistennya.
"Sudah kewajiban saya sebagai asisten anda tuan. " Rey tersenyum tipis melihat tuannya mulai tenang.
__ADS_1
"Sebaiknya tuan istirahat saja hari ini besok saat anda benar-benar pulih anda bisa menemui nyonya. " Rey lagi-lagi menunduk takut kalau nasehatnya tak diterima Nick.
"Tidak, aku tidak apa-apa. Istirahat sebentar akan membuat aku sehat. Kau bawakan kemari file dimejaku, serta foto-foto pernikahanku. Apakah kau sudah mencetaknya? "
"Sudah tuan, sebentar. " Rey menyerahkan file dan album pernikahan Nick bersama Queen.
******
...Segini dulu up nya, nanti disambung lagi ya guys πππ...
...Jangan lupa like, comment dan vote ya...
...Love you alot ππ...
__ADS_1