Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 105 Siapa Yang Minta Maaf?


__ADS_3

Prmuji kembali ke Villa bersama Alex. Alex melihat tuannya yang sedang bingung tidak berani banyak bertanya. Namun dia juga ingin menenangkan tuanya namun takut kalau tuannya ini tidak menerima pendapatnya. Alex hanya bisa menghela napas panjang. Pramuji yang melihat hal itu merasa aneh.


"Ada apa Lex? apa kau sakit?" Tanya Ptamuji.


"No tuan, saya hanya tidak tega melihat tuan yang sedang memikirkan banyak masalah." Jawab Alex tulus.


"Hahaha kau lucu Lex, hidupku selalu penuh dengan masalah. Tapi kau benar kali ini masalahnya tidak mudah untuk dipecahkan, jika saja masalah penyanderaan, aku bisa dengan mudah melepaskannya atau bahkan membunuh jika diperlukan. Tapi kali ini akan ada yang tersakiti secara kejiwaan. Itu lebih rumit lagi." Pramuji memijat kepalanya yang tidak sakit.


"Lex, kau amankan lokasi Villa, jangan biarkan ada orang asing masuk. Aku ingin menenangkan diri sejenak." Pramuji masuk ke dalam Villa. Diruang tengah sudah ada Nick bersama ibunya juga Queen yang sedang tertawa bersama.


"Sepertinya mereka bahagja sekali, apa yang akan terjadi jika kebenaran ini terungkap?" Batin Pramuji.


"Hai uncle." Sapa Queen.


"Dari mana saja uncle?" Tanya Nick.


"Ah uncle dari Villa sebelah, rupanya teman lama uncle ada disebelah Villa kita, sedang luburan, jadi uncle mengunjunginya." Jawan Pramuji dengan sebenarnya.


"Teman yang mana uncle?" Tanya Queen lagi.


"Ah sudahlah, dimana cucu-cucu uncle itu hmmm....? " Pramuji mengalihkan perhatian lalu mendudukan dirinya disamping Queen.


"Sedang tidur uncle." Jawab Queen.

__ADS_1


"Apa kalian tidak istirahat? sebentar lagi saat cucu-cucu ku itu bangun kalian bahkan tidak akan bisa bernapas lega hahah... " Pramuji tertawa membayangkan kedua bocah itu akan membuat orang tuanya super duper repot.


"Ih uncle... " Queen cemberut menatap sanga uncle yang mentertawainya. Nick juga ikut tertawa sedangkan Rianti hanya senyum tipis saja karena dia sedang membaca pesan dari seseorang yang membuat dirinya menjadi sedikit terlihat cemas.


"Uncle kami mau istirahat sejenak, setelah itu kita akan jalan-jalan ke luar bawa anak-anak oke uncle." Queen memeluk sang uncle dari belakang.


"Hey kau ini sudah jadi ibu, masak iya manja seperti ini dengan uncle hm... " Pramuji membalas pelukannya lalu mencium pucuk kepala anak kesayangannya itu.


"Aku tetaplah anak uncle bukan? Queen melepaskan pelukannya.


"Selamanya sayang, selamanya. Sudah pergilah istirahat."


Queen berlalu pergi bersama Nick. Rianti masih duduk di sofa yang fokus dengan handphonenya.


"Nyonya mendapat pesan dari Robert? " Tanya Pramuji to the point.


Rianti lalu mengalihkan perhatiannya ke arah Pramuji dengan tatapan heran.


"Bagaimana anda tahu tuan?"


"Aku bahkan sudah menemuinya barusan ini." Jawab Pramuji datar.


"Maksud anda, dia sudah ada di sini dan dia ada disebelah Villa kita? " Rianti mencoba tenang.

__ADS_1


"Calm down nyonya, apapun itu, hal ini pasti akan tiba juga cepat atau lambat." Pramuji berusaha menenangkan Rianti.


"Tapi aku tidak siap tuan, aku tidak mau menerimanya bahkan memaafkannya sekalipun.!! " Ucap Rianti penuh penegasan.


"Dengan semua yang sudah terjadi, aku berusaha untuk bangkit bersama Nick yang saat ini sudah bahagia dengan keluarganya, apa kau tega tuan membebani hidup Nick yang tenang ini? "


"Tapi Robert sedang sakit, dia menderita kanker hati stadium akhir." Ucap Pramuji lirih.


"Apa?? " Rianti sangat terkejut.


"Tapi bagaimana bisa? seharusnya dia di RS bukan?" Mata Rianti mulai berkaca-kaca.


"Iya, dia melarikan diri dari RS. Dia ingin meminta maaf kepada kalian. Dia tidak ingin mati membawa dosa. Dia ingin bertemu kalian." Jelas Pramuji lagi.


"Siapa yang ingin meminta maaf uncle? untuk apa meminta maaf?"


****


...Bersambung...


...Terimakasih atas dukungannya guys...


...Salam sayang dari kejauhan πŸ˜πŸ™...

__ADS_1


__ADS_2