Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 52 Bahagia Atau Bersedih


__ADS_3

Setelah diperiksa secara intensif oleh Dokter spesialis di RS itu Luck dan Queen pun kini duduk di depan Meja kerja sang dokter, mendengarkan hasil pemeriksaannya.


"Tuan dan Nyonya Selamat, Nyonya ini sedang hamis usia kandungan dua minggu, di awal kehamilan emosi bisa tak stabil dapat mempengaruhi kondisi tubuh calon ibu, mudah lelah, mual dan pusing. Itu hal biasa, ini resep untuk meredakan mual serta pusing, tuan bisa menebusnya di bagian apotik RS ini. Istirahat yang cukup dan jangan sampe nyonya tertekan tuan."


Dokter itu tersenyum ramah, lalu menyalami mereka berdua.


"Terimakasih dokter, terimakasih. "


Luck dan Queen keluar ruangan lalu menuju apotik untuk menebus obat. Queen menunggu Luck di bangku tunggu dengan perasaan campur aduk. Bahagiakah atau harus bersedih?


"Queen mari kita pulang, aku akan mengantarmu. "


Queen hanya tersenyum, lalu mereka menuju parkiran mobil dan segera membawa Queen pulang. Selama diperjalanan pulang baik Luck maupun Queen terdiam dalam pikiran masing-masing. Luck berpikir mengenai kehamilan Queen, akankah dia bahagia atau sebaliknya harus bersedih? karena perjuangannya selama ini sia-sia dan pasti Queen akan kembali lagi bersama Nick. Namun Luck menepis pikiran itu lalu tersenyum menatap Queen disampingnya yang juga sedang memikirkan kehamilan nya ini. Tak lama merekapun sampai di mansion Queen, Luck hendak masuk mengantarkan Queen ke dalam tapi di tolak oleh Queen dengan lembut.


"Luck sorry, sampai sini aja. Terimakasih untuk segalanya hari ini, terimakasih. "

__ADS_1


"Hey sudahlah, tak mengapa bukankah kita berteman? "


"Aku masuk, kau pulanglah aku tahu kau tentu lelah. "


"Baiklah Queen, sampai ketemu lagi."


Queen tak menjawab hanya senyum tipis lalu masuk ke mansion, sedang Luck segera keluar mansion untuk kembali ke apartemennya. Diperjalanan Luck memberikan pesan WA ke Florence mengenai kehamilan Queen. Luck tidak yakin Queen akan menceritakan perihal kehamilannya ini dengan cepat kepada auntynya karena pasti Queen saat ini dalam kebimbangan besar bahkan bisa ke arah depresi.


Florence yang sudah membaca pesan dari Luck segera mencari Queen dikamarnya namun kamar Queen terkunci. Florence berusaha mengetuk pintunya dan mencoba meneleponnya tapi tak diangkat. Florence sangat khawatir.


"Queen, buka pintu please, biarkan aunty masuk darling, bukalah. "


"Darling please, tenanglah... "


"Aunty dunia ini sungguh kejam, suamiku ternyata orang yang selama ini aku cari untuk balas dendam, dan sekarang diperutku malah hadir mahluk yang tak berdosa saat dia tahu bahwa ayahnya adalah pembunuh grand dad dan grand ma nya, apa yang akan terjadi, apa aunty? "

__ADS_1


Queen menangis terisak dalam pelukan Florence, lalu florence menatihnya ke tempat tidur lalu membaringkannya.


"Darling tenanglah, kasianilah anakmu jangan kau buat dia menjadi sedih, dia juga merasakannya. Jagalah kandunganmu please, anakmu tak berdosa, dia hadir karena cinta kedua orang tuanya hanya saja sedikit masalah ini membumbui perjalanan kalian dan aunty yakin uncle mu pasti bisa menyelesaikan ini semua, pasti ada penjelasan.. percalah "


Florence tersenyum, mengusap kepala Queen lembut.


"Istirahatlah, aunty akan membuat sup untukmu, setelah itu minum obat hmmm.."


"Luck yang mengabarin aunty kan? "


"Ya sayang, tapi itu hal yang benar, dia pemuda baik, aunty yakin dia tulus padamu. "


"Terimakasih aunty. "


Florence tersenyum lalu pergi keluar kamar Queen untuk memasak sup walau banyak maid disana tapi florence kali ini ingin memasak sendiri buat keponakannya yang manis.

__ADS_1


******


...Terimakasih ya semua sudah mendukung karyaku, sehingga membuat aq semakin semangat buat up date. πŸ˜ŠπŸ˜πŸ™...


__ADS_2