
Nick terbangun saat matahari masuk dari sela-sela tirai jendela, mendapati isterinya tidur didalam dekapannya. Nick mengusap rambut Queen lembut. Rasanya dia ingin begini selamanya. Hidup bersama dengan isterinya tanpa ada masalah lagi.
Queen perlahan membuka matanya, melihat suaminya masih memeluknya.
"Kau sudah bangun honey? " Suara khas bangun tidur. Nick tersenyum langsung mencium bibir Queen dengan lembut.
"Morning kiss baby. "
Queen membalas ciuman Nick tak kalah lembut.
"Kau mau mandi atau kita mengulanginya lagi hmmm....? " Nick menggoda isterinya yang malu.
"Honey... aku mau mandi."
"Wait, sini aku gendong." Nick mengangkat tubuh Queen ke kamar mandi. Lalu mendudukannya di tepi bak mandi. Nick mengisi bak dengan air hangat dan sabun., lalu membuka pakaiannya juga pakaiannya sendiri. Queen memejamkan matanya.
"Honey, mengapa mesti malu, kita bahkan sering melakukan yang lebih dari ini hmmm.. . " Nick membawa Queen masuk ke bak, lalu memposisikan dirinya berendam bersama isteri tercinta. Berendam bersama di dalam air hangat yang berbusa membuat sepasang suami isteri ini semakin betah di kamar mandi. Namun karena sudah ada janji bertemu dengan dokter soesialis kandungan pagi ini maka ritual mandi pagi ini benar-benar hanya mandi saja. š
*****
Queen dan Nick sudah di Rumah Sakit, sedang berada di ruang dokter saat ini.
"Selamat pagi Nyonya Anderson, Tuan Anderson, how are you? "Dokter muda tampan itu tersenyum ramah dengan gaya bahasa yang sangat sopan.
"Selamat pagi, tidak usah terlalu formal dokter, kau ini formalitas sekali. " Nick menyalami dokter spesialis itu lalu mereka saling berpelukan.
"Honey kenalkan ini temanku Hans, dia ini putra tunggal seorang milyarder di London tapi malah memilih menjadi dokter dari pada menjalani perusahaannya sendiri."
Nick mengenalkan dokter itu yang ternyata temannya satu universitas beda jurusan, kepada sang isteri. Queen hanya tersenyum.
"Aku minta maaf tidak datang ke acara pesta pernikahanmu, ada kerjaan yang tidak bisa aku tinggalkan."
__ADS_1
"Its ok Hans, so bisakah kau memeriksa isteriku tapi jangan banyak pegang-pegang hmmm...." Celoteh Nick posesif.
"Hmm... aku ini dokter ya harus pegang-pegang lah, posesif amat. Apa anda bahagia nyonya bersama temanku ini? "
Tanya Hans dengan wajah cool nya.
"Umm... ." Queen senyum tipis tak jadi menjawab.
"Nyonya silahkan naik ke tempat tidur, dokter akan memeriksa kandungan anda."
Seorang perawat membantu Queen untuk naik namun langsung diambil alih oleh Nick dengan cekatan Nick menggendong isterinya lalu merebahkannya di atas bed.
Pemeriksaan kandunganpun dilakukan, Dokter menjelaskan mengenai gambar yang ada di layar monitor. Nick dan Queen mendengarkan dengan sangat serius.
"Sudah selesai, nyonya sudah bisa turun."Ucap perawat sopan, dia juga sudah merapikan pakaian Queen, Nick membantu insterinya untuk duduk dikursi.
"Kandungan isterimu sehat dan sangat baik, periodeĀ kehamilan trisemester pertama dihitung saat hariĀ pertamaĀ haid terakhir dan berlangsung hingga akhir minggu 12. PadaĀ trimesterĀ ini, kebanyakan ibuĀ hamilĀ mengalami morning sickness alias mual berulang. Apakah nyonya sering mual?" Tanya Hans sopan.
"Tapi Hans, aku kemaren pagi mual-mual dan kepalaku pusing, apakah suami bisa juga mengalami morning sickness? " Nick bertanya sambil memegang tangan Queen.
"Pria yang mengalami mual dan muntah saat istri menjalani kehamilan disebut sindrom couvade. Perubahan hormon ini dapat dikaitkan dengan rasa kekhawatiran pria yang akan menjadi seorang ayah. Tidak hanya itu, terkadang rasa cemburu terhadap janin dalam kandungan yang dinilai menjadi pusat perhatian istri juga bisa menjadi penyebab seorang calon ayah alami sindrom couvade. Stres yang dialami para calon ayah dapat menjadi tanda dari ketertarikan dan kebahagiaan para pria yang akan menjadi seorang ayah. Kondisi ini membuat para pria merasakan keterkaitan yang begitu mendalam dengan istri yang sedang menjalani kehamilan. Kondisi ini dapat memengaruhi pria sehingga merasakan gejala kehamilan seperti sindrom couvade.Ā Jadi hal ini wajar-wajar saja. " Hans menjelaskan panjang lebar.
"Kondisi calon ibu di trisemester pertama ini sangat tidak setabil jadi kau harus menjaganya dengan baik Nick, Kalo bisa untuk berhubungan suami isteri dikurangi dulu, karena bisa mempengaruhi kondisi kandungan isterimu. " Dokrer tersenyum.
"What? Nick terkaget.
"Honey... " Queen jadi salah tingkah.
"Im sorry, tapi masih seminggu bolehkan 3-4 kali? " Nick tersenyum namun mendapat sorotan tajam dari sang isteri.
"Haha kau ini, tentu tidak boleh, maksimal dua kali seminggu. " Hans tertawa melihat tingkah Nick yang garuk-garuk kepala.
"Thanks Hans, kami pamit dulu." Nick memeluk Hans hangat.
__ADS_1
"Datanglah ke mansion kami, bawa wanitamu."
"Hmmm baiklah kau tunggu aja kalau begitu, sampai aku mendapatkannya."
"Jangan bilang kau belum ada... " Nick menatap curiga.
"Ah sudah lah sana pergi, jangan lupa transferannya, no rekeningku sudah aku kirimkan lihatlah handphone mu. " Hans senyum smirk.
"Shiit kau ini yang ada dipikiranmu hanya uang saja hmm... " Nick mengeluarkan handphonenya lalu membuka aplikasi mobile bankingnya, mengetik sejumlah angka lalu mentransfernya.
"Lihat handphone mu sekarang. "
Hans menatap notifikasi di layar handphone nya, lalu tersenyum melihat angka fantastis untuk hanya pemeriksaan kehamilan saja, lalu mencium handphonenya itu.
"Terimakasih bro, kau tidak akan bangkrut dengan nominal ini jangan seperti tak ikhlas nanti jadi tak berkah. " Hans tertawa melihat Nick yang menekuk wajahnya.
"Dasar kau ini.! yang ada dipikiranmu hanya uang saja. huh! "
Mereka akhirnya keluar menuju parkiran, Rey langsung membukakan pintu mobil saat tuannya sudah sampai di depan pintu mobil.
"Terimakasih Rey, Queen berbasa-basi langsung ditatap oleh Nick posesif.
Rey hanya tersenyum melihat tuannya yang posesif.
*******
...Segini dulu ya up nya...
...Nanti kita lanjut lagi ya guys...
...Mkasi atas dukungannya...
...Love ypu alot ššš...
__ADS_1