Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 9 Queen Murka


__ADS_3

Dilain tempat, tampak Queen sudah sangat rapi sejak pagi, karena sejak pulang larut semalam bahkan hampir pagi Queen tidak bisa tidur sedikitpun dia bukannya kebawah untuk makan seperti yang diharapkan Pramuji malah menghabiskan waktu nya untuk membaca buku walau tidak sepenuhnya membaca, karena dia masih terbayang Nick. Queen sudah membuka balutan perban tangannya dan hanya memakai sedikit plaster saja karena memang lukanya tidak terlalu parah jadi luka itu sudah mulai mengering bahkan hampir sembuh. Queen turun ke bawah lalu menuju meja makan, namun bukan hendak makan hanya ingin mengatakan pada Pramuji untuk berangkat ke kantor duluan karena dia ada banyak jadwal yang harus di jalani, salah satunya berkunjung ke butik langgananya sekaligus ingin bertemu teman lamanya, walau mereka tidak begitu akrab tapi hubungan mereka sangat baik. Dia adalah Viona pemilik Butik VN.


"Uncle aku berangkat duluan ke kantor, banyak jadwal hari ini, aku juga akan mampir ke butik Viona ada yang ingin aku bahas dengannya."


"Semalaman uncle menunggumu tapi kau tidak turun untuk makan, hmmmnn pagi ini kau juga gak makan, apa sudah kenyangkah kau dengan hanya memikirkannya? "


Dengan tatapan yang dingin Queen berucap. "Sejak kapan uncle bisa melihat isi pikiran orang? apa uncle sekarang sudah menjadi paranormal? "


'Bukan paranormal tapi lebih tepatnya sangat peka, apakah kau akan membahas mengenai kerjasama dengan pengusaha tambang emas itu? "


"Oh tidak uncle, itu tetap uncle yang handle. "


"Bisa saja, tapi lupakah kau nona muda bahwa kau telah berjanji akan langsung menghandle nya."

__ADS_1


"Aku malas ketemu sama boss tambang emas itu."


"hmmm apakah dia kurang tampan nona mudaku?"


"Uncle! hati-hati dengan ucapanmu uncle! aku tidak serendah yang uncle pikirkan."


Queen menghardik Pramuji dengan sangat kasar dan penuh emosi.


"Aku sangat menghargai uncle karena uncle yang meawatku sejak orang tuaku meninggal, uncle juga yang selalu ada untukku tapi bukan berarti uncle bisa seenaknya asal bicara."


Pramuji berhenti dari ritual makannya.


"Sebegitu murkanyakah nona muda ku ini hmmm.... hinngga melupakan tata kramanya? hmm... kau harus bisa berkompromi dengan hati serta pikiranmu karena uncle tahu kau menaruh hati dengan Boss Sky Group. Jangan campur adukan perasaan dengan pekerjaan, jadilah seorang yang selalu profesional. Kau sangat cerdas sehingga dengan usia muda mu ini kau bahkan sudah menyelsaikan pendidikan S2 mu dengan nilai yang sempurna. Tapi Queen cerdas saja tidak cukup, kau juga harus bisa menata hatimu, jangan sampai salah. Hari ini kau ada jadwal bertemu dengan mitra kita Tuan Lucky Wijaya pengusaha tambang emas itu, dan kau sudah berjanji dengannya. Bukankah sebagai pebisnis kita tidak boleh ingkar janji hmmm....? tapi terserah padamu, kau adalah Bossnya."

__ADS_1


Pramuji menyudahi perdebatan mereka dengan senyum tipis menatap ke arah Queen.


"Maaf uncle, baiklah seperti yang uncle mau."


"No dear, tapi sesuai jadwal yang sudah kau buat."


Pramuji mendekati Queen dan menarik tangannya yang luka dengan lembut.


"Syukurlah sudah mulai membaik. Jangan lupa makanlah nanti di kantor, uncle tidak mau repot harus membawa nona muda ini ke RS."


Pramuji pun melangkah keluar lalu menyuruh penjaga menyiapkan mobil, diikuti Queen dari belakang dengan perasaan yang campur aduk dan masih sangat emosi.


********

__ADS_1


...Happy Monday guys...


...Walau hujan deras dan mati lampu, aku tetap update untuk kalian πŸ˜πŸ™...


__ADS_2