
Sementara di ruang makan tampak disana Earl yang sedang memperhatikan layar tabletnya dengan sangat serius. Tiba-tiba datang seorang wanita muda memghampirinya dengan suara yang melengking.
"Kak Earl, apa seperti ini kelakuan si Dev itu, bermalas-malasan hingga siang seperti ini belum juga bangun?" Wanita muda itu mengambil tempat duduk di depan Earl.
"Hmm..." Earl hanya mendehem saja, karena dia sangat kenal sekali dengan wanita di depannya ini walau mereka jarang bertemu namun setidaknya mereka sudah kenal sejak kecil.
"Is kaku amat sih kk, jawab dong". Ucap wanita muda yang memasang mode cemberut yang sudah pasti membuat Earl sakit kepala.
"Kak Earl... " Dev tiba di ruang makan dengan pakaian yang sangat rapi.
"Siapa wanita ini? sembarangan masuk ke kamarku". Tanya Dev kesal.
"Apa kau lupa?" Earl balik bertanya.
"Ya anggap sajalah". Jawab Dev.
"Hmm... nona, silahkan anda perkenalkan diri anda kepada pangeran muda ini, kau membuat selera makanku hilang". Earl bangkit dari duduknya lalu bergegas pergi menjauh.
"Hey kak tunggu.... Dev berusaha mencegah namun tidak dihiraukan oleh Earl.
"Hmm jelaskan kau ini siapa? " Tanya Dev ketus.
"Baiklah, perkenalkan namaku Putri Maira Adeline Ziddan, putrinya Ziddan Al Barrak dengan Abigail..."
Kalimatnya dipotong oleh Dev.
"Sudah-sudah.. cukup, pantas saja kau begini hmm.. like father like daughter. "
Umpat Dev kesal.
__ADS_1
"Hey sembarangan, kau mengatai daddyku?"
"Tentu tidak, mana berani. Aku malah memujimu. Jangan bilang kau masuk ke kamarku karena kau hack kunci pengaman kamarku? " Selidik Dev.
"Ehem.. tepat sekali.. ". Jawab Maira bangga.
"Oh shiit.... copyan om Ziddan banget, lantas ngapain kau kemari dan mau apa? bukannya kau di Canada?".
"Entahlah, daddy yang membawaku kemari dan kami sampai tadi malam di rumah ini, kata daddy ada keperluan dengan kalian".
"Maksudmu om Ziddan ada di sini? Dirumahku? ". Tanya Dev tidak pecaya.
"Ehem... "
Seorang pria gagah yang tidak muda lagi berdehem hadir ditengah-tengah mereka di ruang makan itu.
"Morning tuan muda Dev". Sapa Ziddan ramah dengan senyum khas nya.
Dev bangun dari kursinya, menyambut sang asisten gak ada akhlak daddynya. Dev memeluk Ziddan hangat.
"Selamat datang om, jangan panggil tuan muda, aku tidak nyaman dengan itu. Apa kabar? mengapa tidak mengabari kami? Setidakya aku bisa menjemput kalian". Ucap Dev beramah tamah.
"Well, pertama aku adalah anak buah daddymu artinya daddy mu boss ku hingga saat ini jadi aku harus sopan memanggilmu dengan tuan muda. Kedua Kabarku seperti yang tuan lihat aku sehat segar bugar. Ketiga aku ingin buat kejutan Hmm.... ".
"Sudahlah om mari makan, jangan terlalu formal".
Dev mengajak Ziddan beserta putrinya sarapan pagi yang sebenarnya sudah hampir tengah hari. Mereka sesekali bercerita dan tertawa kecil sambil menikmati makanan mereka.
Sementara Earl saat ini sudah berada dikantor, dia menyibukan dirinya dengan kerjaannya, lalu seseorang mengetuk pintu ruangannya, Earl membiarkan orang itu masuk yang tidak lain adalah Rey asisten berakhlak sang daddy.
__ADS_1
"Silahkan duduk uncle Rey."
"Terimakasih tuan muda, apa yang harus saya lakukan untuk anda tuan muda?".
"Sepertinya adik ku akan sangat telat ke kantor hari ini kau handle semua urusan bisnis QGC sekarang." Titah Earl tanpa basa basi.
"Sudah tuan, sejak pagi saya sudah menghandle nya bahkan saat ini Alex ada di sana memimpin meeting dengan client kita juga beberapa anak perusahaan yang akan dilakukan beberapa perubahan". Ucap Rey dengan gamblang.
"Hmm... how you can do it? "
"Maaf tuan saya tidak memberitahukan anda sebelumnya, semalam tuan muda Dev sudah memberikan saya perintah juga Alex karena dia ingin menyusul daddy dan mommy anda tuan". Jawab Rey menunduk hormat.
"What? Dev mau ke London? Tapi untuk apa bukankah mommy akan pulang nanti malam? ". Ucap Earl heran.
"Tidak jadi tuan muda, tuan Nick sedang sakit jadi kepulangannya ditunda sampai minggu depan". Jawab Rey.
"Dasar Dev, bahkan dia tidak mengatakannya kepadaku".
"Maafkan saya tuan, saya permisi dulu karena harus melatih Hans seperti yang tuan muda minta biar dia bisa membantu anda di kantor".
"Baiklah uncle, kau pergilah dan mulai minggu depan Hans harus sudah siap, aku ingin dia menjadi asisten pribadiku menggantikanmu".
"Baik tuan muda, saya permisi".
Rey keluar dari ruangan Earl lalu berjalan menuju ruangannya untuk menemui Hans yang saat ini menunggunya disana.
***
...Bersambung...
__ADS_1
...Terimakasih atas dukungannya ya guys...
...Love you so much ππ...