Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 48 Seperti Benang Kusut


__ADS_3

Queen sedang tiduran di kamarnya sambil memainkan gedgetnya, hari ini sepertinya dia malas untuk keluar walau hanya sekedar turun bawah untuk menyapa aunty atau juga Laila. Tak lama pintu diketuk oleh Florence.


"Ya aunty masuklah, tidak dikunci "


"Darling, sedang apa?"


"Hanya malas aja aunty, aku ingin tiduran saja."


"Ada tamu dibawah apakah mau turun? "


"Apakah Luck aunty?"


"Iya, pemuda tampan yang mengantar kalian pulang kemaren. "


"Katakan saja aku tidur aunty, aku tak ingin menemuinya. "


"Baiklah darling, aunty turun ya.. " Florence lalu keluat dari kamar Queen dan turun menemui Lucky. "


"Maaf Luck Queen tidur dan aunty tidak tega membangunkannya. "


"Tidak mengapa aunty, mungkin nanti aku akan kemari lagi. Tapi aunty bisakah aunty menceritakan ada apa sebenarnya yang terjadi dengan Queen? "


"Hmm... panjang sekali ceritanya tuan Luck. " Florence memijat keningnya yang gak sakit.

__ADS_1


"Silahkan duduk tuan dan minumlah teh hangat ini nanti Laila bisa marah loh karena ini buatannya. "


"Hmmm..... Ayo bro minumlah dulu jangan begitu tegang hehe. " Laila duduk disamping mommynya seraya minum teh hangat yang sejak tadi dibuatnya. Florencepun mulai bercerita dari awal permasalahan terjadi, masalah orang tua Queen yang meninggal karena kecelakaan, Algadra, Nick hingga akhinya semua terungkap dan menyisakan penderitaan kedua insan yang saling mencintai dan parahnya lagi kini mereka sudah menikah dan umur pernikahan mereka baru dua bulan. Lucky mendengar dengan serius sesekali dia bertanya dan dijawab dengan sabar oleh Florence.


"Aunty, jadi apakah mereka akan bercerai?"


"Aku tau kau mencintainya tapi aku harap kau janganlah memanfaatkan situasi Luck itu tidak baik. "


"Oh aunty maaf jangan salah paham, aku hanya bertanya. Aku sangat mencintainya hingga aku membiarkannya menikah karena aku ingin dia bahagia tapi jika seperti ini aku juga tak tega aunty. Percayalah aunty aku hanya mengutamakan kebahagiaanya. Hingga saat inipun aku selalu ingin melihatnya bahagia. Jadi aunty please believe me Aku tak akan memanfaatkan situasi."


"Baiklah tuan Luck aku mempercayaimu."


"Aunty aku pamit dulu, nanti aku kemari lagi. "


"Ah gadis ini..." Luck mendekati Laila dan menaikan dagunya.


"Lihatlah kau begitu jelek kalau seperti ini, aku kemari pasti juga ingin menemuimu hmm.... jangan cemberut begini, tersenyumlah jangan biarkan wajah cantikmu itu hilang. "


Laila lalu tersenyum dan membulatkan mata indahnya.


"Berjanjilah bro jadilah kakak buat ku karena aku tidak punya saudara laki-laki yang ada perempuan yang sangat bawel, jahil dan payah."


"Siapakah yang sister maksud itu hmm? "

__ADS_1


Tiba-tiba ada suara datang dari arah belakang mereka yang tidak lain adalah Helena adik Laila, gadis muda yang berusia 15 tahun lebih muda 3 tahun dari Laila.


"Haha.... datang orangnya... " Laila lalu pergi meninggalkan mereka semua lalu disusul oleh Helena dan terjadilah kejar-kejaran antara dua saudara itu membuat suasana gaduh.


"Maaf tuan Luck, beginilqh anak-anak kalo sudah ngumpul. "


"Tak mengapa aunty aku malah tak punya keluarga sama sekali."


"Maksudmu? " Florence menatap Luck bingung.


"Yah aunty, orang tuaku meninggal dan saudarapun aku tak punya, keluarga orang tuaku mereka semua meninggalkanku karena saat itu orang tuaku meninggalkan warisan hutang perusahaan yang besar, namun dengan kerja keras aku berhasil membalikan keadaan, hingga saat ini semua baik-baik saja." Luck begitu bersedih namun berusaha tersenyum.


"Anggaplah kami keluargamu, jangan sungkan ok. " Florence memeluk Luck hangat dan disambut oleh Luck.


"Terimakasih aunty, aku harus pergi ada yang harus aku kerjakan. "


"Baiklah, hati-hati. "


Luck keluar mansion menuju mobilnya, sambil berlari kecil Luck masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalan raya.


*******


...Terima kasih atas dukungannya, mohon tetap mendukung aku ya semuanya...

__ADS_1


...Love you alot πŸ˜πŸ™...


__ADS_2