
Di mansion Nick tampak Ziddan bersama Dev terlibat pembicaraan yang begitu serius di ruang tamu. Putri Maira bahkan tidak ingin mendekat, dia hanya menyibukan dirinya dengan gadgetnya di ruang tengah.
"Maksud om Ziddan daddy menyuruh om kemari karena ada bahaya mengancam kami? Ayolah om... kami ini bukan anak-anak lagi kami bisa melindungi diri kami bahkan kini om malah membawa Maira apa itu tidak membuat maslah semakin sulit?" Ucap Dev sambil melirik ke arah ruang tengah tempat dimana Maira berada.
"Malah dia yang akan menolongmu". Jawab Ziddan sambil tersenyum.
"Maksud om?"
"Ya Maira, apa kau lupa bahwa dia salah satu Hacker handal di dunia? bahkan saat berusia 4 tahun dia pernah membobol data rahasia CIA, hingga dia harus diamankan saat itu dan sekarang dia bekerja untuk mereka secara rahasia".
"Tapi pembobolan data perusahaan tempo hari itu kan sudah selesai, aku juga seorang ahli IT apa om lupa, bahkan aku menamatkan S2 ku saat usia ku 17 tahun. Ini hal mudah om, sudah bawalah Maira pulang bersama om..".
Belum sempat Dev melanjutkan ucapananya, Maira langsung menimpali nya dengan tatapan tajam bak mata elang.
"Kau meragukan aku boy? sebenarnya aku juga tidak sudi membantu mu kalau tidak karena uncle Nick yang menyuruhku bahkan seandainya daddy ku pun maka sudah pasti aku tolak."
Mereka berdua saling berdebat membuat Ziddan memijit kepalanya, kalau sudah begini pasti akan panjang ceritanya.
"Sudahlah anak-anak, sudah.... " Ziddan meninggikan intonasinya yang langsung membuat Dev juga Maira terdiam.
__ADS_1
"Maira sudah diputuskan, mulai hari ini kau akan tinggal disini sampai masalah pembobolan data perusahaan Sky Group dan QGC benar-benar selesai. Dan kau Dev, ini perintah mommy dan daddymu jika menolak kau bisa protes dengan mereka. Sekarang mari kita ke kantor Sky Group untuk meeting dengan Earl juga Hans".
"What, Hans? anaknya uncle Rey? Si culun itu? ada apa lagi ini?" Dev menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sudah lah, mari kita ke kantor".
Mereka semua keluar dari mansion, menuju mobil yang sudah disiapkan oleh asisten Ziddan sejak tadi. Mereka semua masuk ke dalam mobil, asisten Ziddan yang saat ini menyetir perlahan mulai melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju jalan raya dan bergabung dengan pengendara lainnya.
Michael Dev Louis Andersen
****
Akhirnya mereka tiba di kantor Sky Group, semua sudah kumpul di ruang rapat, sebelumnya Ziddan sudah menelepon Rey untuk mengumpulkan semua orang, Earl, Hans, Rey juga Alex yang datang sedikit terlambat.
Arthur Earl Durrant Andersen
__ADS_1
Sedang duduk santai kayak di pantai
*****
"Silahkan duduk semuanya, Maira kau duduk disebelah Dev". Titah Ziddan ke Maira.
"Aku duduk didekat daddy saja". Jawab Maira yang masih kesal dengan Dev.
Dev tidak menggubrisnya sama sekali, sementara Earl masih dengan mode diam.
Ziddan yang memimpin rapat inipun memulai percakapn.
"Thank you for coming guys, jadi aku kemari atas utusan Nick, daddy kalian untuk mengingatkan kita semua bahaya yang sedang mengintai. Pembobolan data perusahaan kita kemaren hanya permulaan saja masih akan ada lanjutannya. Mereka tahu bahwa tidak akan mudah membobol pertahanan IT perusahaan kita, jadi ini semacam peringatan dan menurut data yang sudah di teliti oleh Maira mereka masih mengawasi pergerakan keuangan perusahaan dengan pembobolan kemaren, walau Dev and team sudah membersihkannya tapi itu belum tuntas.
****
...Bersambung...
...Mohon dukungannya ya guys...
__ADS_1
...Terimakasih Love you so much....