Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 89 Minta Dilamarkan


__ADS_3

"Hmm... dokter itu cantik ya? Ucap Rianti penuh makna.


"Iya mom sangat cantik, wanita tercantik yang pernah ada." Ziddan terus menatap arah pintu tanpa melihat arah lawan bicaranya sambil senyum-senyum.


"Ziddan..." Rianti melempar Ziddan dengan remote tv yang ada di meja samping bed.


"Ah apaan sih mom.... sakit tau,, gak bisa apa liat anaknya senang dikit." Ziddan memegang kepalanya yang sakit terkena remote terbang.


"Kau ini, dasar play boy."


"Is mommy anaknya dikatain gitu, iih gak seru iih... baru juga mommy sadar uda main lempar-lempar aja, bullying lagi."


"Habisnya kau ini terlalu banget..." kesal Rianti.


"Mom, lamarin dong dokter itu buat aku mom, masak iya aku jomblo terus aku pengen punya isteri, juga anak-anak yang banyak." Ziddan memegang tangan Rianti sambil mengelus-ngelus lembut.


"Baru juga ketemu uda main lamar-lamar aja." Rianti jengah dengan sikap Ziddan yang absurd.


Tak lama pintu dibuka, muncul Pramuji, Alex beserta tiga orang anak buahnya membawa sekeranjang buah, buket bunga juga beraneka macam roti import, lalu meletakan nya di meja.


Pramuji memakai pakaian casual terlihat semakin tampan, berjalan ke arah Rianti sambil senyum sumringah.


"Selamat sore Nyonya, Apa kabar? Maaf tadi aku meninggalkan anda, karena ada urusan yang harus aku selesaikan." Sapa Pramuji sambil mendekat ke bed.

__ADS_1


"Sore tuan Pramuji, aku sudah lebih baik. Jangan meminta maaf malah aku harus berterimakasih kau sudah menolongku, mengapa Repot-repot membawa semua ini." Ucap Rianti tulus juga heran dengan semua yang dibawa Pramuji.


"Hehe ini buat aku kan tuan uncle." Ziddan langsung membuka keranjang buah lalu memakanya.


"Kau mau Lex.... " Menawarkan buah apel yang sedang dimakannya. Alex yang melihat hal itu hanya bisa menelan salivanya sambil menggeleng-gelengkan kepala tak abis pikir. Sementara Pramuji hanya bisa berdehem.


"Dasar kau ini, buat malu aja." Rianti mengerutkan keningnya melihat Ziddan yang benar-benar gak ada akhlaknya.


"Mommy silahkan makan dulu ya, abis itu minum obat. Tuan uncle sudah disini jadi aku bisa keluar sebentar. " Siap-siap beranjak dari ruangan Rianti, namun dicegah oleh Pramuji, dengan menarik kerah bajunya.


"Hey mau kemana hmm.... "


"Aduh uncle calm down, aku harus ke ruangan dokter mau ambil hasil tes mommy, negatif aja sih "


"Siapa?" Tanya Pramuji menaikan alisnya sebelah.


"Ah mommy ya sekalian la, sekali mendayung dua ratus pulau terlalui hahaha....." Ziddan keluar sambil melempar sisa apel yang dimakannya ke Alex, ditangkap cepat oleh Alex lalu membuangnya ke tempat sampah. Alex menggerutu kesal. "Dasar gila. .. "


"Maafkan anak tante ya tuan... " Rianti menghentikan kalimatanya karena belum tahu siapa nama anak buah Pramuji ini.


"Alex, panggil Alex saja nyonya, aku ini seusia putramu." mencoba senyum walau tak berhasil. Itulah Alex yang hidupnya bagai angka sartu, kaku, rata, datar walau ketampanannya tidak usah diragukan lagi, Ziddan mah lewat. 😁


*****

__ADS_1


Ziddan : "Thor gua mendengarnya... "


Othor : " Lantas? mau protes? "


Ziddan : "Ya iyalah, Alex tu belum ada apa-apanya, senyum aja gagal hahaha πŸ˜‚."


Alex. : "Gini-gini gua masih suci tak tersentuh cewek sekalipun dalam hayalan. 😐.


Othor : Hadew....😴


*****


...Bersambung........


...Terimakasih ya semuanya...


...Selalu mendukung karya perdana aku...


...Masih harus belajar banyak...


...Komentar yang baiknya saya tunggu biar semangat nulis nya......


...Love you so much πŸ˜ŠπŸ˜πŸ™...

__ADS_1


__ADS_2