Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 96 Queen Menghilang


__ADS_3

Memasuki usia tujuh bulan kehamilan Queen, keadaan emosinya sudah mulai stabil walau terkadang masih ada permintaan yang aneh-aneh namun tidak separah di masa awal kehamilan.


Nick sudah bisa sedikit tenang bekerja di perusahaannya. Seperti saat ini Nick sedang memimpin meeting dengan para client yang memperpanjang kontrak kerja dengan perusahaan mereka, sedangkan Ziddan memeriksa laporan tahunan seluruh perusahaan anak cabang, sudah dapat dipastikan Ziddan tidak akan mendapat quality time yang cukup. Sementara Abigail juga sedang sibuk di RS menghadapai pasien penderita jantung, mulai dari konsultasi, visit room, bahkan harus melakukan operasi dadakan.


Pramuji bahkan lebih sangat sibuk lagi, dia harus menghandle urusan Queen di perusahaan seorang diri.


Riantilah yang selalu stand by bersama Queen di rumah, mengajaknya berjalan pagi, olah raga ibu hamil, menemaninya check up ke RS yang pasti ditemani oleh para bodyguard bayangan Nick juga sang asisten yang berakhlak Rey selalu siap mengawal 24 jam. Pengawalan disekitar mansionpun sangat ketat, kamera cctv diperbanyak disetiap sudut rumah, di luar maupun di dalam. Nick ingin keamanan keluarganya terjamin, sehingga dia bisa bekerja dengan tenang.


****


"Kandungan anda sangat sehat nyonya Queen, lihatlah di layar monitor sepertinya anakmu berjenis kelamin laki-laki." Ucap dokter Metha, dokter spesialis kandungan yang biasa menangani kehamilan Queen..


"Lihat Queen, anakmu itu bergerak lincah." Rianti begitu bahagia melihat cucunya dari layar monitor.


"Iya mom, seorang jagoan penerus keluarga Andersen." Queen tersenyum manis.


Akhirnya pemeriksaan selesai, Queen duduk kembali di kursi bersama Rianti, sedangkan dokter sedang menulis resep obat untuk Queen, sejak usia kehamilannya memasuki tujuh bulan kaki Queen sedikit bengkak dan perutnya sesekali keram.


"Ini resepnya nyonya, anda bisa menebusnya di apotik." Dokter Metha menyodorkan kertas resep kepada Queen sambil tersenyum.


"Terimakasih dokter, kami permisi."


Queen keluar ruangan beserta Ruanti, namun saat sedang berjalan kearah parkiran Queen tiba-tiba menghentikan langkahnya.


"mom aku mau ke toilet sebentar." Keluh Queen ke Rianti.


"Baiklah, mom akan menemani."


"Mom duduk di sini aja, lagi pula toiletnya dekat hanya jarak dua meter dari sini. Bukannya mom tadi sedikit pusing?" Ucap Queen.


"Iya... tapi dimana Rey kok tidak kelihatan? " Tanya Rianti.


"Mungkin keluar sebentar," Ucap Queen, lalu pergi bergegas ke toilet. Queen berjalan dengan hati-hati karena perutnya sudah mulai membesar, kakinya juga sedikit membengkak. Namun tiba-tiba ada seseorang yang membekap mulutnya dari dalam kamar mandi dengan sapu tangan yang sudah di bubuhi obat bius membuat Queen tak sadarkan diri.


****


Rey berlari menghampiri Ruanti.

__ADS_1


"Nyonya besar dimana Nyonya Queen?" Tanya Rey dengan wajah cemas.


"Tadi ke toilet disana, ayo kita lihat ." Ajak Rianri." Rey berlari kecil ke arah toilet.


"Tidak ada.. " Rey panik.


Pintu toilet terbuka tidak ada orang di dalamnya. Rey memeriksa sekeliling tapi tak menemukan Queen. Rey memanggil anak buahnya.


"Kalian cari disekeliling RS, nyebar kesemua tempat tanpa terkecuali." Titah Rey kepada semua anak buahnya.


"Shiit... dimana bodyguard bayangan itu, apa saja kerja mereka shiit... " Umpat Rey kesal.


"Aku harus menelepon Nick." Ucap Rianti.


"Nyonya besar lebih baik masuk ke mobil biar diantar pengawal, aku akan tetap disini mencari nyonya Queen."


"Hai kalian, bawa pulang nyonya besar ke mansion, cepat." Bentak Rey kepada para pengawal. Rey memegang kepalanya, yang terasa sakit sekarang. Tiba-tiba ponselnya berdering.


"Ya hallo tuan Nick, maaf kan saya."


"Apa yang kau lakukan hah? mengapa lalai? Shiit.... perintahkan semua anak buahmu mencari disekitar RS." titah Nick dengan suara keras.


****


Flash Back


Saat Rianti menelepon Nick, dia sedang memimpin meeting.


"Iya mom ada apa? aku sedang meeting?


"Apa?? Queen menghilang? bagaimana bisa, semua anak buahku ada disana, dimana Rey. Oh shiiit...!! "


Nick memukul meja meeting dengan keras, lalu keluar ruangan tanpa sepatah katapun. Semua yang hadir tidak berani berkata apa-apa.


Nick masuk ke ruangannya dan mendapati Ziddan disana dengan setumpuk file. Nick memukul meja kerjanya.


"Shiit... Queen hilang." Ucap Nick kasar.

__ADS_1


"What?? kau serius? tapi pengawal kita banyak, bagaimana mungkin? " Ziddan Benar-benar heran.


"Kau kumpulkan semua anggota Algadra Blue, sudah terlalu lama mereka libur. Segera temukan isteriku.... Perintah Nick. "Oh God apalagi ini, dia sedang hamil besar." Nick meremas rambutnya.


"Kau pergi sekarang cepat.! " Titah Nick.


"Tenanglah bos, aku akan mencarinya." Ziddan berlari keluar ruangan, sambil menelepon seseorang. Semua karyawan kantor terdiam tak ada yang berani bersuara.


"Kalian semua ke markas sekarang..! kumpulkan anak-anak,,! Kalau ku bilang semua ya semua. iya semua! apa kau sudah tuli hah?!!" Ziddan begitu emosi.


"Mau 100-200- bahkan jika ada 1000 kerahkan semua.! " Ziddan menutup teleponnya lalu masuk ke mobil tancap gas ke markas.


Nick semakin stress, segera menelepon Pramuji.


"Uncle, Queen hilang di RS." Ucap Nick panik.


"What? Oh God. Begitu banyak pengawal, apa yang terjadi? " Pramuji heran karena disekeliling Queen ada banyak pengawal.


"Ok sudah lah, aku akan mengerahkan anak buah black shadow untuk mencarinya."


"Baik uncle. Tapi bagaimana dengan polisi? apa kita lapor saja? " Tanya Nick


"Baru bisa lapor 2x24 jam, kelamaan. Kita akan menyelesaikannya dengan cara kita saja, aku sudah muak dengan semua ini." Jawab Pramuji lagi. "Kita berjumpa di RS." Ucap pramuji.


"Baik uncle." Jawab Nick sambil berlari menuju mobilnya untuk segera ke RS.


Flash Back Off


****


...Bersambung......


...Terimakasih atas dukungannya...


...Komentar yang baik sangat membantu Othor menulis......


...Terimakasih buat kalian semua...

__ADS_1


...Love you so much. πŸ˜πŸ™...


__ADS_2