Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 97 Kesedihan Queen


__ADS_3

Di sebuah Vila daerah pinggiran kota, tampak seorang wanita yang tengah duduk santai menatap seorang wanita yang duduk di kursi dengan tangan terikat kebelakang, dengan perut membesar layaknya orang hamil.


"Akhirnya kau dapat kutangkap, setelah berhasil mengecoh pasukan bodohmu itu." Ucap Viona kepada seorang wanita hamil didepannya yang tak lain adalah Queen.


"Kau mencari mati.! " Bentak Queen.


"Oh Queen, sudah seperti inipun kau masih saja arrogant... kau tahu sebenarnya aku tidak mau melakukan semua ini, tapi saat aku mulai menyadari kesalahanku, semua orang malah membenciku. Para mitra bisnisku semua keluar dari kontrak kerjasama, bahkan beberapa asetku harus terjual. Bisnis ku hancur, hanya dalam hitungan menit, dan itu karena ulah Pramuji. Saat itu aku berusaha ikhlas karena memang aku yang bersalah, tapi apa kau tahu hah!!!" Viona membentak Queen.


"Albert pergi meninggalkan aku dengan wanita lain, tapi dia juga tidak pantas untukku..!! Albert seorang penakut!!! Sedangkan aku, aku bukan penakut. Hahahhaa." Viona tertawa seperti orang gila.


"Huhu.... semua ini karena kau Queen!! Kaulah penyebabmya..!!" Kini Viona menangis.


"Kau lihat para anak buahku ini, hanya mereka yang masih setia padaku, mereka bergabung dalam pasukan pengawalmu selama beberapa bulan sampai waktunya tiba, saat inilah kesempatan itu, jadilah kau ada dihadapanku."


Viona menjelaskan penuh kemenangan. Viona mengambil senjata api yang sejak tadi ada di mejanya. Viona berdiri di depan Queen bersiap menarik pelatuknya.


"Kau begitu disayang semua orang, lihatlah kau kini sedang hamil besar dan kalian pasti bahagia saat kelahiran bayi ini, tapi aku tak akan membiarkannya, kalian semua harus menderita seperti aku saat ini. hahahha.... " Viona tertawa keras lalu menarik pelatuk senjata apinya, Queen menutup matanya.


Dor.... Dor.. Dor....

__ADS_1


Tiga kali tembakan tepat ke arah Queen, peluru menembus tubuhnya, darah mengucur deras. Namun Viona sangat terkejut karena entah dari mana datangnya Lucky Wijaya menjadi tameng untuk tubuh Queen. Tubuh yang bersimbah darah itu bukan tubuh Queen melainkan tubuh Luck sambil tersenyum tubuhnya rubuh.


"Lucky.... oh no Lucky..." Teriak Queen histeris. " Mengapa kau ini hah.! " Queen menangis."Lucky... tuan Lucky.. " Queen menangis.


Sementara Viona yang sama terkejutnya dengan Queen, juga menjerit tak kalah histeris, orang yang dia cintai terkena tembakannya sendiri. Viona berlari ke arah Lucky yang sedang menahan sakit.


"Luck luck bertahanlah, aku akan membawamu ke RS, hai kalain semua ayo bawa dia ke RS." Bentak Viona yang membuat para anak buahnya panik.


"Kau wanita jahat Viona, aku salah berteman denganmu.... " Suara Lucky terbata-bata dengan darah yang keluar dari mulutnya. Viona memangku kepala Lucky.


"Diamlah Luck... aku akan membawamu ke RS, diamlah... " Viona menangis sejadi-jadinya.


"Bertaubatlah Viona, hilangkan kebencianmu, Queen tidak salah karena dia pantas mendapatkan cinta. Cinta tak dapat dipaksakan, seperti aku mencintai Queen tapi Queen tidak mencintaiku, aku tidak membencinya malah semakin mencitainya... kau... mencintaiku tapi aku tidak mencintaimu itu bukan berarti aku membencimu.... kita seharusnya bisa memahami bahwa cinta itu tidak dapat dipaksa.... kan.. " Ucapan Luck semakin melemah.


Viona menangis histeris, dia berteriak-teriak seperti orang gila. Viona meletakan kepala Luck ke lantai, lalu mengambil senjata apinya, bersiap menarik pelatuknya.


"Semua ini karena kau Queen, kau harus mati.! " Viona menjerit lalu menarik pelatuknya untuk menembak namun dari arah belakang seseorang menembaknya dengan 3 kali tembakan, sedangkan tembakan Viona ke arah Queen meleset ke samping.


Dor... dor... dor...

__ADS_1


Tampak Pramuji menembak dengan tepat waktu mengenai tubuh Viona, Viona jatuh ke lantai. Pramuji lalu menghampiri tubuh Luck yang sudah tidak bergerak lagi.


Sementara Ziddan beserta anak buahnya yang kali ini datang dengan jumlah sangat banyak menembak semua anak buah Viona yang berusaha melakukan perlawanan dengan menembak mereka. Rey mengejar salah satu anak buah Viona yang mencoba melarikan diri. Nick dan Pramuji benar-benar murka membawa pasukan yang sangat banyak tentu saja tidak terimbangi, semua anak buah Viona dihabisi tanpa ampun.


Sedangkan Nick berlari menghampiri Queen yang menangis. Nick melepaskan ikatan tangan Queen lalu memeluknya erat.


"Honey... honey.... itu Luck itu Luck honey." Tangis Queen menunjuk ke arah Luck.


"Dia, dia.... melindungi aku dengan membiarkan dirinya tertembak... honey lihat dia honey.... " Queen menangis dalam pelukan Nick. Nick hanya bisa terdiam tanpa kata melihat tubuh Luck bersimbah darah tak bergerak sama sekali. Pramuji menutup wajah Luck dengan jasnya.


"Dia sudah pergi Queen..." Ucap Pramuji penuh dengan kesedihan.


"No no no.... honey bawa ke RS ... honey dia melindungiku dan bayi kita honey... "


Queen menjerit histeris lalu pingsan dalam pelukan Nick.


****


...Bersambung 😭...

__ADS_1


...Terimakasih atas dukungannya guys....


...Salam Sayang dari kejauhan πŸ˜πŸ™...


__ADS_2