Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 104 Menderita Kanker Hati Stadium Akhir


__ADS_3

Keluarga Andersen telah sampai di puncak, semua sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Queen membawa baby Dev ke kamar, sementara Nick menggendong baby Earl yang akhirnya tertidur pulas setelah bertanya banyak hal disepanjang perjalanan kepada ayahnya. Riati membersihkan dirinya dikamar. Pramuji yang sejak tadi sudah selesai membersihkan diri kini tengah berada di ruang keluarga bersama Rey. Pramuji membaca buku favoritnya sedangkan Rey menonton TV.


Suara dering handphone membuyarkan kegiatan Pramuji, dia meletakan buku dari tangannya lalu meraih handphonenya di meja. Pramuji melihat nama yang tertera dilayar.


Seketika wajah Pramuji berubah, karena membaca satu nama yaitu Robert. Pramuji membiarkan tanpa menerima panggilan itu. Rey yang melihat perubahan wajah sang bos lalu bertanya.


"Maaf tuan, apakah ada sesuatu?" Tanya Rey dengan sopan.


"Hmm... entahlah Rey aku sendiri masih bingung apakah ini waktu yang tepat. "


Rey merasa semakin bingung karena malah mendapatkan pertanyaan baru. Namun Rey tidak berani untuk bertanya kembali. Rey hanya diam melanjutkan kegitannya.


Tak berapa lama dering handphone Pramuji berdering kembali. Dengan berat hati kali ini diterima Pramuji.


"Hallo.. " Ucap Pramuji dengan nada sopan.


"Hallo tuan, sudah lama sekali. Apa kabar anda tuan."


"Iya sudah lama sekali, aku baik bagaimana dengan mu? " Tanya Pramuji basa-basi.


"Aku tidak terlalu baik, karena masih ada yang belum aku selesaikan. Bagaimana kabar keluargaku? Nick juga Rianti? isteri juga anak-anaknya? " Robert bertanya dengan suara lirih.


"Mereka semua baik, kau dimana sekarang? "

__ADS_1


"Aku ada disebelah Villamu? " Jawab Robert.


"Maksudmu? " Tanya Pramuji lagi.


"Aku sudah disini tiga hari yang lalu dan Villa ini sudah aku beli."


"Tapi bukannya yang punya villa itu tuan Rajesh? setahuku dia tidak suka menjual aset." Tanya Pramuji heran.


"Aku sedikit memaksanya hehe." Jawab Robert lagi sambil terkekeh.


"Hmmm.. apakah tuan Rajesh baik-baik saja? " Selidik Pramuji.


"Oh tuan Pram, dia baik jangan takut aku sudah berubah. Aku membeli villa ini dengan harga 2 kali lipat." Jadi sudah tentu dia mau mejualnya dengan ku. " Ucap Robert.


"Aku akan kesana sebaiknya kita bertemu." Jawab Pramuji mematikan sambungan teleponnya.


"Rey, kau disini awasi anak-anak. Aku mau keluar sebentar." Pramuji berjalan keluar sambil memanggil Alex yang sedang bertugas di luar Vila.


"Baik tuan." Rey menjawab sopan. Dalam hati Rey berpikir. Apa lagi yang akan terjadi lagi dengan keluarga bosnya. "Tuhan lindungilah keluarga ini." Batin Rey.


****


Pramuji sudah berada di villa Robert, villa yang bersebelahan dengan villa mereka. Pramuji datang bersama Alex.

__ADS_1


"Duduklah tuan Pramuji." Robert mempersilahkan dengan sopan.


Pramuji duduk sambil melihat ke arah Robert yang sepertinya tidak dalam keadaan baik.


"Apakah kau sakit? mengapa wajahmu pucat sekali? " Tanya Pramuji heran.


"Sebenarnya aku masih harus di rawat di RS saat ini, namun aku pergi tanpa menghiraukan nasehat dokter. Dokter memvonisku menderita kanker hati stadium akhir." Jawab Robert dengan suara lirih.


"Apa? " Apa kau bercanda? ' Tanya Pramuji lagi.


"Apa wajahku ini sedang bercanda?" Jawab Robert lagi.


"Oh God, jadi mengapa kau kemari? kau seharusnya di RS."


"Aku ingin meminta maaf kepada keluargaku, aku juga ingin mereka memaafkanku walau rasanya tak pantas aku mendapat maaf itu, setelah itu aku akan kembali ke London dan jika harus mati maka aku akan mati dengan tenang."


****


...Bersambung...


...Terimakasih atas dukungannya...


...Love you so much πŸ™πŸ˜...

__ADS_1


__ADS_2