Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
S-2 BAB 137 Yakin Mikirin Adikmu?


__ADS_3

Seminggu sudah berlalu sejak peristiwa pengintaian ke pelabuhan. Kesehatan Earl tidak begitu baik, akhirnya Queen meminta Earl untuk ke London dan mendapat perawatan disana dari dokter pribadi mereka. Queen juga Nick selalu siap mengurus keperluan sang putra sulung yang sedang sakit. Biasanya jika demam flu karena hujan Earl cepat sembuh, namun kali ini penyakitnya sepertinya enggan menjauh.


Sementara Dev tetap mengurusi QGC dengan segala macam masalahnya, Maira masih mengawasi keamanan IT 2 perusahaan keluarga Andersen. Hans menghandle urusan Sky Group bersama sang daddy Rey. Alex juga mendampingi Dev di QGC juga untuk urusan pengintaian Airin dan keluarganya masih terus dilaksanaka.


Pagi ini aktifitas berjalan seperti biasa di Sly Group. Tampak Airin sibuk dengan urusan pekerjaan kantornya seperti biasanya biasanya. Selama seminggu sang Ceo Sky Group tidak masuk kantor membuat Airin semakin bertambah bersalah, apalagi ketidakhadirannya dikarenakan masih dalam kondisi sakit yang harus membuat Earl ke London untuk mendapat perawatan khusus secara ekslusif disana.


Airin menghela napas kasar saat dering ponsel nya berbunyi, ada notifikasi pesan disana. Dari seseorang yang seminggu ini mengganggunya yang membuatnya tak nyaman.


Pria Misterius :"Hallo nona Airin, apa kabarmu hari ini".


Airin :"Kenapa selalu meneror ku? ".


Pria Misterius :"No nona, aku pengagum mu, itu tidak salah bukan?".


Airin :"Aneh".


Pria Misterius: "hal sama yang aku pikirkan seminggu ini".


Airin :" Tak gantle".


Pria Misterius :"Bukan, hanya saja belum waktunya".


Airin : "Aneh".


Pria Misterius :"Minim kosa kata? jawab aku, apa kabarmu? "

__ADS_1


Airin :"Hmm.... fine".


Pria Misterius : "Thank you, tetaplah sehat dan bahagia".


Airin:"__ ".


Off....


****


Airin menyimpan ponselnya, lalu bersiap untuk keluar kantor. Siang ini dia berencana makan diluar bersama rekan sekantornya, terlebuh dahulu Airin meminta ijin kepada Direktur Hans yang bertanggung jawab jika ceo tidak ditempat.


"Permisi tuan Hans, saya minta ijin keluar untuk makan siang". Ucap. Airin saat berada di ruangan Hans.


Hans melirik jam tangannya, lalu menatap Airin datar.


"Terimakasih tuan". Airin tersenyum senang.


"Hmm...". Jawab Hans tanpa menoleh sedikitpun.


Airin keluar kantor bersama beberapa teman-temannya dari divisi berbeda namun masih dalam naungan Sky Group. Walau bergabung dengan banyak orang Airin merasa ada yang hilang dalam dirinya. Entahlah pikirannya hanya tertuju kepasa Earl yang sedang salam perawatan di London. Perasaan bersalah selalu menghantuinya, peristiwa hujan tidak bisa dilupakannya dan peristiwa saat Earl menarik paksa tangannya mengajaknya ke taman dengan hanya bercelana pendek hanya untuk menghindari Dev saat itu yang menggodanya. Semua itu tidak bisa dilupakan Airin walau dua berusaha untuk menepisnya karena dia yakin Earl tidak akan mungkin menyukainya, gadis biasa yang dari tingkat sosial rendahan.


"Hey Rin, kok melamun? buruan makan entar waktu istirahat kita habis lo". Tegur Yuni salah satu sekretarisnya Hans.


"hehe gak melamun cuma kepikiran Airan sejak dia balik ke London aku jadi kepikiran dia kangen barantem sama dia hehe". Airin mencoba berbohong tentang apa yang dipikirkannya.

__ADS_1


"Yakin mikirin adikmu? "


Suara seorang laki-laki yang sepertinya mereka kenali dengan baik, siapa lagi kalau bukan Dev yang kebetulan baru masuk ke cafe tersebut untuk makan bareng Maira yang melewati meja Airin dan teman-temannya. Semua mata berpaling ke arah suara tersebut.


"Eeh tuan muda Dev, maaf anda disini juga? "Tanya Airin yang langsung berdiri diikuti oleh semua teman-temannya yang lain secara doi adalah bos mereka juga.


"Iya, kebetulan lewat, kami ada urusan di Sky Group so here we are.. " Ucap Dev


"Duduklah, tak usah terlalu formal ini bukan di kantor". Ucap Dev lagi.


Dev dan Maira berlalu meninggalkan mereka semua menuju meja yang sudah disiapkan.


"Hey, bos kita ini disamping tampan beliau juga ternyata rendah hati ya, bisa-bisanya makan di cafe seperti ini". Bisik Yuni yang merasa bangga memiliki bos seperti Dev.



"Sudah jangan megibah, dosa". Ucap temannya yang lain, sementara Airin asik dengan makanannya.


"Tapi kok tuan muda Dev cakap seperti itu sama lo Rin? " Tanya Yuni lagi yang membuat Airin tersedak dan buru-buru mengambil minumannya.


****


...Bersambung.......


...Mohon dukungannya ya guys...

__ADS_1


...Love you so much...


__ADS_2