
Suasana duka membaluti sekitar areal pemakaman pagi ini. Matahari seakan enggan keluar dari peraduannya, hanya sedikit menyembul keluar dari balik awan hitam sehingga membuat pagi ini begitu teduh dan dingin.
Semua orang sudah berkumpul di sekitar makam Abigail yang sudah selesai dikuburkan. Para tamu satu demi satu pulang, hanya tersisa keluarga inti dan pasukan Algadra yang setia mengawal disekitar makam. Disana juga tampak Maira bersimpuh di depan makam Abigail dengan memakai gaun hitam dan kaca mata hitam bersama sang daddy yang memapah tubuhnya yang lemah. Sementara mama papa Abigail berada disisi sebelahnya. Sedangkan Dev berada di belakang mereka, berdiri disamping daddynya dengan berpakaian hitam yang baru saja turun dari pesawat bahkan belum sempat untuk beristirahat, dimana saat sudah sampai dini hari tadi mereka langsung ke areal pemakaman.
Nick melihat jam tangannya dengan sedikit gelisah sambil memperhatikan kanan dan kirinya seakan sedang menantikan seseorang. Melihat sang daddy yang gelisah Dev pun merasa cemas. Dengan setengah berbisik Dev berkata.
"Daddy... mommy.... " belum sempat Dev menyelesaikan kalimatnya langsung terpotong oleh Nick.
"Itu mommy mu... " Sambil menunjuk ke arah samping mereka di bagian timur.
Dari arah timur mereka tampak Queen berjalan dengan anggun bersama Earl sang putra sulung yang mengenakan pakaian serba hitam yang sedikit berantakan akibat perjalanan yang cukup melelahkan saat pengejaran musuh kemaren siang sehingga pagi ini mereka tiba di makam dengan sedikit terlambat.
"Maaf kamiTerlambat". Ucap Queen sedikit berbisik saat sudah berada disamping suaminya Nick lalu memeluknya erat dan tak terelakan tabrakan bibirpun terjadi, hingga membuat Dev menggerutu ke orang tuanya seraya memeluk sang nommy.
"Lihat tempat daddy mommy". Keluh Dev yang membuat sang mommy tersenyum
"Salahkan daddy mu honey... " Jawab Queen sambil membalas pelukan Dev, sementara Nick hanya tersenyum saja mendengar ucapan sang anak. Kemudian Dev memeluk Earl yang sejak tadi menunggu dibelakang Queen.
"Aku merindukanmu bro". Ucap Dev.
"Me too bro". Jawab Earl tersenyum.
Akhirnya Ziddan bangkit lalu memapah Maira untuk berdiri yang kemudian diikuti orang tua Abigail.
"mama papa kalian pulanglah, bawa Maira bersama kalian". Ziddan membawa Maira kepada mama Abigail yang disambut oleh mama Abigail dan berjalan ke arah mobil mereka diikuti papa Abigail.
Ziddan kini menghampiri Queen, dan Queenpun berjalan ke arahnya.
"Oh Queen aku senang kau akhirnya kembali". Ucap Ziddan lalu mereka berpelukan erat layaknya seorang saudara yang sudah lama tak bertemu.
"Aku turut berduka Ziddan, dukamu adalah dukaku, duka kami semua". Jawab Queen..
__ADS_1
"Mari kita ke mansion kalian, aku ingin mendengar semua hal yang belum aku ketahui". Ziddan kembali berkata dengan intonasi yang lemah.
"Zid, kau istirahatlah dulu, kau masih sangat lelah". Jawab Nick.
"No bos, you know me well. I'm strong enough". Jawab Ziddan yang langsung memasuki mobil Nick. Sedangkan Nick hanya bisa pasrah mengikuti kemauan sang asisten uniq nya itu. Tak lupa Nick memerintahkan anak buahnya untuk berjaga di mansion Ziddan.
"Kalian sebagian berjaga di mansion Saudaraku Ziddan, lindungi mereka semua yang ada di sana tanpa terkecuali". Titah Nick.
"Siap boss". Jawab para anak buahnya serempak yang langsung berpencar berbagi tugas.
Lalu semua orang masuk ke dalam mobil menuju mansion Nick.
***
"Jadi tolong jelaskan padaku nyonya bos, apa yang sebenarnya terjadi? ". Tanya Ziddan kepada Queen saat semua orang sudah berkumpul di ruang tamu mansion Nick. Di ruang tamu yang luas itu sudah berkumpul Nick dan Queen, Ziddan, Earl serta Dev yang terlibat pembicaraan serius mengenai pengejaran yang dilakukan Queen beserta Earl tempo hari.
"Saat kami keluar dari mansionmu, kami di telepon Abigail untuk menemuinya di RS karena dia tahu akan rencana kami mencari keberadaan wanita misterius itu, dia mencemaskan keselamatan kami, jadi Abigail menyuntikan penawar obat bius untuk kami berdua". Queen menceritakan secara detail ke Ziddan.
Queen lalu melanjutkan ceritanya, namun untuk penembakan Abigail baik Queen dan Nick tidak paham mengapa mereka menculik Abigail lalu menembaknya. Setelah itu Queen menceritakan mengenai pengejarannya hingga ke pulau kecil yang tidak dikenalnya.
"Well... saat kami melakukan pengejaran akhirnya kami sampai disebuah pulau kecil. Pulau itu sangat kecil, masyarakatpun tidak banyak jadi jika ada orang baru pasti dengan mudah diketahui". Jawab Queen, yang kemudian menceritakan semua kejadian yang dialaminya diawal pengejarannya hingga nyebrang ke pulau kecil bersana anak buah algadra yang lalu di susul oleh Earl.
Flash Back On
Queen bersama anak buahnya menemui sebuah losmen yang sangat sederhana dengan ukuran yang tidak terlalu luas. Queen berencana menginap disana, mereka semua akhirnya masuk ke dalam losmen itu dan bertemu dengan seorang wanita muda cantik yang berada di meja resepsionis dengan seorang pria berseragam putih dan hitam dengan dasi kupu-kupu, yang keliahatan seperti room boy. Queen berjalan ke arah meja resepsionis sementara anak buahnya mengikutinya dari belakang dengan siaga penuh.
"Permisi selamat malam, apakah ada kamar kosong untuk kami? "Tanya Queen ramah.
"Selamat malam nyonya, kami tidak menyediakan banyak kamar hanya ada 2 kamar kosong, dan itupun tidak cukup besar nyonya". Jawab resepsionis itu tak kalah ramah dari Queen.
"Oh tidak nona, kami kemalaman dan butuh penginapan. Satu kamar bisa untuk saya dan yang satunya bisa untuk anggota saya". Jawab Queen.
__ADS_1
"Berapa hari anda akan berada di pulau ini nyonya kalau saya boleh tahu? " Tanya resepsionis lagi.
"Hanya sampai besok saja nona:. Jawab Queen sambil tersenyum.
"Kalau boleh tau siapa yang nyonya cari? "
"Entahlah, aku tak yakin tapi kami sedang mencari seorang wanita paruh baya, mungkin lebih tua dariku dengan seorang wanita muda". Jawab Queen asal.
"Bisa saya lihat fotonya? mana tau saya kenal".
"Tidak ada, tapi ya sudahlah. Bisakah kami masuk ke kamar kami? " Queen menutup pembicaraan dengan sopan.
"Oh iya nyonya maaf, silahkan nyonya teman saya akan mengantar kalian ke kamar". Resepsionis itu memberi kode kepada temannya untuk mengantar mereka ke kamarnya dan mereka semua akhirnya mengikuti room boy menuju kamar mereka.
"Terimakasih". Ucap Queen kepada room boy itu, setelah sampai di kamar yang mereka tuju dan room boy itu lalu pamit meninggalkan mereka di kamarnya. Namun saat Queen akan menutup pintu kamarnya, seorang anak buahnya berkata.
"Nyonya biarkan kami secara bergantian menjaga di depan pintu kamar anda nyonya besar, kami ingin melindungi anda nyonya besar".
"Tidak perlu, kalian istirahat saja". Jawab Queen yang sudah tahu pasti akan mendapat penolakan dari para anak buah algadra ini.
"Nyonya kami tidak ingin disalahkan jika terjadi sesuatu dengan anda nyonya".
"Ya sudahlah, aku mau istirahat. Selamat malam". Queen menutup pintu kamar dan berencana untuk tidur..
****
...Bersambung...
...Terimakasih atas dukungannya...
...πππ...
__ADS_1