
Arthur Earl Durrant Andersen
25 tahun.
Ceo Sky Group Company.
Putra Sulung Queen dan Nick.
Cool, Smart, Arrogant.
Michael Dev Louis Andersen
22 tahun.
Ceo Queen Group Company
Putra bungsu Queen dan Nick.
Lovely, Smart, Friendly.
Jakarta 20:00
"Kak.... kak Earl..... kau dimana?"
Aku Dev anak bungsu dari keluarga kecil Andersen, usia ku kini sudah 22 tahun sementara kakak ku Earl sudah berusia 25 tahun, namun sifat kami jauh berbeda bagaikan bumi dan langit. Saat ini aku sedang mencari kakak ku Earl, aku butuh penjelasan darinya karena selalu mencampuri urusan pribadiku dan ini bukan yang pertama kalinya. Aku mencari ke kamarnya namun dia tidak ada disana. Aku baru teringat saat jam segini kakak ku berada diruang latihan,. Aku pun sedikit berlari menuju ruang latihan di lantai bawah, aku ingin minta penjelasan darinya.
"Kak Earl.... ".
Aku nelihat kak Earl sedang memainkan pedangnya, bergerak kesana kemari dengan gerakan yang lincah. Kakak ku ini memang ahli dalam menggunakan beberapa senjata salah satunya pedang.
__ADS_1
Kak Earl menghentikan gerakannya lalu memandangku, bukannya menjawab panggilanku malah dia melemparkan pedangnya ke arahku yang secepat kilat aku tangkap. Kak Earl tersenyum lalu mengambil pedang yang lain diatas rak langsung menyerangku.
"Kau sungguh menyebalkan kak... "
Umpat ku kesal sambil terus mengimbangi permainan kakak ku ini.
"Diamlah atau aku tidak akan bertanggung jawab jika kau terluka". Ucap kak Earl datar.
Karena aku yang tidak fokus akhirnya pedangku terlepas dari tanganku yang menghentikan gerakan kakak ku yang cool ini.
"Kau ini terlalu ceroboh, ayo kemarikan pedang itu". Ucap kak Earl datar.
Aku mengambil pedangnya lalu mengikuti langkahnya seraya meletakan pedang diatas rak.
"Kak aku butuh penjelasan, mengapa kau selalu saja mencampuri urusanku bahkan sekarang clientkupun kau campakan tanpa sepengethuanku. Jika kau ingin mengambil alih perusahaan QGC aku bisa menyerahkannya kepadamu tapi jangan seperti ini." Dengan panjang lebar aku berkeluh kesah namun kak Earl malah keluar dari ruang latihan menuju ruang tengah. Kak Earl duduk manis menikmati teh hijau kesukaannya yang baru dihidangkan bik inah, kepala maid di rumah kami.
"Apa kau tidak lelah, sini duduklah. Dan dengar penjelasan dari kakak mu ini."
Aku akhirnya menurut biar bagaimanapun dia adalah kakak ku dan orang tua kami mengajarkan sopan santun kepada yang lebih tua.
"Sampai kapan kau tidak mempercayai kakakmu ini? aku hanya ingin membantumu, kau selalu mempercayai orang-orang bodoh seperti itu."
"Hey kak tanpamu aku juga bakal mendepak mereka semua hanya saja caraku lebih halus." Jawabku semakin kesal.
"Kau terlalu lambat bro, sudahlah aku melakukan yang terbaik asal kau tahu aku sudah minta ijin mommy sebelumnya so.. I'm do it ".
"Oh shiit..... mommy juga ada dipihakmu? "
"Silahkan kau call mommy, besok mommy akan pulang jadi aku harus membersihkan serangga kecil itu".
"Ah sudahlah, bisa sakit kepalaku meladeni mu".
Aku hendak berlalu meninggalkan kak Earl tapi tanganku di tarik kak Earl lembut.
__ADS_1
"Kesini".
Kak Earl membawa aku kedalam pelukannya dan akupun membalas pelukannya.
"Aku tidak ingin kau kenapa-kenapa makanya aku selalu mengawasi mu, maaf tapi kau adalah adikku sudah kewajibanku melindungimu. Aku menyayangi mu bro".
Aku hanya bisa terdiam, mendengarnya. Kakakku benar, kami ini bersaudara dia hanya ingin melindungiku. Apapun itu dia adalah kakakku yang terbaik.
"Aku juga menyayangimu kak, maafkan aku sudah berbicara kasar kepadamu".
Ucap ku penuh penyesalan.
"Sudahlah, pergi istirahatlah besok kita akan menjemput mommy dan daddy".
"Baiklah, aku naik".
Aku lalu meninggalkannya di ruang tengah itu sekilas ku lihat kak Earl melanjutkan menikmati teh hijaunya yang mulai dingin.
*****
Duo Handsome
Kakak beradik
Earl dan Dev
****
...Bersambung......
...Mohon dukungannya ya guys...
__ADS_1
...Love you so much ππ...