
Maira masih dibawah, sibuk dengan laptopnya, tiba-tiba Maira menjerit memanggil Dev yang tentu saja membuat isi rumah heboh.
"Dev,....! Dev....! Cepat kemari..!
Kebetulan kamar Earl terbuka lebar, jaraknya dari ruang tengah tidak terlalu jauh sehingga suara Maira masih bisa terdengar walau tidak terlalu keras.
"Itu si Maira manggil loh Dev". Ujara Arya yang sudah selesai menyimpan peralatan medisnya.
"Sedang latihan paduan suara kali? ". Ujar Dev yang langsung keluar kamar dengan sedikit berlari.
"Apa kalian ada masalah?" Tanya Arya ke pada Earl yang mulai bangkit dari rebahannya.
"Iya sedikit, tapi sudah bisa diatasi". Jawab Earl dengan nada yang datar.
"Ok kalau begitu, aku tidak mau mengganggu kalian, ingat ya obatmu harus diminum tepat waktu. Jangan terlibat urusan pekerjaan dulu, liburlah beberapa hari, jika kau mau cepat sembuh dan yang paling penting jangan terlalu sering kena hujan". Arya mengedipkan sebelah matanya ke arah Earl.
"Apa maksudmu? ' Tanya Earl yang sudah paham kemana arah tujuan pembicaraan Arya.
"Aku yakin dia pasti cantik, siapa namanya? " Arya mulai ke titik sasaran.
"Bukan urusanmu". Jawab Earl tidak memperdulikan Arya yang mengikutinya berjalan turun ke bawah menuju ruang tengah menyusul Dev.
__ADS_1
"Ya sudah, aku pulang.... ingat ya jangan main hujan hahahha.... " Arya keluar mansion sambil terus mentertawai Earl sementara Earl tidak menggubrisnya sama sekali.
"Apa yang kalian dapat? ' Tanya Earl saat sudah berada di ruang tengah bersama Dev juga Maira.
"Kalau menurut sinyal GPS keberadaannya sempat terdeteksi di mansion kita". Jawab Dev ragu.
"Tapi apakah kau yakin Maira, Dev? " Tanya Earl tidak percaya.
"1000% " Jawab Maira.
"Oh God, siapa dia? " Earl bergumam sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
"Apa mungkin? Airin? Sekretarisku? apa alasanya? tidak maauk akal". Ucap Earl sambil terus menatap layar monitor.
"Lihat pergerakan titik ini kak Earl". Maira menunjuk ke layar monitor yang diikuti oleh mata Earl.
"Nah, sinyal ini terdeteksi karena sejak kemaren aku sudah memasang trap jika sewaktu-waktu sinyal GPS hacker itu aktif walau akhirnya hilang tiba-tiba namun ada satu pergerakan mencurigakan disini". Maira menunjukan satu titik lainnya kepada Earl.
"Lihat kak, sinyal itu tidak bergerak sama sekali sekarang, dan akan segera hilang namun beberapa jam kemudian titk ini akan nyala kembali namun kita tidak bisa melacaknya karena dia mengacaukannya. Lihat kak semua ini bergerak, ada ratusan lokasi". Kali ini Dev yang menjelaskan.
"Shiiit..... pasti bukan orang biasa". Gerutu Earl yang mengepalkan tangan kanannya.
__ADS_1
"Yess bro, now see.... off". Maira menunjuk ke layar monitor.
"Sepertinya dia sadar bahwa sedang diintai". Ucap Dev.
"Tapi apa mungkin Airin? " Tanya Earl cemas. Sementara Dev hanya bisa diam.
"Who knows bro, apapun bisa saja terjadi". Jawab Maira yang jari-jarinya masih aktif memegang keyboard laptop.
"Kepalaku semakin sakit". Earl memegang kepalanya dengan kedua tangannya.
"Aku rasa bisa juga bukan Airin, bisa saja orang lain karena sinyalnya jauh dari mansion tapi masih di wilayah mansion, secara mansion kita luas". Dev memberikan statement yang masuk akal namun Maira tidak sependapat dengannya.
"Not at all Dev".
****
...Bersambung...
...Mohon dukungannya ya guys...
...Love you so much...
__ADS_1