
Nick melajukan mobilnya dengan cepat menuju sebuah gedung tua yang menyerupai gudang yang luas di area pelabuhan. Ukuran gudang itu cukup luas dan diluar gudang sudah banyak mobil berjejer, ada juga motor yang berbaris rapi. Nick turun dari mobilnya, sesaat berdiri untuk mengancing jas nya lalu berjalan terburu-buru masuk ke salam gudang, tentu saja dia sudah memakai topeng khususnya karena malam ini dia bergabung dengan kelompok mafianya yang sampe saat ini semua anggota belum mengetahui wajah dari boss mereka.
*****
Ditempat yang berbeda.
Queen akhirnya pulang ke mansion disambut oleh para pelayan setianya, memarkirkan mobilnya ke sembarangan tempat lalu melemparkan kuncinya kepada penjaga yang berdiri didepan mobilnya.
Queen pun masuk ke dalam rumahnya, menaiki anak tangga, baru beberapa anak tangga yang di pijak suara bariton dari arah belakangnya memanggil namanya.
"Quen Lyora, sepertinya yang meeting itu uncle namun mengapa nona muda ini yang pulang larut?"
"Uncle, tak bisakah sejam saja membiarkan ku dengan damai tanpa harus berdebat denganmu, atau setidaknya biarkan aku menyelesaikan langkahku dulu, lihatlah aku baru menaiki tiga anak tangga... "
"hmmm..... ada saja jawabanmu, baiklah setelah membersihkan diri turunlah, uncle tunggu untuk makan malam, lebih tepatnya sarapan pagi... dan lukamu itu harus diobati lagi.
"Ah... kenapa seharian ini banyak orang memperhatikan luka ini? " sambil mengangkat tangannya sedikit tinggi ke arah Pramuji.
__ADS_1
"Tapi sepertinya setelah uncle hanya ada seorang saja hmm..... "
"Oh ya ... cermin yang kau pakai untuk latihan tadi pagi sudah uncle ganti, carilah sparing partner untuk latihan berikutnya sehingga uncle tidak harus repot mengganti cermin."
Queen hanya diam lalu masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri. Queen merasa sangat lelah tapi bukan tubuhnya yang lelah melainkan hatinya yang belum bisa berkompromi dengan pikirannya.
******
" Boss Algadra...... "
"Apakah semua sudah siap?"
"Sudah Boss..."
"Baiklah kalian pergilah, basmi serangga itu, bersihkan jejak kita, semua harus rapi, jika ada sedikit kesalahan tau sendiri akibatnya, aku akan melupakan kau adalah sahabatku."
Ziddan bergidik mendengar ucapan Nick si Algadra itu, karena dia tahu betul Nick benar-benar serius dengan ucapannya."
__ADS_1
"Siap Boss, aku akan melakukan sesuai perintahmu, tanpa jejak sedikitpun"
"Aku percaya padamu, kali ini aku tidak ikut gabung dengan kalian, hanya akan mengotori tanganku saja. " Nick melemparkan pistolnya ke arah Ziddan, Ditangkap Ziddan dengan sempurna.
"Simpankan ini, aku belum membutuhkannya."
Dibalas anggukan oleh Ziddan. Mereka semua nya keluar gudang mengikuti intruksi Ziddan. Sedangkan Nick segera masuk dalam mobilnya lalu melaju dengan kecepatan tinggi di tengah jalan raya yang sepi, menuju mansionnya, rasanya ia ingin segera beristirahat, dia juga tidak ingin membuat mommy nya khawarir karena ini sudah hampir pagi namun dia masih juga belum sampai ke rumah.
******
...Terimakasih ya semuanya...
...Happy Weekend Guys...
...Jangan lupa ritual rutinya ya, like, komen juga votenya...
...I love you so much πππππ...
__ADS_1