
Dev bangun pagi-pagi sekali karena harus menghadiri meeting dengan klien barunya, sementara Maira harus ke QGC untuk mengecek data Perusahaan. Semua orang sangat sibuk pagi ini. Dev sudah rapi dengan stelan jasnya.
Dev masuk ke kamar Earl, dia menadapi sang kakak sedang tertidur pulas. Perlahan Dev menyentuh kening Earl.
"Oh sudah dingin, syukurlah". Dev sedikit bergumam.
Dev meletakan bubur dan air hangat di meja nakas, lengkap dengan note untuk Earl. Dev tak ingin mengganggu Earl yang sangat pulas tidurnya. Dev keluar kamar mencari bi Inah.
"Bik Inah... " Dev menuruni anak tangga menuju ruang makan.
"Iya tuan muda, ada apa".Bik Inah datang menghampiri Dev.
"Pastikan kakak makan bubur dan obatnya, kami ke kantor. Aku ada meeting, Maira juga ada pekerjaan". Ucap Dev.
"Iya tuan muda".
"Ok bik kami pergi".
Dev pergi bersama Maira ke kantor untuk urusan yang tidak bisa ditinggal. Sebenarnya Dev merasa bersalah karena harus meninggalkan kakaknya yang sedang sakit. Namun karena hal yang sangat urgen Dev harus menghandle nya langsung untuk menggantikan kakaknya yang sedang sakit.
****
Dikantor Sky Group Airin sudah hadir sejak pagi, dia tidak ingin datang terlambat karena hari ini ada jadwal meeting dengan klien baru perusahaan mereka rencananya menurut jadwal Ceo Sky Group yang menghandle langsung. Setelah memastikan semua selesai Airin pun duduk menikmati teh panas yang dia bawa dari rumah, karena terburu-buru Airin tidak sempat walau hanya sekedar minum teh.
Baru seteguk meminum tehnya Airin dikejutkan dengan kehadiran adik boss nya Michael Dev Louis. Airin buru-buru berdiri.
"Selamat pagi tuan". Sapa Airin ramah sambil sedikit membungkukan badannya penuh hormat.
"Pagi". Jawab Dev ramah.
"Apakah kamu sekretaris yang menghandle bagian divisi A? " Tanya Dev.
"Oh iya tuan, itu saya. Perkenalkan nama saya Airin tuan". Jawab Airin tak kalah ramah.
"Dimana Hans? bukankah dia yang menghandle urusan perusahaan jika kakak ku tidak hadi?" Tanya Dev lagi dengan pandangan melihag kanan kiri mencari sosok seaeorang.
"Iya tuan, Direktur Hans sudah ada di ruangannya".
__ADS_1
"Panggilkan dia ke ruangan kak Earl".
"Baik tuan".
Dev lalu masuk ke ruangan sang kakak, duduk di kursi dan melihat file di mejanya.
Sementara Airin pergi ke ruangan Hans untuk menyampaikan pesan Dev.
"Permisi tuan Hans, boleh saya masuk? " Airin mengetuk pintu meminta ijin masuk.
"Silahkan, masuklah". Jawab Hans datar.
"Tuan muda Dev memanggil anda tuan, beliau di ruangan tuan Earl". Ucap Airin.
"Apa tuan Earp tidak masuk? " Tanya Hans.
"Sepertinya tidak tuan tapi saya tidak tahu juga". Jawab airin sopan.
"Ya sudah kau siapkan berkas meeting hari ini dan bawa ke ruangan tuan Earl". Titah Hans.
"Baik tuan Hans, saya permisi". Airin pamit lalu keluar meninggalkan ruangan Hans.
***
"Permisi tuan muda Dev, anda mencari saya? " Tanya Hans.
"Oh iya, kakak ku tidak bisa hadir jadi meeting hari ini aku yang handle, apa semua persiapan meeting sudah clear? " Tanya Dev sambil menatap monitor laptopnya.
"Sudah tuan". Jawab Hans Singkat.
Tak lama Airin masuk ke dalam ruangan itu dia berjalan dengan gaya begitu anggun namun tak satupun dari kedua pria tampan disana menatapnya mereka masing-masing sibuk dengan urusan mereka.
"Tuan Hans ini berkas yang diperlukan, dan semua laporan data keuangan perusahaan klien ada di sana". Airin menyerahkan satu map ke pada Hans, Hans mengambilnya lalu memeriksanya.
"Tuan Dev, disini namany yang tertera nama tuan muda Earl apakah harus diganti? didalam perjanjian pertama ini sudah bersegel resmi, tuan hanya bisa menghandle tapi tidak bisa menandatangani berkas". Ucap Hans.
"Tapi kakak ku sedang sakit, tadi malam dia pulang diguyur hujan dan sekarang demam". Jawab Dev datar.
"Setahuku dia pulang naik mobil sportnya, bagaimana bisa basah? " Ucap Hans.
__ADS_1
"Entahlah". Jawab Dev singkat.
Mendengar nama Earl disebut oleh Dev Airin terbaruk seperti tersedak sesuatu.
"Ehukuhuk... "
Hey minumlah dulu, Hans memberikan gelas yang berisi air putih di meja Dev.
"Terimakasih tuan". Ucap Airin yang masih batuk-batuk.
"Apakah kau baik-baik saja nona? " Tanya Dev sambil menatap wajah Airin sekilas.
"Iya tuan saya baik, terimakasih".
Pikiran Airin menjadi kacau seketika, saat Dev mengatakan bahwa Earl sedang sakit gara-gara kena hujan. Timbul perasaan bersalah pada dirinya karena dialah penyebab dari Earl sakit. Dengan mengumpulkan semua keberaniannya Airinpun bertanya kepada Dev.
"Maaf tuan Dev". mendengar namanya dipanggil Dev menghentikan kegiatannya sejenak.
"Ya nona, ada apa? "Tanya Dev ramah.
"Nama saya Airin tuan, panggil saja Airin".
"Ok Airin, ada apa? "
"Ee... apakah benar tuan Earl sakit? " Tanya Airin dengan sangat hati-hati.
"Iya, semalam di pulang basah kuyup entah mengapa, sebenarnya tubuhnya sensitif dengan air hujan, entahlah sekarang dia demam tapi panasnya sudah reda" Jawab Dev yang membuat lega Airin.
"Oh syukurlah kalau begitu. Semoga tuan Earl cepat sembuh".
"Terimakasih Airin, so mari kita meeting apakah klien kita sudah hadir? "
"Sudah tuan, mereka sudah hadir 15 menit yang lalu dan sekarang di ruang meeting". Jawab Airin.
****
...Bersambung...
...Terimakasih atas dukungannya...
__ADS_1
...Love you so much...