
Earl masuk ke ruang tamu dari jauh dia melihat seseorang sedang duduk disana, sosok wanita. Earl merasa ada yang salah dengan matanya karena matanya melihat Airin duduk disana sedang memainkan ponselnya. Earl mengucek-ngucek matanya karena tak yakin dengan penglihatannya.
"Shiit... mengapa mimpi ini masih berlanjut, ada apa denganku". Batin Earl.
Earl semakin mendekat ke tempat Airin berada, Airin yang terkejut melihat sang bos yang ditunggunya dengan memakai kaus dan celana pendek langsung berdiri memberi hormat.
"Selamat pagi tuan Arthur". Airin menyapa dengan lembut.
Earl yang masih terkejut malah semakin terkejut bahwa ternyata ini bukan mimpi. Earl tersenyum tipis.
"Ada apa? mengapa kau kemari? bukankah Dev sudah menghandle semua urusan di kantor? " Tanya Earl datar, yang sebenarnya dia ingin bersorak gembira bahwa mimpinya menjadi nyata.
"Eh iya tuan, maaf apakah tuan sudah sehat? apakah tuan baik? Saya dengar anda sedang sakit karena kena hujan semalam. Tuan maafkan saya tuan, karena saya tuan jadi aakit maafkan saya tuan Arthur maafkan saya". Airin menundukan wajahnya dan air mata mulai jatuh kepipinya. Melihat itu Earl jadi panik karena memang dia tidak pernah berusan dengan wanita bahkan dikantor segala urusan harus melalui Hans atau Rey namun ini kali pertama seorang sekretaris wanita nya datang ke rumah dan sekarang malah menangis.
"Hey sudah lah". Earl mendekati Airin yang masih berdiri yang menundukan wajahnya dengan air mata menetes dipipinya. Earl menjadi salah tingkah, dia bingung mau berbuat apa bahkan dia tak berani menyentuh Airin.
"Duduklah Airin, please.... look at me I'm ok now. Aku bisa turun ke sini berarti aku sudah sembuh, aku hanya butuh istirahat itu saja, aku sakit ini juga bukan karena dirimu tapi karena tubuhku sangat sensitif dengan air hujan, so please calm down". Earl berusaha meyakinkan Airin lalu memberikan tisyu kepadanya.
Airin menerima tisyu itu kemudian duduk berusaha menenangin dirinya.
"Jadi tuan Arthur benar sudah sembuh? " Tanya nya lagi dengan senyum menghias bibirnya. Earl lalu duduk di depan Airin seraya tersenyum tipis, Walau batinnya meronta ingin duduk disebelah Airin untuk menenangkannya.
"Ok, sekarang ceritakan mengapa kau kemansion ku? " Tanya Earl.
"Saya disuruh tuan Dev kemari tuan, karena tuan Hans sedang sibuk juga tuan Dev, meeting telah selesai ada yang harus tuan Arthur tanda tangani deadline siang ini jam 12 tuan". Jawab Airin sambil membuka berkas yang dia bawa.
"Ehmm iya, itu sudah bersegel. Seharusnya Hans yang kemari, aku rasa dia tidak sesibuk itu hmm... " Earl menyadari ada yang tak beres.
"Ya sudah mana yang harus ku tanda tangani". Ucap Earl datar.
Airin membawa berkas kehadapan sang bos, Airin mendekat ke arah Earl.
Deg deg deg....
__ADS_1
Jantung Airin tiba-tiba berdetak cepat. Dia merasa gerogi sedekat ini dengan sang bos.
Sementara Earl.
Dag dig dug....
Jantungnya berdetak tidak beraturan belum pernah dia berdekatan dengan wanita manapun selain mommynya. Earl mencium aroma starawberry dari tubuh Airin yang sangat dekat dengannya. Earl begitu larut dalam aroma dari parfume Airin hingga dia tidak bisa fokus melihat file di hadapannya.
"Ini tuan yang harus ditandatangani". Ucap Airin sambil menyerahkan beberapa file.
"Ok... " Earl berusaha mengontrol dirinya lalu menandatangani semua berkas. Tiba-tiba bik Inah masuk ke ruang tamu sambil berlari bersama para pelayan yang lain.
"Tuan muda Earl sudah bangun? maaf kan bibik tuan, tadi bibik ke taman belakang. tuan makanlah dulu buburnya sudah bibik siapkan di meja dan masih panas".
Earl hanya diam melihat bik Inah yang sejak tadi dicarinya.
Airin menyimpan semua file dalam satu map, lalu ijin pamit ke Earl.
"Bi Inah, siapkan sarapan untuk nona Airin. Aku akan makan bersamanya pagi ini". Ucap. Earl ke bik Inah datar.
"Baik tuan segera disiapkan". Bik inah beserta pelayan lainnya beranjak ke ruang makan untuk menyiapkan sarapan tuan mudanya juga Airin.
"Tidak usah tuan, saya makan di kantor saja tadi saya membawa bekal dari rumah". Airin menolak secara halus.
"Setelah makan kau bisa kembali ke kantor". Jawab Earl.
"Tapi tuan deadline nya jam. 12".
"Ini masih jam 10:20 so masih banyak waktu, ayo kita ke ruang makan". Ajak Earl yang tak suka dibantah.
"Baik tuan Arthur, terimakasih". Ucap. Airin.
Earl tersenyum, entahlah batinnya kini bersorak gembira karena masih ada kesempatan bersama Airin.
__ADS_1
Earl juga Airin sudah di ruang makan, Airin begitu tersanjung dengan perlakuan semua pelayan disana, yang begitu ramah kepadanya.
"Tuan apakah yang sarapan hanya kita berdua? " Tanya Airin.
"Siapa yang kau harapkan?" Tanya Earl sambil menikmati bubur ayam nya.
"Eh tidak tuan, maksud saya banyak sekali makanan nya seperti untuk 10 orang saja". Jawab Airin dengan polosnya.
Earl hanya tersenyum tipis.
"Makanlah, jika ingin sesuatu mereka bisa menyiapkannya untukmu". Sambi menunjuk pada maid yang melayani mereka saat ini. Earl kembali tersenyum, entahlah saat ini Earl merasa bahagia untuk pertama kalinya dengan seorang wanita dan sepertinya Earl harus berterimakasih kepada Tuhan karena sakit semalam.
"Ini sudah lebih dari cukup tuan, terimakasih". Airin memulai sarapannya juga Earl yang sejak tadi sudah menghabiskan bubur ayamnya.
Tak lama bik Inah masuk membawa obat untuk Earl.
"Tuan muda ini obatnya, minumlah". Ucap bik Inah yang meletakannya di meja makan.
"Terimakasih bik". Earl meminum obatnya lalu mengambil ponselnya.
"Maaf aku harus menelepon seseorang". Ucap Earl ke Airin.
"Silahkan tuan". Jawab Airin yang sudah menyelesaikan sarapannya.
"Hallo Hans, segera ke mansion sekarang". Tanpa menunggu jawaban dari Hans, Earl langsung memutuskan sambungan ponselnya.
****
...Bersambung...
...Mohon dukungannya ya guys...
...Terimakasih ππ...
__ADS_1