
Ditempat lain, Earl sedang berada di ruang kerjanya bersama Hans yang sangat minim bicara. Saat dua orang yang minim bicara bersatu dalam ruangan apa jadinya? π yang ada suasana ruangan sangat hening. Masing-masing sibuk dengan pekerjaannya, hingga dering telepon di meja kerjanya memecah keheningan. Earl begitu enggan untuk mengangkat handle telepon itu karena dia tahu persis siapa pelaku utamanya. Namun dengan berat hati Earl mengangkat handle telepon dimejanya itu.
"Hmm... ada apa? jangan buang waktu ku untuk urusan tak jelas". Earl menerima panggilan itu dengan suasana hati yang tidak baik.
"Maaf tuan muda Arthur, apakah anda mau makan? ini sudah malam". Suara seorang wanita yang tidak lain adalah salah satu sekretarisnya yang sedang berada di luar ruang kerja Earl, yang selalu bertugas menyiapakan notulen rapat serta keperluan administrasi lainnya. Sekretaris itu baru kerja sekitar 2 tahun di Ski Group bermodal kecerdasan dan kejujuran Rey menerimanya sebagai salah satu sekretaris di bagian divisi A dimana akan berhubungan langsung dengan sang ceo jika Rey ataupun Hans tidak ditempat. Airin adalah nama wanita itu yang kini sedang mencemaskan sang bos karena biasanya sang bos tidak pernah absen untuk makan saat berada dikantor. Earl adalah tipe orang yang selalu mengutamakan kesehatan ketimbang hal lain.
"Hmm.... jika kalian mau pulang, maka pulang sajalah". Jawab Earl yang langsung menutup pembicaraan.
"Hans kau suruh pegawai diluar sana pulang, dan jika kau sudah selesai maka kau juga boleh pulang". Ucap Earl datar.
"Sejak tadi saya sudah selesai tuan muda, tapi saya sedang mencari informasi mengenai hecker itu tuan". Jawab Hans tak kalah datar.
"Lanjutkan besok, pergilah". Ucap Earl tanpa memalingkan wajahnya dari laptop.
"Baiklah". Hans membereskan semua pekerjaanmya, menutup laptop lalu menyimpan file ke dalam laci, setelah memastikan semua dalam keadaan rapi, Hans pamit keluar ruangan.
Sesampai di luar Hans menemui sekretaris tadi yang masih di eja kerjanya dengan beberapa pegawai yang belum beranjak pulang walau jam sudah menunjukan pukul 8 malam.
"Kalian boleh pulang, lanjutkan besok pagi". Titah Hans yang menjabat sebagai kepala staff keuangan namun karena Hans jago dalam hal IT maka atas perintah Ziddan yang mewakili Nick memasukan Hans di dalam Security IT. Boleh saja Hans seorang Asisten namun jabatannya sangat tinggi dari semua karyawan yang ada di perusahaan Sky Group dan QGC.
__ADS_1
"Baik tuan Hans, tapi bagaimana dengan tuan muda Arthur, sejak siang tuan muda belum makan dan ini sudah malam, apakah.... " Ucapan sekretaris itu dipotong oleh Hans.
"Kau hanya sekretaris pastikan batasanmu, walau itu menunjukan rasa peduli mu atas bos mu namun semua ada batasan". Kali ini Hans bicara lumayan panjang, dengan wajah yang kesal.
"Sekarang !..." Hans memberikan kode dengan jari telunjuknya menuju arah pintu keluar kantor".
"Oh iya tuan Hans, baik... baik saya pergi, permisi tuan". Wanita itu buru-buru membenahihi meja dan mengambil tasnya lalu sedikit berlari menuju pintu diikuti oleh pegawai yang lain. Tanpa sepengetahuan Hans, Earl melihat dari balik tirai jemdela ruangannya semua yang baru terjadi diluar sana. Earl tersenyum tipis melihat tingkah sekretarisnya yang menurutnya sangat aneh, Ini kali pertama Earl tersenyum karena seorang wanita.
*****
Earl kembali duduk di kursi kebesarannya, dia menyandarkan tubuhnya di kursi, rasanya Earl merasa lelah saat ini. Earl memejamkan matanya, pikirannya melayang mengingat sekretarisnya yang begitu perduli padanya. Dia tidak mengingat kapan sekretarisnya itu bekerja di perusahaannya namun sepengetahuannya wanita itu sangat cerdas.
Akhirnya Earl keluar dari ruangan, dia memutuskan untuk mencari resto terdekat karena cacing di perutnya sudah pada demo.
"Tuan apakah perlu saya antar? tanya supir pribadinya yang sejak tadi stand by menunggu sang bos.
"Oh pak Man, bpk pulang saja duluan. Aku nyetir sendiri saja". Jawab Earl sopan.
"Saya bawa mobil yang mana tuan? " Tanya pak Man dengan nada lembut.
__ADS_1
"Hmm... bawa aja mobil sedan ku itu, aku lagi ingin berkendara dengan mobil soort ku, sepertinya masih di sini?" Tanya Earl ingin memastikan.
"Oh iya tuan muda, mobil sport anda masih disini tuan, sebentar aaya ambilkan kuncinya". Pak Man lalu membuka lemari kaca, yang didalamnya bersusun beberapa kunci, pak Man mengambil satu dari beberapa kunci itu.
"Ini tuan muda". Pak Man menyerahkan keoada Earl sambil tersenyum.
"Terimakasih pak Man". Earl menerima kunci tersebut sambil membalas senyuman pak Man yang lebih tua dari daddynya.
Earl pun keluar menuju parkiran mobil di basemant, pak Man mengikutinya dari belakang.
Sesampai di parkiran, Earl masuk ke dalam mobil sportnya. melajukan mobil perlahan keluar dari basement meninggalkan perusahaannya. Earl bergabung dengan para mengendara lain, namun tiba-tiba hujan turun, Earl melambatkan kecepatan mobilnya berjalan perlahan. Hujan turun semakin deras membuat Earl semakin memperlambat laju mobilny. Namun saat Earl ingin membelokan mobilnya sekilas Earl melihat seorang wanita di halte bis seorang diri, dan sepertinya Earl mengenali wajah wanita tersebut.
*****
...Bersambung...
...Terimakasih atas dukungannya...
...Love you so much ππ...
__ADS_1