Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 25 Romansa Apartemen 2


__ADS_3

Nick masih memangku Queen yang menatap dalam mata indahnya. Perlahan Nick mengecup kening Queen lembut agak lama, Queen menutup matanya menikmati kecupan Nick, jantungnya berdebar kencang. Perlahan kecupan Nick mendarat di pipi kanan dan kiri Queen. Nick dengan sangat lembut mengecup sekilas bibir Queem yang sangat ranum itu. Entah apa yang dipikirkan Queen tiba-tiba tangannya melingkar ke leher Nick, lalu Nick kembali menempelkan bibirnya ke bibir Queen awalnya hanya biasa saja, namun semakin lama semakin dalam. Nick me****t bibir Queen dalam dan dibalas oleh Queen. Mereka berdua semakin terlena, tangan kiri Nick menekuk tengkuk Queen semakin memperdalam ci***nnya, hingga Queen memukul dada Nick karena kehabisan oksigen. Nick melepaskan lu****n nya. Dengan rakus Queen menghirup oksigen sebanyak mungkin.


"Aku hampir kehilangan napas sayang. "


"Maafkan aku, aku tidak mampu menahannya, aku sangat mencintaimu. Tidurlah, aku akan tidur dikamar sebelah. Aku akan menahan diriku sampai pernikahan kita. " dijawab anggukan oleh Queen. Queen turun dari pangkuan Nick lalu beranjak ke tempat tidur, sedangkan Nick pergi ke kamar sebelah untuk istirahat.


******


Pagi harinya Nick mengantar Queen pulang ke mansion, hanya sampai di luar saja karena dia harus meeting di kantor sementara Queen sibuk membicarakan persiapan pernikahannya dengan uncle dan bik Inah. Setelah menyerahkan segalanya kepada Pramuji Queen masuk ke kamarnya. Dia menatap poto orang tuanya yang ada dimeja rias kamarnya

__ADS_1


Mata Queen berkaca-kaca karena saat pernikahannya orang tuanya tidak bersamamya. Ingin rasanya memukul cermin dihadapannya lagi karena saat ini Queen terbayang masa dimana kecelakaaan mobil yang menimpa mereka sekeluarga mengakibatkan kedua orang tuanya meninggal.


******


Luck tersadar dan melihat jam sudah pukul 10 pagi, dia lalu bangkit, membersihkan dirinya meninggalakan ruangan yang sangat berantakan itu. Luck merasa hidupnya hampa namun dia harus tetap bertahan untuk tetap menunggu karena baginya hidup hanya sekali, mati sekali dan mencintai juga sekali. Apapun yang terjadi dia akan tetap mencintai Queen, cinta pertama dan terakhir baginya seumur hidupnya. Luck selesai dengan dirinya lalu menelepon seseorang.


"Hallo pak Man, tolong ke apartemenku sekarang, ruangan disini sangat tidak terkendali. Aku ingin semua ini dibereskan. Aku mau ke tambang. Sandi apartemenku sudah berubah nanti aku kirimkan pesan teks"


Pak Man adalah kepala asisten rumah tangga di mansionnya yang juga merupakan orang kepercayaannya Luck. Sejak dulu sewaktu ayahnya masih hidup pak Man selalu membantunya dalam segala hal yang berhubungan dengan rumahnya. Luck keluar apartemen, segera menuju mobilnya, keliatan dari wajahnya bahwa dia mulai bisa mengatasi masalah cintanya ini walau masih terlihat ada segores kesedihan dimatanya. Luck terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Disepanjang jalan Luck masih terbanyang momen Queen dan Luck di Resto Terapung waktu itu. Luck menyalakan radio di mobilnya kebetulan lagi malas mutar MP3 tanpa sengaja frekuaensi yang dia dengar menyiarkan lagu lama dari skeeter Davis yang sudah di gubah aransemen nya. Tanpa sengaja Luck mengikuti lagu itu perlahan. Disepanjang jalan, Luck terus bernyanyi mengikuti iringan musik si mobilnya.

__ADS_1


Akhirnya Luck sampai di pertambangan, menyibukan dirinya dengan pekerjaannya sepanjang hari, karena sesuai jadwal hari ini dia akan bertemu dengan klien baru.


*********


...Akhirnya bisa up juga walau sibuk banget sejak pagi...


...Happy Weekend Guys...


...Luv You...

__ADS_1


...πŸ˜ŠπŸ˜πŸ™...


__ADS_2