
"Tuan maaf, saya harus kembali ke kantor, saya tidak ingin tuan Hans menegur saya karena terlalu lama disini". Ucap Airin yang sudah kembali berada di ruang tamu bersama Earl.
"Hmm... Hans? setakut itukah kau dengannya? padahal aku Ceo disini".
"Maaf tuan Arthur bukan maksud saya seperti itu tapi saya sedang bekerja saat ini lagi pula saya tidak ingin mengganggu waktu istirahat tuan". Airin tertunduk tidak berani menatap Earl.
"Kalau begitu hari ini kau kuliburkan". Jawab Earl dengan gaya cool nya.
"Maksud tuan? memecat saya?" Airin kembali meneteskan air matanya, dia tak menyangka kalimatnya barusan membuat bos nya tersinggung
"Maafkan saya tuan, saya tidak bermaksud menyinggung tuan, maafkan saya". Airin sedikit terisak, yang membuat Earl semakin jadi salah tingkah.
"Eeh... mengapa kau menangis, maksudku kau hari ini libur saja, kau bisa disini sebentar". Earl bingung harus bicara apa.
"Aku tidak memecatmu, please dont cry". Earl memberikan tisyu kepada Airin. "Terjyata susah banget menghadapi makhluk yang bernama wanita ini". Batin Earl.
"Maksud tuan, saya tidak dipecat? " Airin menghentikan tangisnya lalu menerima tisyu dari Earl.
"Ee iya tentu aku tidak mungkin memecatmu". Jawab Earl yakin.
"Oh tuan Arthur saya kira anda memecat saya, terimakasih tuan terimakasih". Airin mulai tersenyum.
"Tapi tuan untuk apa saya disini? bagaimana dengan berkas ini? " Tanya Airin cemas.
__ADS_1
Earl hanya senyum tipis dan sedikit lega karena Airin sudah tidak menangis lagi.
Tak lama Hans tiba di mansion, lalu masuk ke ruang tamu menemui big bos.
"Permisi tuan muda Earl". Hans menghampiri Earl dengan buru-buru.
Airin terkejut bagaimana bisa Hans berada di mansion saat ini.
"Mengapa lama sekali hmmmm.... ambil berkas dari Airin bawa ke kantor, kau urus semua pekerjaannya hari ini Airin libur". Earl bicara dengan sangat tegas.
"Tapi tuan... " Hans berusaha menyela namun Earl langsung menjawab.
"Apa kau keberatan? " Tanya Earl dengan sorot mata tajam ke arah Hans.
Airin menyerahkan semua berkas kepada Hans, Hans menerima berkas itu lalu mwmeriksanya dengan teliti.
"Baik tuan semua sudah lengkap, saya permisi". Hans memberi hormat kepada Earl lalu pergi meninggalkan dua orang yang menurutnya aneh.
"So... sekarang kau bebas tugas. Apa lagi yang kau cemaskan? " Earl menatap Airin dengan tatapan penuh makna.
"Eee tidak ada tuan tapi mengapa saya harus berlama-lama disini tuan? " Tanya Airin lagi.
Namun tiba-tiba ada suara yang menjawab pertanyaan Airin.
__ADS_1
"Karena kakakku lini masih ingin bersama denganmu". Dev masuk ke ruang tamu yang tentu saja membuat Earl terkejut rasanya jantungnya mau copot.
"Dev?? kau? Sejak kapan kau disini?" Tanya Earl heran yang berusaha menyembunyikan keterkejutannya.
"Sejak sebelum kakak bangun, aku melihat semuanya dari ruang cctv". Jawab Dev dengan gaya tengilnya langsung duduk disamping Earl menatap sang kakak yang salah tingkah.
"Kau tidak punya kerjaan hah?" Dengan Sedikit membentak Dev, Earl lalu bangkit dari duduknya, mendekati Airin menarik tangannya, Airin buru-buru meraih tasnya seraya mengikuti langkah Earl yang menarik tangannya berlalu dari ruang tamu meninggalkan Dev.
"Hahahha kak Earl jangan kena hujan lagi, cepat pulang hahaha". Dev tertawa lepas menggoda sang kakak yang tergap dengan sekretaris cantiknya.
Earl keluar membawa Airin menuju mobil sportnya.
"Tuan tunggu tuan... mau kemana kita?" Tanya Airin yang tangannya masih ditarik oleh Earl.
"Ikut saja, masuk". Earl melepaskan tangannya menyuruh Airin masuk ke dalam mobil. Airin tak berani banyak tanya, hanya bisa menuruti kemauan sang bos.
****
...Bersambung....
...Terimakasi atas dukungannya guys...
...Love you so much ππ...
__ADS_1