
Nick sudah berada di ruangannya bersama Ziddan sang asisten super yang handal seba bisa. Selalu menangani semua urusan pekerjaan perusahaannnya dengan sangat amat baik, tangan kanannya di dunia mafia, juga sahabatnya sejak kecil serta orang kepercayaannya yang terkadang jadi pengawal, supir, bahkan jadi pembantu tapi pembantu berdasi karena selalu pake dasi π namun gak ada akhlaknya π.
"Ziddan pernikahan ku ini hanya tinggal dua hari lagi, aku tak mau ada hal yang mengahalanginya, kau tau dunia mafia ini sangat kejam. Banyak musuh yang mengintai ku... jadi perketat keamanan di hotel ku mulai hari ini.
Ziddan bukannya menanggapi serius ucapan bos nya yang sedang memasang wajah datar dan cool tapi malah nyantai duduk di sofa dengan bermalas-malasan.
"Yakin lo mau nikah gitu? trus seumur hidup terikat dengan wanita? apalagi menikah dengan ceo arrogant seperti Queen? aku gak bisa membayangi apa jadinya nanti Nick junior atau Queen junior hadir hahaha.... " Ziddan tertawa lepas setelah menyelesaikan kalimatnya. namun disambut lemparan map berisi file ke wajah tampan nya.
"Hei bro walaupun kau ini bos nya bukan berarti kau bisa menyiksaku sesukamu, akau hanya berusaha membantu mu dalam hal ini. "
"Maksudmu dengan menghinaku kau anggap ini bantuan? dasar kau buaya darat, hati-hatilah yang ada kau kena karma penyakit aids karena selalu gonta ganti pasangan "
"What? Aids? bagaimana mungkin? aku selalu main atas bro, gak pernah ke bawah karena aku juga tau batasan huh...! aku masih menjaga keperjakaanku sampai saat ini jadi aku sudah pasti sehat. " Ziddan mengangkat kedua tangannya membanggakan diri.
__ADS_1
"Terserah. ..! aku gak perduli sama sekali..!"
Nick menekuk wajahnya kesal.
"Maaf bos, maaf.... aku hanya bercanda doang. Aku hanya ingin meyakinkan dirimu saja bos, secara pertemuan kalian baru 3 kali dan langsung ke arah menikah? bagiku itu aneh, jangan-jangan bos sudah ti*** dengannya dan dia..... " belum lagi Ziddan menyelesaikan kalimatnya Kembali Nick melemparkan sesuatu ke wajahnya kali ini buku novel yang ada di atas mejanya dan itu lumayan tebal.
"Shiiit..... ups." Ziddan menghindar dari lemparan itu dan selamat dari insiden yang mematikan π. Nick bangkit dari kursi kerjanya yang empuk serta nyaman lalu berjalan ke arah Rey sambil menggerak-gerakan kelima jarinya kiri dan kanan seolah melakukan gerakan pemanasan sebelum olah raga. Tanpa memberi aba-aba Nick menghadiahi Ziddan satu pukulan yang secara cepat ditangkis Ziddan, Nick terus memukul, menendang secara bertubu-tubi ke arah Ziddan tanpa ampun. Namun bukanlah tangan kanan mafia namanya kalo Ziddan tidak bisa menghindari dari serangan tiba-tiba dan bertubi-tubi itu tapi hanya menghindar tanpa memberi balasan. Karena kesal Ziddan terus menghindar akhirnya Nick menyudahi serangannya ke Ziddan. Nick berusaha mengatur nafasnya.
"Aku bicara serius Ziddan!!! " Nick meninggikan intonasi suaranya namun kali ini berhasil membuat Ziddan terdiam. Nick melonggarkan dasinya lalu membuka jasnya lalu melemparkan ke atas meja kerjanya. Ziddan duduk di depan meja Nick memasang wajah serius.
"Tentu saja bos, tentu saja sesuai keinginanmu akan ku kerahkan semua anggota kita kalo perlu. " Sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Cih... matamu itu!"
__ADS_1
Ziddan terkekeh geli melihat bos nya yang sedang kasmaran.
Oh ya Apakah sudah kau tambah orang-orang kita untuk mengawal Queen juga mommy ku hmmm....? hari ini mereka ke butik dan aku segera menyusul. Jadi ingat kata-kataku ini, aku ingin semuanya terkendali"
*******
...Up pagi-pagi biar bisa fokus kerja π...
...Happy Monday...
...Terimakasih atas dukungannya...
...^^^ Luv you guys ππ^^^...
__ADS_1