Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 101 Ke Makam Lucky


__ADS_3

Dua bulan sudah usia baby Earl, dia terlihat semakin menggemaskan. Nick tidak sedikitpun melewatkan waktu bersama putra kesayangannya itu. Namun pagi ini ada yang aneh dengan perilaku Queen, saat sedang memegang botol susu kemulut baby Earl, sehingga baby Earl menangis karena gagal meraih dotnya. Nick lalu mengambil botol susu lalu meminumkannya ke babay Earl.


"Sayang kau kenapa? Apa kau sakit? " Tanya Nick.


"Maaf honey, aku teringat tuan Lucky bahkan aku belum mengucapkan terimakasih untuk hidupku dan bayi kita." Dengan wajah sedih, Queen mengatakan isi hatinya.


"Honey bisakah aku ke makamnya? Aku juga sudah sangat sehat sekarang, aku ingin berterimakasih pada tuan Luck."


Nick sebenarnya cemburu dengan Luck tapi karena Luck sudah menyelamatkan nyawa isteri dan anaknya, Nick harus membuang rasa itu. Nick tidak boleh egois karena Queen hanya ingin ke makam untuk berterimakasih.


"Baiklah setelah baby Earl tidur, kita akan ke makam." Nick menatap Queen lembut, dia ingin selalu melihat Queen bahagia.


"Terimakasih sayang, aku akan membawa baby Earl ke kamarnya biar dijaga suster." Queen mengambil baby Earl dari tangan Nick lalu membawanya ke kamar.


*****


Rey menyiapkan mobil untuk bosnya yang akan pergi ke makam Lucky pagi ini. Suasana di mansion kali ini cukup kondusif karena sang biang kerok asisten gak ada akhlaknya Nick sebulan ini ke luar kota untuk urusan pekerjaan mewakili Nick yang masih betah di rumah. Sudah bisa dibayangkan penderitaan Ziddan saat ini karena tidak dapat bertemu dengan calon isterinya Abigail, yang akan melangsungkan pernikahan bulan depan.

__ADS_1


"Rey, dimanaa mommy? " Tanya Nick saat sudah di luar bersama Queen.


"Ditaman belakang tuan, sibuk dengan tanamannya. " Jawab Rey sopan.


"Aku sudah ijin ke mom honey." Ujar Queen.


"Oh baiklah, mari kita pergi, apa perlu ku gendong hmm...? " Goda Nick.


"Is daddy apaan sih...? Queen cepat-cepat masuk ke dalam mobil jika tidak suaminya ini pasti akan menggendongnya dan itu membuatnya malu. Nick tertawa melihat tingkah isterinya.


***


Queen meletakan buket bunga segar dimakamnya. "Tuan Luck, maaf baru ini mengunjungimu. Tapi aku selalu mengirimkan bunga untuk mu setiap hari, aku harap itu bisa mewakili diriku. Tuan Luck, aku berterima kasih untuk hidupku dan anakku. Semoga kau tenang disana."


Queen tak dapat menahan air matanya, masih terlihat jelas diingatanya Nick memberikan tubuhnya untuk melindungi dirinya. Hal yang tak bisa dilupakan Queen karena hari kematian Luck adalah hari kelahiran baby Earl.


Queen memeluk Nick, Nick tak mampu berucap sepatah katapun. Hanya berusaha menenangkan Queen dengan pelukan hangat dan kecupan di kepalanya.

__ADS_1


"Mari kita pulang, kasihan baby Earl kalau ditinggal terlalu lama."


"Baiklah honey, mari kita pulang."


Mereka berdua kembali ke mobil bersama Rey yang selalu setia mengawal mereka kemanapun mereka pergi.


"Sayang aku mau ke perusahaan sekarang, bisakah kau pulang bersama Rey? Aku sangat sibuk sejak Ziddan ke luar kota, banyak pekerjaan di kantor." Ucap Nick.


"Ya sudah, aku mengerti." Queen tersenyum manis.


Nick menelepon anak buahnya untuk menjemput di areal pemakaman. Tak butuh waktu lama dua mobil jemputan Nickpun datang, Nick berpindah mobil untuk berangkat ke kantornya sedangkan Queen pulang ke mansion bersama Rey dan satu mobil khusus berisi para pengawal untuk mengawal Queen. Nick tidak mau hal yang buruk terjadi lagi kepada Queen seperti waktu itu.


****


...Terimakasih atas dukungannya...


...Salam hangat dari kejauhan ...

__ADS_1


... Love you so much πŸ˜πŸ™...


__ADS_2