
Luck menunggu Queen dengan bahagia dia berpikir akan mengatakan segalanya. Dikejauhan dia melihat sosok wanita muda cantik berpakaian baby pink disamping wanita itu seorang wanita dewasa sang asisten, Luck tersenyum ternyata tidak ada Nick disana, Luck melambaikan tangannya ke arah wanita muda cantik yang sedang ditunggunya. Ya wanita itu adalah Queen gadis muda yang telah merebut hatinya. Queen berjalan ke arah Luck, lalu dipersilahkan duduk oleh Luck.Tanpa basa basi asisten mengeluarkan berkas-berkas kerjasama perusahaan mereka.
"Apakah nona ini sedang buru-buru?
"Aku masih ada keperluan lain." Queen menjawab datar.
"Baiklah silahkan dimulai. " ucap Luck pasrah.
Asisten Queen menjelaskan mengenai kerjasama lanjutan ini lalu giliran Luck yang memaparkan keuntungan yang didapat QGC untuk kerjasama ini, akhirnya selesai. Queen dan Luck menandatangani berkas kontrak kerja mereka, selesai.
Luck ingin mengatakan isi hatinya, namun diurungkannya karena tiba-tiba Nick hadir dihadapannya yang entah dari mana.
"Sayang sudah siapkah? " Nick menunduk dan mengecup pucuk kepala Queen dengan sangat mesra. Luck merasa panas melihatnya namun dia berusaha tenang.
"Ya sayang sudah, Tuan Luck aku mohon maaf tidak bisa lama aku harus pergi."
"Oh baiklah, ini...? " Luck menatap Nick seolah bingung tidak paham, karena sesungguhnya para pebisnis pasti telah mengenal Nick Ceo Sky Group yang anak cabangnya bertebaran sampe ke asia dan eropa namun hubungan dengan Queen....
"Oh iya aku yakin tuan mengenal Nick bukan? dia.... " Queen ingin mengenalkan Nick tapi ucapannya di potong Nick.
__ADS_1
" Saya calon suaminya Nicholas., dua hari lagi kami akan menikah " Nick masang wajah datar seperti papan, seakan tau kalo Luck mengincar wanitanya.
"Wow ini sangat mengejutkan."
"Hmm... yah aku harap tuan bisa datang ke pernikahan kami, nanti akan ku kirim undangannya ke tempat tuan. " Queen tersenyum tipis.
"Permisi tuan Luck, kami pamit dulu. " Queen ingin berjabat tangan dengan Luck namun tangannya ditarik Nick dan menggantikan dengan tangannya.
"Senang berkenalan dengan anda tuan Lucky Wijaya." Nick tersenyum dingin.
Luck berdiri menyambut tangan Nick lalu mendekati Nick sambil berbisik ketelinganya. "Jaga dia dengan baik atau aku akan merebutnya"
"Kau.... " Queen langsung menarik tangan Nick dan pergi meninggalkan Luck yang tersenyum puas walau memendan kekecewaan setidaknya dia sudah memperingati Nick.
Berbeda dengan Nick yang sepanjang jalan ngomel-ngomel gak jelas membuat Queen terkekeh geli.
"Oh jadi kau suka liat aku cemburu? "
"Calon suamiku ini cenburu? "
__ADS_1
"Kau gak tau sayang apa yang dibisikannya ke aku. "
"Apa? " Queen jadi kepo.
"Dia bilang akan merebutmu dari ku. Sepertinya dia menyukaimu. Tidak bisakah kau batalkan kerjasama ini? "
"Bisa, tapi aku ingin profesional."
"Ayolah sayang aku bisa mengganti kerugianmu dan memberikan keuntungan pada perusahaanmu bahkan aku akan menyerahkan semua perusahaanku apalagi saat sudah menikah nanti semuanya adalah milikmu jadi untuk apa kerjasama dengan ceo pebinor itu. " Wajah Nick sangat kesal.
"Jangan kekanak-kanakan, lagian dia tak melakukan apa-apa juga kan? jadi santailah fokus dengan acara pernikahan kita." Queen masuk ke mobil diikuti Nick, sementara asisten si papan es mengambil tempat di depan sebelah supir. Mobil melaju sedang menuju jalan raya bergabung dengan pengandara lainnya terus berjalan membelah jalanan.
**********
...Thanks guys atas dukungannya...
...Hari ini sedikit santai jadi bisa update ...
... Luv you alot ππ...
__ADS_1