Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 87 Insaf


__ADS_3

Pramuji berjalan ke sel melihat Albert dan Viona yang saling berpelukan.


"Hey kalian dengarkan aku, Aku memang tergabung dalam kelompok mafia tapi aku tidak merusak anak-anak dan negara ini. Kami hanya mengambil hak orang-orang dari para pencuri seperti kau Albert. Setelah itu kami memulangkannya kepada orang-orang yang kalian curi haknya. Kami tidak akan membunuh jika nyawa kami tidak terancam. Kalian mencoba melukai keluargaku, dan aku tidak akan tinggal diam bukan?" Pramuji membuka sel tahanan.


"Keluarlah.... Viona.. Cinta yang kau paksakan tidak akan bisa mendapat kebahagiaan. Cinta dan dendam adalah dua hal yang bertolak belakang. Cinta memberikan kebahagian sedangkan dendam memberikan penderitaan."


Albert dan Viona keluar sari sel tahanan.


"Kalian duduklah." Pramuji mempersilahkan mereka duduk di sofa, sementara anak buah pramuji mengelilingi mereka yang langsung di hentikan oleh Pramuji.


"Mundurlah... biar aku bicara dengan mereka. " Semua anak buah pramuji mundur memberikan ruang pada Viona juga Albert.


"Bicaralah.... ." Pramuji duduk dihadapan mereka dengan tatapan yang cool.


"Aku aku...." Viona mulai berbicara dengan terbata-bata.


"Aku tidak tahu akan seperti ini jadinya, aku begitu cemburu akan Queen yang memiliki segalanya. Dicintai banyak orang bahkan aku tidak tahu bagaimana mencintai diriku sendiri. " Mata Viona mulai berkaca-kaca yang langsung di peluk oleh Albert.


"Pramuji. " Dengan suara yang lemah Albert melepaskan pelukannya, lalu dia berdiri si depan Pramuji.


"Hukumlah aku, lepaskan Viona karena ini semua adalah salah ku. Aku dibutakan oleh cintaku padanya sehingga berkal-kali aku salah langkah. Hukum aku seberat-beratnya, aku sudah banyak berbuat dosa, pengampunan tak pantas aku dapatkan." Albert bersimpuh dikaki Pramuji.


"Aku bukan Tuhan yang menghukum semua pendosa, aku juga tidak punya kuasa untuk memastikan dosamu banyak atau sedikit tapi yang aku tahu adalah kau telah menyentuh keluargaku, hal itu tidak bisa aku terima."

__ADS_1


Albert masi bersimpuh meminta hukuman dari Pramuji namun tiba-tiba Viona menarik tangan Albert sambil bersimpuh di kaki Pramuji.


"Tuan aku yang salah Albert hanya mengikuti kemauanku, hukumlah aku."


Viona mulai menangis. Albert lalu memeluk Viona.


"Hei Vi, aku yang salah... sudahlah, aku tidak bisa melihatmu menangis."


"Pram, hukum aku." Albert mengulurkan kedua tangannya ke arah Pramuji.


Pramuji lalu bangkit, membawa mereka berdua berdiri.


"Berdirilah... Aku berikan kalian kesempatan kedua, hiduplah dengan baik aku yakin kalian saling mencintai hanya saja kalian tak menyadarinya. Pulanglah kalian berdua, mulailah lembaran baru. Jadilah orang baik karena saat kau berubah menjadi baik maka kebaikan akan ada disekelilingmu."


"Pergilah bersama anak buahku, mereka akan mengantar kalian pulang."


Pramuji berjalan keluar gedung bersama Viona juga Albert, tampak Rey sedang berdiri diluar mobil sementara Robert menunggu di dalam mobil.


"Tuan... mereka....? " Alex yang terkejut melihat Viona juga Albert langsung menghampiri Pramuji.


"Tidak mengapa Lex. Aku bukan Tuhan yang bisa menghukum setiap pendosa namun Tuhan juga akan memaafkan pendosa saat pendosa itu insaf."


"Lex kau antarkan Albert dan Viona ke apartemennya."

__ADS_1


"Baik tuan." Alex mengarahkan Albert Viona untuk masuk ke dalam mobilnya. Kemuadian mereka pergi menuju apartemen Viona.


Sementara Pramuji mengantar Robert ke bandara menuju pesawat jet pribadi milik Robert.


****


Bandara, Jakarta


"Pram, aku minta maaf atas kesalahanku selama ini padamu, terimakasih atas kesenpatan ini."


Robert memeluk Pramuji dengan tulus, dibalas oleh Pramuji hangat.


"Selamat tinggal Pram."


"Selamat Jalan Robert. "


Robert masuk ke dalam pesawat meninggalkan Pramuji bersama anak buahnya.


*****


...Bersambung.......


...Terimakasih atas dukungannya selama ini...

__ADS_1


...Love you all ?πŸ˜πŸ™...


__ADS_2