Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 74 Kematian Sang Algadra Blue


__ADS_3

Pramuji berlari dikoridor RS, menuju ruang ICU. Di depan ICU tampak Robert sesang duduk di kursi dengan wajah yang panik.


"Robert, apa yang terjadi? " Tanya Pramuji begitu cemasnya.


"Saya membawanya pulang ke apartemen seperti yang tuan perintahkan, namun sebelum masuk ke apartemen, tuan Jade pingsan lalu saya membawanya ke RS, dan menelepon anda tuan." Robert tertunduk sedih.


"Oh God.... bahkan aku tidak tahu keberadaan keluarganya. Shiit.... why why why...!!!! " Pramuji memukul dinding RS dengan geram.


"Tuan sabarlah tuan." Robert memberanikan diri mendekati Pramuji untuk menenangkannya.


"Kau apa sudah mencari ulang keberadaan keluarga Jade hah?"


"Iya tuan, saya terus mencari walau masih belum adah informasi yang berarti tapi saya yakin mereka masih di Inggris."


Tak lama pintu ruang ICU dibuka, tampak seorang dokter keluar menghampiri Pramuji.


"Tuan I'm sorry, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi kami tidak bisa menyelamatkan nyawa tuan Jade, maafkan saya." Dokter itu memegang bahu Pramuji.


"Oh no please dokter lakukan apapun tolonglah. " Pramuji begitu shock.


"Tuan maaf, kami sudah membersihkan mayatnya, anda bisa masuk tuan. "

__ADS_1


Dokter itu pergi meninggalkan Pramuji bersama Jade yang terbujur kaku. Pramuji berdiri di sisi Jade, membuka kain putih yang menutup wajahnya. Pramuji menangis, hatinya sakit saat ini.


"Jade apa yang harus aku lakukan? jika suatu saat nanti bertemu dengan keluargamu, apa yang harus aku katakan mengenai ini? Apa? Jade bangunlah Jade, bangun please Jade.... "


Pramuji meratapi kepergian sahabat yang sudah seperti keluarganya. Pramuji terus bergeriak.


Robert masuk ke ruangan ICU, mendekati Pramuji yang dalam keadaan berduka.


"Tuan, mari kita siapkan acara pemakaman tuan. Sabarlah tuan. Saya yakin Tuan Jade pasti tak ingin melihat anda seperti ini."


"Hmm... kau benar Robert, ini sudah takdir mungkin ini yang terbaik untuknya. Tapi aku masih belum tenang sampai keluarganya ditemukan."


"Pasti tuan, saya akan terus melanjukan pencarian. "


"Baik tuan." Robert lalu pergi menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan.


Sementara Pramuji, mengurus administrasi RS untuk membawa mayat Jade pulang untuk dikuburkan.


*****


Robert sudah berada di areal pemakaman, dia begitu bahagia, karena orang yang dia benci selama ini sudah mati, balas dendam yang tertunda itu kini terbalas sudah. Robert mengambil handphonenya.

__ADS_1


"Hallo tuan, semua sudah beres, saya sudah di pemakaman."


"Baiklah Robert, mayatnya sudah dimobil, mereka sebentar lagi berangkat ke sana."


Pramuji sudah menyelesaikan segala administrasi di RS lalu mobil mayat berangkat menuju pemakaman, diiringi dua mobil pengawal juga mobil Pramuji sendiri.


****


Suasana haru begitu pekat di areal pemakaman, Pramuji yang memakai kaca mata hitam hanya berdiri tegak menghadap kuburan Jade yang dipenuhi karangan bunga dari para anggota kelompoknya juga beberapa mitra bisnis.


Tidak banyak yang berada di pekaman itu karena Pramuji yang tidak ingin mengekspose terlalu detail, karena musuh mereka sangat banyak. Pramuji tidak mau ada keributan saat pemakaman berlangsung.


Semua para pelayat sudah pergi meninggalkan kuburan, Pramuji masih setia menatap kuburan Jade.


"Jade, ini begitu cepat. Why? bahkan aku masih belum menemukan keluargamu. Dimana kau sembunyikan keluargamu, segitunya kau melindungi keluargamu hingga aku tidak bisa menemukannya "


Pramuji terus bicara seorang diri, meneteskan air mata kesedihan yang mendalam. Sementara Robert mengawasinya dari jauh, dia ingin memberikan ruang untuk Pramuji.


*****


...Segini dulu ya updatenya πŸ˜€...

__ADS_1


...Terimakasih atas dukungannya...


...Salam cinta dari kejaujan buat kalian semua πŸ˜πŸ™...


__ADS_2