Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 72 Dendam Robert


__ADS_3

Flash Back


London - Algadra kena serangan jantung.


"Robert siapkan semua anggota kita, malam ini kita akan membasmi penyamun kecil yang merampok lahanku." Seru Jade Andersen yang saat ini sedang berada di markas mafia dengan memakai topeng emas sang Algadra Blue.


"Maaf tuan, anda masih sakit biar saya saja yang akan melakukannya." Robert sang asisten juga orang kepercayaan Algadra memberikan suaranya walau dengan nada yang terbata-bata.


"Ada apa ini." Seorang pria tinggi tegap dengan tubuh atletis masuk diruangan sang Algadra.


"Pramuji..! Kebiasaan kau ini, masuk tidak ketuk pintu. Apa kau ini tidak makan bangku sekolahan hah.!!! Algadra melemparkan satu bundalan file ke arah Pramuji yang dengan cekatan langsung ditangkapnya.


"Sudahlah, kau ini istirahat saja. Jantungmu masih lemah. Lebih baik kau kembali bersama anak dan isterimu." Pramuji duduk di kursi sambil menaikan kakinya ke atas meja di depan Algadra.


"Kau ini..! Algadra lalu menepis kaki Pramuji turun dari atas meja.


"Hmm.. " Pramuji hanya berdehem.


"Kau tau sekelompok penyamun kecil sedang bermain-main dengan kita."


"Sudah aku bereskan." Dengan santainya Pramuji melemparkan sebuah amplop coklat ke atas meja.


"Apa ini?" Tanya sang Algadra, sementara Robert hanya diam sambil melirik ke arah Pramuji.


Algadra lalu membuka amplop coklat, melihat lembaran foto-foto yang membuatnya tersenyum bangga.

__ADS_1


"Oh... jadi kau sudah membereskan kelompok penyamun itu."


"Seperti yang kau lihat, dan semua yang diambilnya dari mu sudah aku ambil kembali. " Pramuji bicara dengan nada sombong.


Algadra lalu berdiri menghampiri Pramuji, Pramuji pun berdiri. Mereka saling berhadapan, saling tersenyum lalu berpelukan.


"Kau memang sahabat sejatiku, bukan hanya sahabat tapi kau juga adalah saudaraku. "


"Ah sudahlah. Saranku kau kembali saja dengan keluargamu. Hiduplah dengan baik tinggalkan semua ini, jaga kesehatanmu. Anakmu masih kecil, butuh seorang sosok ayah. " Pramuji menasehati Algadra dengan serius.


"Robert kau keluarlah dulu."


Robert si asisten yang serba bisa itu lalu keluar sambil menunduk.


"Baik tuan, permisi. "


"Aku paham, tapi jika aku jadi kau maka aku akan lebih mementingkan hubungan keluarga, kau punya segalanya. Kau mampu menjaga mereka."


"Hmm... tapi aku tidak sehat Pram... "


"Sudahlah, mari kita keluar, aku lapar. "


Pramuji merangkul sahabatnya itu, berjalan beriringan.


"Robert, kau ke kantor sekarang. Tolong handle pekerjaan dikantor. Kami mau makan di luar. Tarik kembali anak buah kita." Titah Pramuji datar.

__ADS_1


"Baik tuan". Robert pergi sambil menatap kedua bos nya dengan senyum smirk.


"Lihat saja, waktunya pasti akan tiba." Batin Robert, lalu keluar base camp menjalankan perintah sang bos.


****


Di resto A tampak Pramuji serta sahabatnya Jade yang sudah membuka topengnya menikmati makan siang mereka, Jade begitu bahagia, hingga Pramuji menyebut satu nama yang membuat Jade menghentikan makannya.


"Please sob, jangan sebut namanya saat ini."'


"Tolong mengerti, Prawira Dirga adalah temanku, saudaraku. Apa kau tidak memandang hubungan kita? mengapa tidak saling berbaikan, jika kita bergabung maka kita akan semakin kuat. " Ucap Pramuji sambil menuangkan minuman ke Jade.


"Hmm.... Aku tidak suka seorang anak ingusan mencoba menyaingi bisnisku. "


"Apa pernah dia mengambil yang kau punya hmmm.... " Pramuji mencoba mengingatkannya.


"Belum, tapi who knows?"


***


...Bersambung.........


...Selamat pagi guys...


...Happy Weakend!...

__ADS_1


...Terima kasih atas dukungannya...


...Love you alot๐Ÿ˜๐Ÿ™...


__ADS_2