Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 76 Viona And Albert Day


__ADS_3

Hari semakin siang, cuaca diluar sangat cerah matahari bersinar terang menghangatkan bumi. Sementara di dalam sebuah apartemen mewah tampak sepasang insan yang masih berselimut diatas ranjang, yang masih terlelap. Cahaya matahari masuk dari celah-celah gorden jendela menyinari wajah seorang wanita yang sedang di peluk oleh seorang pria dewasa dengan posesifnya. Perlahan wanita itu membuka matanya.


"Sayang sepertinya kita kesiangan." Ucap wanita itu yang tak lain adalah Viona, yang perlahan mengelus tangan pria yang memeluknya erat.


"Apakah sudah pagi hm...?" suara khas orang bangun tidur.


"Ini sudah siang, sudah pukul 12 siang." Viona mencoba bangkit namun tangan kekar pria itu menahannya, menarik tubuhnya masuk kembali dalam pelukannya.


"Albert please, kita ada jawal bertemu dengan Robert, hari ini dia berjanji akan menyerahkan Pramuji kepada kita. Apa kau lupa hmm? "


Albert semakin mengeratkan pelukannya, menciumi wajah Viona dengan lembut, lalu ******* bibir nya yang tipis sesaat.


"Good morning sayang, its morning kiss." Albert tersenyum lalu melepaskan pelukannya.


"Aku tak mungkin lupa, hari saat aku harus kehilangan, 70% usaha yang telah aku raih dengan susah payah."


"Oh sayang maafkan aku." Viona memeluk Albert dengan hangat."


"Jangan memancingku sayang, kau membangunkan singa tidur hmm.... " Albert membalas pelukannya lalu mencium pucuk kepala Viona.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu, tak perlu meminta maaf, asal kau bersamaku apalah harta bagiku karena hartaku yang sesungguhnya itu adalah dirimu sayang. " Albert mencium pipi Viona lembut.


"Lagi pula 30 % itu masih cukup banyak, aku masih punya saham di beberapa Perusahaan di negaramu ini, jadi aku masih tetap kaya hmm... "


Viona tersenyum manis, tanpa disadarinya air matanya menetes mengenai dada Albert yang polos.


"Hey ada apa beib, apa kamu menangis? " Albert mengusap air mata Viona lalu mencium lembut kedua matanya.


"Maafkan aku Albert, selama ini sudah buta. Mencari cinta diluar sana, cinta yang tak bisa ku raih namun kenyataannya cintaku ada padamu. " Viona semakin menangis tersedu, menyembunyikan wajahnya di dada bidang Albert.


"Hey beib, hei... sudah. Aku memahamimu sudahlah. Jangan bilang kau menangis karena aku tidak lagi seorang milyuner hmm... haha.. " Albert tertawa kecil. Disambut pukulan oleh Viona di dadanya.


"Tinggal dengan mu... why? "


"Ya tinggalah dengan ku karena aku ingin melihatmu setiap waktu tanpa mencari kesana kemari. " Albert bicara tergagap.


"Apa maksudmu sayang...?"


"Hmm... I wanna marry you. " Akhirmya lepas juga dari dadanya, Albert merasa lega.

__ADS_1


"But why? " Viona bertanya dengan senyum manis dibibirnya.


"Because I wanna spent in every second of my last life with you."


"Apakah begini caramu melamar wanita hmm...? ditempat tidur seperti ini? " Viona terkekeh geli melihat sikap Albert saat ini.


"Aku bukanlah seorang yang romantis, aku tidak pandai melantunkan kata-kata. Inilah aku, aku juga tidak berharap kamu menjawabnya sekarang tapi jangan terlalu lama menjawabnya." Albert memeluk Viona kembali lalu melepasnya, bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi. Viona hanya memandangnya dari tempat tidur, kemudian bangkit lalu menyusul Albert ke kamar mandi.


"Hey beib, apa kamu ingin bergabung hmm... ?" tampak Albert sedang berada dibawah pancuran air shower.


"Yes aku ingin bergabung denganmu." Viona mendekat lalu tangan kekar Albert membawa tubuh polos Viona ke dalam dekapannya. Air terus menyirami tubuh mereka berdua. Albert *******bibir Viona dengan rakus, tangannya bergerilya kesana kemari, suara ******* Viona membuat Albert semakin semangat melanjutkan kegiatannya. Dua insan yang sedang dimabuk cinta, melampiaskan rasa cinta yang selama ini tidak mereka sadari bahwa mereka berdua saling membutuhkan dalam ikatan cinta penuh kasih sayang.


*****


...Bersambung.... 😁...


...Terimakasih guys atas dukungannya...


...Love you so much πŸ˜πŸ™...

__ADS_1


__ADS_2