
Lain halnya di Jakarta Pramuji dan Ziddan sedang mencari keberadaan Robert mantan asisten Pramuji saat masih bersama daddy Nick. Ziddan menghentikan mobilnya dibandara untuk segera berangkat ke Bali sore ini. Menurut mata-mata mereka Robert akan mendarat di Bali besok pagi, untuk liburan hal yang sangat aneh bagi mereka. Akhirnya tanpa banyak berpikir
Saat ini mereka sudah di dalam pesawat jet pribadi Queen, duduk santai menunggu lepas landas.
"Pucuk dicinta, ulampun tiba." Jika informasi ini benar maka kita tidak susah-susah lagi mencari keberadaannya." Ziddan begitu antusias akan keberangkatan kali ini.
"Tuan apakah kita perlu mengerahkan banyak anak buah kita disana? aku takut ini jebakan, entahlah tapi feeling ku... " Ziddan menumpahkan isi hatinya yang was was.
"Hmm.... aku juga sedang memikirkannya, mengapa tiba-tiba saat kita lagi mencari titik terang dari permasalahan ini Robert hadir di Indonesia untuk liburan. Sangat mencurigakan. Ohyah, kau sudah menghubungi bos mu hmmn.... "
"Belum tuan, seharian kita sibuk aku belum sempat menelepon asistenku, juga si bucin itu. " Ziddan terkekeh geli mengingat bosnya yang bucin akut.
Akhirnya pesawat merekapun take off menuju Bali yang memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan.
*********
Sementara Viona sudah berada disalah satu hotel di kota Denpasar Bali bersama seorang laki-laki paruh baya yang tak lain adalah Albert. Mereka sudah tiga hari disana sejak peristiwa penyerangan Algadra di gudang pelabuhan tua, walau sudah berhasil kabur dari Algadra namun sudah tentu mereka belum sepenuhnya aman karena Algadra pasti menemukan mereka.
"Apa yang akan kita lakukan selajutnya Albert? " Tanya Viona putus asa duduk disamping Albert disebuah sofa panjang diruangan presidential suite yang mereka tempati saat ini.
"Jika ini Inggris saja maka aku pasti bisa membalikan keadaan, saat ini Pramuji sudah memblok beberapa akses ku di negaramu ini, tapi sepertinya aku harus bertemu dengannya." Albert menuangkankan minuman ke dalam gelas nya kali ini dia hanya minum soft drink.
__ADS_1
"Pramuji pasti membunuhmu. " Jawab Viona enteng.
"Ini semua karena kau, kalau saja kau tidak menculik ibunya setidaknya kita bisa bernegosiasi. Tidak seperti ini. "
"Maafkan aku Albert. " Viona mengecup sekilas bib** Albert, saat hendak melepaskannya Albert menahan tengkuk Viona membalas kecupan singkat itu menjadi luma**n yang dalam, lumayan lama mereka melakukannya hingga dering handphone Albert menghentikan kegiatan panas mereka.
"***** Mengganggu saja." Albert menggerutu kesal disambut tawa oleh Viona
"Angkatlah sayang, kita masih banyak waktu melakukanmya. "
"Hallo.... yes I'm.. " Albert menerima sambungan telepon itu dengan masih sangat kesal karena aktivitasnya terganggu.
"What? siapa bos mu? aku tak ada urusan dengan kalian. " Sergah Albert kasar.
"Saat ini Black shadow dan Algadra ada di Bali." Jawab orang diseberang sana penuh penekanan.
"Wha? hmm... baiklah aku akan datang."
Lalu sambungan telepon terputus sepihak.
"Siapa itu Albert? tanya Viona yang sangat penasaran.
__ADS_1
"Entahlah, kita akan liat siapa dia jam 11 nanti malam, tapi katanya Algadra ada di Bali saat ini."
"Apa itu mungkin? apakah mereka mengetahui keberadaan kita atau mereka hanya senang-senang di Bali ini.
"Tak ada yang tidak mungkin bagi mereka, anggota mereka banyak tersebar bukan hanya anak buahnya yang setia saja tapi juga seluruh rekan bisnis mereka akan dengan suka rela memberikan informasi untuk mereka dalam hal apapun." Albert menghembuskan nafasnya kasar lalu membuka beberapa kancing kemejanya mengambil botol minuman yang tadi sempat diabaikannya.
ko
Ilustrasi Viona
******
...Bersambung.......
...Happy Sunday Guys...
...Thanks ya atas dukungannya ya...
...Love you alot ππ...
__ADS_1