
Robert, Albert dan Viona kini sudah bertemu di sebuah resto, layaknya teman lama nereka begitu akrab bak 3 sekawan. Mereka baru saja menyelesaikan makan siang mereka yang sudah kesorean.
"Ini semua berkasnya sudah aku siapkan." Ucap Albert datar. Robert mengambil berkas itu lalu memeriksanya.
"Hmm... ok sepertinya sudah lengkap. Mari kita ke apartemen , aku menyekap Pramuji disana. "
"Apakah kau yakin? " Selidik Viona was-was.
"Maksudmu?" Tanya Robert.
"Hmm... bisa saja dia kabur. " Ucap Viona datar.
"Kita akan tahu saat sudah disana. "
Mereka bertiga keluar resto, menuju parkiran. Robert melihat dua anggotanya sedang menunggu di mobil. Namun tiba-tiba, dari arah belakang mereka ada seseorang yang menyergap mereka dengan menggunakan obat bius, sehingga membuat mereka bertiga tak sadar diri juga dengan dua anggota Robert yang lain. Dengan gerak cepat mereka semua dimasukan dalam satu mobil lalu sekelompok orang lagi masuk ke dalam mobil lain. Dua mobil itu melaju dengan cepat keluar parkiran menuju markas mereka. Tampak disana salah satu pria muda usia 25 tahun, duduk di kursi belakang dengan santai layaknya bos memakai kaca mata hitam berjas hitam dengan kemeja biru yang sangat berkelas. Pria muda itu sedang menelepon seseorang.
"Hallo tuan, saya sudah mengamankan mereka sesuai perintah. Saat ini kami sudah di jalan menuju markas." Ucap pria muda itu sopan, yang tak lain adalah Alex tangan kanan Pramuni.
"Baiklah, kau urus saja mereka semua. Aku mau istirahat sejenak. Aku sangat lelah. " Jawab Pramuji diseberang sana.
__ADS_1
Alex memutuskan sambungan selulernya, lalu memanggil seseorang dengan radio HT miliknya.
"Rico, aku tidak melihat mobil kalian, dimana posisi kalian? "
"Ya tuan, kami ada di belakang anda tuan, tadi kami terjebak macet."
"Masuk ke depan, biar aku yang dibelakang."
"Baik tuan. " Panggilan radio berhenti, mobil van hitam yang ada di belakang mobil Alex pun meluncur ke depan, kini mereka beriringan melaju dengan kecepatan tinggi menuju markas.
Tak butuh waktu lama, iring-iringan mobil Alex sudah sampai di tempat tujuan, Sebuah gedung dengan di dalam areal perkebunan yang luas dipinggir kota. Tampak banyak penjagaan disekeliling gedung, beberapa orang datang menghampiri mobil Alex dengan sedikit berlari, membuka pintu mobil Alex, lalu Alexpun keluar dari dalam mobil, diikuti oleh semua orang yang ada di mobil. Anak buah Alex membawa 3 sekawan itu masuk ke gedung masih dalam keadaan tak sadar, lalu mereka semua dimasukan ke dalam sel tahanan ruang bawah tanah di markas Balck Shadow. Para anak buah Alex semua berbaris rapi di depan pintu sel, sebagian lagi ada yang berjaga di luar ruangan.
****
"Ehem...! " Pramuji mengalihkan perhatian Ziddan ke arahnya, yang begitu melihat Pramuji wajah Ziddan jadi salah tingkah.
"Hehe tuan uncle maaf." Ziddan lalu memutuskan sambungan VC nya dengan cepat.
"Kau tak juga berubah... " Ucap Pramuji dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Hanya hiburan tuan, aku lelah kalau berbaring terus menunggu uncle."
"Hmm... sudahlah, mari kita keluar. Oh yah apakau mau ikut ke London? "
"Hmm... maaf tuan sepertinya aku harus tetap stay sampai Nick kembali, tapi jika tuan uncle pergi siapa yang akan mengurus perusahaan kalian?"
"Ada banyak sekretarisku, Alex juga akan mengamankan semuanya. " Jawab Pramuji cool.
"Baiklah kalau begitu tuan uncle, aku akan mempersiapkan semua keperluanmu."
"Tidak perlu Ziddan, Alex sudah menyiapkan semuanya. " Jawab Pramuji sambil berjalan keluar.
"What? hmmm.... baiklah kalau begitu rasanya asyik juga nyantai kayak dipantai. " Memasang wajah datar, Ziddan mengikuti langkah Pramuji dari belakang.
****
...Bersambung... ...
...Terimakasih atas dukungannya ...
__ADS_1
...Love you all.... ππ...