Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 95 Ngidamnya Ratu Mafia


__ADS_3

Tak terasa sudah sebulan berlalu, Riantipun sudah pulih sepenuhnya, karena sang dokter spesialis jantung selalu memperhatikan kesehatannya. Pihak keluarga kedua belah pihak sudah merestui hubungan Ziddan dan dokter Abigail, sementara Queen masih dengan ritual ngidamnya yang ingin berlatih pedang yang tentu saja dilarang oleh Nick.


Saat ini mereka semua berada di ruang keluarga, berhubung hari libur jadi dimanfaatkan untuk saling bercengkrama. Karena jika hari kerja mereka tidak bisa bertemu karena semua disibukan dengan pekerjaan masing-masing. Ziddan harus bergelut dengan pekerjaannya di beberapa perusahaan. Nick mengurus masalah kontrak kerja sedangkan Pramuji serta Queen mengurus perusahaan mereka pula, Nah dokter cantiknya Ziddan sudah pasti ada di RS menangani pasien jantungnya. Kalau Rianti hanya bertanam bunga dikebun.


"Pokonya aku mau latihan pedang, titik." Queen merajuk menekuk wajahnya membelakangi Nick.


"Honey kau boleh latihan yang lain tapi jangan pedang. Cobalah tanya dokter Abigail pasti tidak boleh melakukan hal ekstream, saat usia kandunganmu masih sangat muda, baru memasuki usia dua bulan honey mengertilah." Bujuk Nick yang sudah kelimpungan menghadapi bumil mafia ini.


"Dokter Abigail hanya tahu soal jantung, bukan kehamilan." Gerutu Queen.


Dokter Abigail yang duduk disebelah Ziddan hanya terkekeh geli melihat sepasang suami isteri itu. Karena selama dia bergabung dalam keluarga mereka tak pernah sekalipun melihat Nick seperti ini, selalu cool, datar tanpa ekspresi namun sekarang Nick menampilkan sisi berbeda, membujuk sang isteri yang sedang ngidam.


"Kakak ipar kali ini aku berpihak pada si bos, itu tidak baik, ya kan sayang. " Ucap Ziddan diangguki oleh Abigail.


"Sayang..." Pramuji menghampiri Queen.


"Untuk kali ini suami mu itu benar, usia kandunganmu belum cukup kuat untuk latihan pedang. Kalau ngidam jangan yang ekstream ya sayang... " Pramuji mengelus kepala Queen.


Queen tak memperdulikan semua orang, dia beranjak pergi ke ruang latihan Nick. Nick mengikuti Queen dari belakang sambil tersenyum smirk. Queen melihat pintu yang terkunci, lalu menatap Nick dengan tatapan yang tajam.


"Kau mencari ini honey?" Nick mengambil kunci pintu dari kantongnya lalu mengacungkan ke arah Queen, saat Queen ingin mengambilnya Nick langsung menarik tangannya dari hadapan Queen. Queen tersenyum smirk. Queen mencoba meraih kunci dari tangan Queen, namun Nick terus menghindar hal itu tentu saja membuat Queen marah. Dalam hitungan detik Queen memukul dada Nick namun Nick cepat menghindar, Queen terus menyerang, menendang dan akhirnya kunci itu terpental dari tangan Nick dan langsung ditangkap Queen. Sontak saja hal itu membuat seluruh isi rumah riuh mencemaskan Queen.


"Kau salah orang Mr. Andersen." Queen menatap suaminya nya jatuh terduduk. Queen membuka pintu lalu masuk ke dalam ruang latihan yang dikejar oleh Pramuji.


"Uncle... apakah seperti ini gadis kecilmu hah?" Tanya Nick kesal. Pramuji hanya senyum. Sementara Ziddan tertawa terbahak-bahak melihat Nick ditendang oleh Queen. Untung Rianti sedang di kamar saat terjadi sparing partner tadi kalau tidak bisa kumat lagi sakit jantungnya.

__ADS_1


"Diam kau Zid, mau ku potong gajimu." Mendengar itu Ziddan langsung menutup mulutnya. Abigail tertawa kecil melihat tingkah kekasih nya.


Queen sudah di dalam ruang latihan, dia mengambil pedangnya, bersiap untuk mainkannya.


"Darling, please jangan terlalu banyak bergerak ok, kau boleh latihan pedang tapi uncle mengawasi mu ok.. " Pramuji berusaha meyakinkan Queen.


"Kamu sedang hamil muda, kasihan anakmu jika kenapa-kenapa, apa kamu mau membahayakan anakmu hmmm.... "


"Tidak uncle, aku hanya kepingin entahlah aku sulit melawannya, apa karena anak ku ini yang minta ya uncle.?" Queen mengelus perutnya. Nick mulai mendekat.


"Ya sudah kau latihan dengan uncle ok, tapi pelan-pelan." Pramuji mengambil pedangnya dan bersiap sparing paetner dengan Queen. Queen menyerang Pramuji dengan gerakan sedikit lambat sepertinya dia sangat hati-hati. Namun tiba-tiba Queen menghentikan gerakannya.


"Apa kau lelah,?" Tanya Pramuji cemas.


"Aku lapar honey." Queen menatap Nick manja.


"Oh aku kira apa, ayo kita ke ruang makan." Ajak Nick. Tapi Queen tak mau kesana, dia malah kembali ke ruang tengah. Nick mengikutinya.


Pramuji menyimpan pedangnya kemudian pergi ke ruang tengah kembali bergabung dengan yang lainnya. Rianti juga baru saja tiba disana.


Sementara Nick mengikuti sang isteri yang mood nya benar-benar tak stabil. Queen duduk di sofa dengan cemberut.


"Honey kau mau makan apa biar aku siapkan." tanya Nick putus asa.


"Hmmm... aku mau makan rujak tapi Ziddan yang buat." Ucap Queen dengan Tegas, padat dan jelas! πŸ˜‚

__ADS_1


Ziddan yang sedang minum langsung tersedak.


"Oh kakak ipar mengapa kau kini menyiksaku."


Abigail ikut tertawa.


"Pokonya mau rujak, ini permintaan Nick junior." Sergah Queen.


"Ziddan cepat kau buat, kali ini bukan gaji yang ku potong, Apartemenmu bisa aku sita nanti." Ancam Nick dengan tatapan tajam.


"Is gk gitu juga la bos, tak bisa apa lihat aku santai dengan ayang beb." Gerutu Ziddan.


"Ya sudah sini biar aku bantu." Ucap Abigail.


"No no no aku mau Ziddan yang buat rujaknya." Disambut ketawa oleh Pramuji, Nick, Rianti serta Abigail.


"Ya sudah aku buat." Ziddan pergi ke dapur bersama Abigail.


****


...Bersambung......


...Terimakasih buat semua yang sudah mendukung karya aku...


...Love you so much πŸ˜πŸ™...

__ADS_1


__ADS_2