
Nick sekarang ada di ruang tamu bersama Reynold yang sering disapa Rey, asisten serba bisa mirip Ziddan namun ini berakhlak yang baru beberapa hari bersama, Nick sudah terlihat nyaman. Mereka duduk berhadapan berbicara begitu serius.
"Rey kau tahu apartemen Lucky Wijaya? "
"Tahu tuan, seandainya saya tidak tahu maka saya akan tahu dengan sangat cepat." Sambil menunduk tanpa bermaksud sombong.
"Sombong.! " Nick menatap datar.
"Saya tidak berani tuan, maaf. " Rey semakin menundukan wajahnya.
"Hmm... aku ingin memberinya pelajaran, aku tidak ingin dia menggoda isteriku."
:Apa yang harus saya lakukan tuan? " Rey mengangkat wajahnya melihat Nick.
"Aku beri kau waktu sampai malam ini, si Lucky itu harus kembali ke negaranya. " Dengan penuh penekanan.
"Rey seakan lega, dia berpikir tuannya ini akan menyakitinya atau bahkan bisa saja memerintahkannya untuk membunuh."
"Kenapa? hmmm..... Nick yang seakan tahu isi kepala Rey pun menatapanya semakin dingin.
"Aku ini memang mafia, namun untuk masalah ini aku tidak mau mengotori tanganku, cukup hatinya yang aku serang itu akan membuatnya sakit lebih sakit dari sayatan pedang ku. " Senyum smirk sangat jelas di wajah Nick.
"Baik tuan, saya undur diri. Tolong tuan jagalah kesehatan anda, kepala anda bisa sakit lagi jika anda tidak menjaga kesehatan anda. "
__ADS_1
"Apa kau menyumpahi aku hmm...? "
"Saya tidak berani tuan, anda tuan saya sudah tugas saya menjaga tuan dengan baik, saya tidak mau mengecewakan tuan Ziddan. "
"Apa?!! yang kasih kamu gaji itu aku bukan nya Ziddan." Nick semakin kesal. "Tapi ada benarnya juga ucapan anak ini. " Batin Nick yang akhirmya mulai tersenyum tipis.
"Maafkan saya tuan. " Rey menundukan wajahnya.
"Ah sudahlah, kau siapkan anak buahmu untuk mengawal rumah ini, aku tidak mau ada orang tidak dikenal masuk kemari. "
"Baik tuan, saya permisi." Rey berlalu pergi meninggalkan tuannya yang sedang galau dengan isteri tercintanya.
*****
"Honey, please buka pintunya, makanlah dulu setidaknya demi anak kita please."
Queen yang sadar pintunya diketuk oleh Nick perlahan berjalan ke arah pintu tapi dia tidak membukanya malah merapatkan tubuhnya di pintu. Queen memejamkan matanya, Queen sangat merindukan Nick juga membencinya.
"Aku merindukanmu Nick." Queen berbicara sangat pelan." Queen mengusap perutnya lembut.
"Honey please open the door please. " Diluar Nick masih mengetuk pintu kamar Queen. Entah ketukan yang keberapa kali akhirnya Queen membuka pintu kamar lalu keluar kamar. Nick melihat Queen keluar begitu bahagia ingin rasanya memeluknya tapi dia takut Queen akan menolaknya atau bisa saja menyerangnya. Bukan penyerangan yang ditakutkannya tapi kondisi kejiwaan Queen juga bayi yang di dalam kandungannya. Nick tidak ingin isteri serta anaknya kenapa-kenapa. Kalau penyerangan itu adalah hal kecil, luka sedikit akibat ulah isterinya adalah sesuatu yang membahagiakan, toh luka tadi pagi sudah hilang juga pikirnya, Nick tidak mempermasalahkannya.
"Honey, mari kita makan. " Memasang senyum manis mencoba mecairkan gunung es itu. Nick ingin meraih tangan Queen tapi tangannya ditepis Queen lembut.
__ADS_1
"Apa kau tidak ingin memeluk ku setelah apa yang terjadi diantara kita honey? " Queen meneteskan air matanya kembali namun kali ini dengan senyum manis menghias wajahnya.
******
Flash Back
Florence bukannya kedapur untuk masak saat berpamitan pada Nick, melainkan pergi ke kamar Queen.
Florence mengetuk pintu lalu membukanya karena ternyata tidak dikunci.
"Darling..." Florence memeluk Queen yang masih meneteskan air mata.
"Kau boleh menangis tapi ini sudah cukup, kau sudah mendengar penjelasan Nick. Kau lihatlah dia kin bukan hanya terluka phisiknya tapi juga batinnya. Kasihanilah anakmu karena pasti dia tidak ingin daddy dan mommy nya seperti ini. Semua ini takdir yang tidak bisa kita hindari. Kita ini manusia yang memiliki batasan-batasan yang tentunya tidak sempurna. Dendam hanya akan membawa pada kebencian, lalu kebencian akan menyisakan rasa sakit serta kehancuran. Seandainya Nick yang benar-benar melakukan pembunuhan langsung tanpa ada pengaruh pihak lain dendam itu tetap menyakitkan. Apalagi ini karena pengaruh pihak lain yang sengaja memanfaatkan situasi kalian berdua. Atau bisa dikatakan bukan dia pelaku pembunuhan berencana itu, jika kau tetap mendendam maka hati mu pasti tidak akan tenang, hatimu akan hancur karena aunty tahu kamu sangat mencintai Nick bukan? "
Florence terus menasehati keponakannya ini yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri.
********
...Selamat pagi guys...
...Semangat beraktifitas di Jumat penuh berkah ini...
...Mohon dukungan Like, Comment dan Vote nya ya guys...
__ADS_1
...Terimakasih Love you alot πππ...