
Pramuji sudah rapi bersiap turun menuju resto untuk sarapan, Pramuji membuka pintu kamar, melihat kiri kanan lalu memanggil anak buahnya yang bertugas menjaga kamarnya dari luar, namun tidak satupun yang terlihat. Mencoba menelepon Ziddan tapi tak diangkat, ini sudah panggilan ke tiga kalinya. Pramuji menutup pintu kamarnya, berjalan menuju lift dengan sangat waspada. Menyusuri lorong kamar hotel hingga sampai di depan pintu lift, menunggu beberapa saat lalu pintu lift terbuka, disana ada tiga orang yang juga ingin turun ke lantai bawah. seorang diantaranya anak kecil bersama ibunya dan satu nya lagi seorang petugas hotel. Pramuji masuk ke dalam lift dengan kewaspadaan penuh. Berdiri disamping wanita yang menggandeng anaknya. Sedangjkan petugas hotel berada di depan anak kecil itu. Tak lama lift berhenti lalu masuk lagi seorang petugas hotel bersama seorang pria bule sepertinya tamu hotel. Pramuji melihat jam tangannya, sedikit melirik petugas hotel yang berdiri membelakanginya. Namun tiba-tiba dari arah samping wanita itu menekankan sesuatu ke pinggang Pramuji, Pramuji hendak mengambil pistolnya namun tertahan saat mendengar suara senjata api yang sedang ditarik pelatuknya siap untuk menembak.
Wanita itu tersenyum manis, dengan tangan kirinya berada di pinggang Pramuji yang tertutup oleh selendang yang melingkar di tubuh wanita itu.
"Jika aku jadi kau maka aku akan tetap diam, so tenanglah nikmati pagi yang indah ini tuan." Wanita itu berbisik nyaris tidak terdengar.
Tak lama lify berhenti kembali, kali ini pria bule keluar dari lift juga anak kecil yang bersama wanita yang sedang menodongkan senjatanya ke Pramuji. Lift jalan kembali lalu berhenti di lantai 2, tampak didepan lift empat orang pria berpakaian hitam, lalu wanita itu menggiring Pramuji keluar lift disambut empat pria yang berpakaian hitam. Salah satu pria itu menodongkan pistol ke Pramuji. Wanita itu lalu berjalan di depan mereka, masuk ke tangga darurat.
:Ayo ikut cepat." Bentak pria yang sedang menggiring Pramuji, sedangkan Pramuji hanya tersenyum.
"Lewat sini." Mereka melewati pintu keluar darurat menembus belakang hotel, membawa Pramuji masuk ke dalam mobil,lalu tangannya diborgol, handpbonemya dicampakan ke jalan, pistol yang ada di balik jasnya diamankan oleh orang-orang yang tidak dikenal tersebut. Mobil melaju keluar hotel menembus jalan raya, melaju dengan kecepatan kencang menjauh dari hotel.
*****
Ziddan yang sudah selesai makan, masuk lagi kedalam mobil karena rasa lapar yang tidak bisa ditahannya. Saat melihat jam, dia baru sadar Pramuji tidak bisa di hubungi. Dengan radio HT Ziddan mengontak anak buahnya yang berjaga disekeliling hotel. Mencari informasi mengenai Pramuji.
"Ada apa ini? mengapa tuan uncle tidak bisa di hubungi? " Batin Ziddan.
"Hey kalian, ayo kita masuk, yang lain tetap di posisi. Lacak Gps Tuan Uncle, sekarang!."
Ziddan masuk ke dalam hotel, menuju kamar Pramuji, namun setelah di dalam tidak ada juga tanda-tanda keberadaan Pramuji. Kamar di kunci. Lalu Ziddan melaporkan ke pihak hotel untuk melihat rekaman cctv terkait unclenya yang tiba-tiba hilang seperti ditelan bumi.
__ADS_1
"Aduh pak, tolonglah uncle saya hilang sejak keluar dari kamarnya sejam lalu. "
Keluh Ziddan pada petugas hotel.
"Maaf pak ini bukan wewenang kami, kalaupun anda bisa melihat cctv kami, harus ada surat ijin dari pihak kepolisian.
Ucap petugas hotel sopan.
"Kelamaan! bisa-bisa uncle ku sudah mati."
Ziddan semakin kesal.
"Hallo, ya ... ada berita apa?
"Tuan, aku menemukan handphone tuan Pramuji di jalan belakang hotel."
" What? bawa ke mobil ku, tunggulah disana."
Ziddan lalu menelepon seseorang. Lalu menutup handphonenya. Tak lama petugas hotel itu juga mendapat telepon dari seseorang.
"Hallo selamat pagi tuan, iya tuan. Tapi tuan... baiklah tuan. Selamat pagi tuan."
__ADS_1
Petugas hotel itu menutup teleponnya.
"Hmmm... Bagaimana? " Ziddan menatapnya kesal.
"Tuan maafkan saya, bukan maksud saya tidak memberi akses kepada anda tuan. Saya hanya menjalankan tugas. Mari tuan silahkan lewat sini, anda bisa melihat cctv kami." Petugas hotel menyuruh Ziddan mengikutinya.
"Dari tadi dong, buang-buang waktu saja kau ini. " Keluh Ziddan sambil berjalan dibelakang petugas hotel bersama 2 orang anak buahnya.
Pramuji mempunyai banyak pengaruh. Disamping banyak perusahaan yang menjadi mitranya, Pramuji juga memiliki saham terbesar berlabel QGC dibeberapa perusahaan di berbagai bidang, bahkan petinggi pemerintahanpun mengenalnya dengan baik, jadi sudah pasti untuk mendapat ijin melihat cctv hotel adalah hal mudah bagi Ziddan yang sebelumnya sudah menghubungi Nick tentang Pramuji yang hilang. Nick kemudian memberitahukan kepada Queen, sehingga Queen bisa bertindak cepat.
****
...Segini dulu ya guys...
...We"ll be right back!...
...Salam sayang buat kalian semua...
...ππππ...
...Mohon Tinggalkan jejak π...
__ADS_1