
Di dalam ruangan yang cukup luas tampak seorang dokter muda yang cantik sedang sibuk memeriksa beberapa file. Di atas meja terpasang papan nama Dr. Abigail Kheil. Dokter Abigail senyum-senyum sendiri sambil melihat file ditangannya padahal file itu berisi tentang hasil lab pasien yang sedang ditanganinya sudah pasti tidak ada hal lucu disana.
"Iss... kok aku jadi mikirin tuan itu sih... tapi wajahnya tampan juga" Batin Abigail yang pikirannya sedang traveling mengingat tingkah Ziddan tadi.
Tok tok tok....
Lamunan sang dokterpun ambyaarr karena ketukan pintu seseorang.
"Ya silahkan masuk." Abigail mempersilahkan masuk seseorang yang mengetuk pintu ruangannya dengan suara yang lembut berharap yang datang itu orang yang sedang ada dalam lamunannya barusan. π
"Permisi dokter cantik " Ziddan nongol dari balik pintu, menampilkan senyum terbaik selama dia hidup.
Blush...
Dokter Abigail salting, menatap Ziddan yang memang sangat tampan.
"Silahkan masuk tuan....ucapan dokter Abigail terpotong kalimat Ziddan.
"Ziddan, nama saya Ziddan dokter." Mengulurkan tangannya, lalu disambut Abigail dengan piipi yang merona. Ziddan yang jam terbangnya sudah cukup tinggi untuk urusan cewek, melihat Abigail yang malu semakin memanfaatkan kesempatan, dia mengelus lembut tangan Abigail lalu dengan cepat ditarik oleh Abigail dan pipinya semakin merah seperti kepiting rebus.
"Oh maaf dokter, karena dokter begitu cantik saya jadi lupa diri." Ziddan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Ah anda bisa saja tuan Ziddan..." Abigail semakin gelagapan lalu mempersilahkan Ziddan duduk.
"Loh kok tuan sih... " Protes Ziddan lembut sambil mendudukan dirinya dikursi.
"Saya harus panggil apa? " Abigail sedikit bingung menghadapi pria tampan yang memang sangat tampan dihadapannya ini.
"Ziddan saja... " balas Ziddan.
"Tapi sepertinya anda lebih tua dari saya dan itu tidak sopan." Ucap Abigail sambil memeriksa beberapa file dengan memsasang mood senyum.
__ADS_1
"Emang saya keliatan tuan ya?" Ziddan memegang jasnya yang tidak dikancing memutarkan tubuhnya kiri kanan. Abigail yang melihat itu jadi terkekeh geli.
"Ini hasil tes lab ibu anda tuan." Masih menahan tawanya.
"Dokter ini benar-benar ya... " Ucap Ziddan kesal karena Abigail memanggilnya tuan.
"Apakah saya mengganggu?" Netra ziddan menangkap Abigail melihat arah jam dinding.
"Ah tidak, tapi sebenarnya jam tugas saya sudah habis. Saya masih disini karena menunggu tuan jadi setelah ini saya akan pulang ke rumah." Abigail berbicara gamblang tetap dengan senyumnya yang menawan.
"Apakah suami dokter menjemput? " Ziddan tembak langsung dengan tatapan penuh arti ke arah Abigail.
"Bahkan saya tidak sempat untuk memikirkannya karena sibuk bekerja." Jawab Abigail tertawa kecil.
"Atau mungkin tunangan, kekasih.... " Ziddan terus bertanya menyelidik.
"Tidak juga tuan, mana ada pria yang mau sama saya yang selalu di RS 24 jam." Jawab Abigail lagi.
"Tapi saya mau kok sama dokter, apa dokter mau menjadi kekasih saya?"
(Othor : "Gila ni orang, bisa-bisanya langsung nembak.π"
Ziddan : "Diam kau thor. π)
Blush...
Jantungnya berdebar kencang
deg deg deg...
"Apa??" Abigail tersedak padahal tidak sedang makan, dengan cepat Ziddan menyodorkan gelas yang berisi air putih dimeja sang dokter. Abigail langsung meminumnya sambil mengelus dadanya. Abigail berusaha profesional.
__ADS_1
"Maaf tuan... File itu berisi keterangan hasil lab ibu anda, ibu anda memiliki riwayat penyakit jantung kronis, jadi tolong jangan membuat pikirannya terbebani, walau saat ini jantungnya sudah stabil tapi sewaktu-waktu bisa kambuh lagi dan itu sangat beresiko." Abigail menjelaskan detail walau sebenarnya jantung yang tak stabil disini adalah jantungnya sendiri. Abigail menunduk pura-pura melihat file lain. karena dia tak mampu melihat mata Ziddan yang menatapnya tak berkedip. π
"Oh iya dokter baiklah terimakasih." Ziddan mengalihkan pandangannya melihat isi amplop yang diberikan dokter Abigail.
"Bole minta no handphone anda dokter." memasang wajah puppy eyes.
"Please.... " dengan penuh pengharapan.
Abigail menyodorkan handphonenya ke Ziddan, langsung ditangkap Ziddan dengan cepat dia mengetik no handphonenya mensave dengan nama My Love lalu menyerahkan kembali ke dokter Abigail. Abigail tersenyum melihat di layar nomor yang disave Ziddan, tak lama dia memberikan miss call.
"Itu nomor saya tuan." Ucap Abigail tertawa kecil melihat tingkah Ziddan yang absurd.
"Wow... terimakasih dokter, saya permisi." Ziddan pergi keluar dari ruangan dokter Abigail sambil mencium handphonenya. Abigail yang melihat itu lagi-lagi tertawa kecil. "Dasar orang aneh. " Batinnya.
(Othor : "Tapi kamu suka kan.... π"
Abigail : "Hmm... au ah gelap π
Othor : " Wkwkwk")
****
...Selamat pagi guys...
...Happy Weekend...
...Terimakasih atas dukungannya...
...Terimakasih sudah menghargai karya saya dengan memberikan komentar yang baik...
...Sukses selalu buat kita semua. ππ...
__ADS_1