Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 110 Penyesalan


__ADS_3

Nick terus meraung, meratapi hidupnya penuh dengan penyesalan.


"Aku membencimu daddy.... please wake up please..." Nick memeluk tubuh Robert yang sudah tidak bergerak lagi.


"Tuan, biarkan kami membersihkan jasad daddy anda untuk dibawa pulang, tenanglah tuan." Ucap seorang perawat kepada Nick, Nick hanya mengangguk lalu berjalan keluar ruangan.


Nick keluar dari ruang ICU meninggalkan jasad Robert yang sedang dibersihkan untuk dibawa pulang oleh para perawat.


Nick berjalan dengan lemah. Queen yang melihat Nick, langsung memeluk tubuhnya erat.


"Sayang, please calm down. Tuhan sudah memberikan yang terbaik untuk daddymu."


"Aku tahu sayang, aku tahu tapi gara-gara daddy ku aku bahkan sudah membun... "


Kalimatnya dipotong oleh Queen dengan cepat.


"Stop sayang, stop aku sudah bisa menerimanya. Itu adalah takdir orang tuaku, aku juga yakin semua itu adalah hal yang terbaik untuk orang tuaku dari Tuhan. Kita manusia hanya bisa menjalaninya. Aku memaafkan semua yang kau lakukan, yang daddymu lakukan terhadap aku dan keluargaku. Dendam yang aku simpan dulu sudah hilang seiring waktu yang berjalan. Lihatlah sekarang kita sudah bahagia. Lalu mengapa harus bersedih.?"


"Tapi aku belum bisa menerima takdir ini Queen.... " Nick tak mampu menahan tubuhnya hingga dia jatuh terduduk di lantai yang di papah oleh Queen. Pramuji mecoba membawa tubuh Nick ke kursi.


"Ayo Nick duduklah, minumlah air ini." Pramuji memberikan sebotol air mineral kepada Nick, Nick meminumnya perlahan.


"Sayang, ayo kita pulang. Kita siapkan kepulangan jasad daddy." Queen kembali memeluk Nick erat.


Rianti menghampiri Nick dengan isakan tangis.


"Sayang, maafkan mommy yang egois ini. Maafkan mommy....."

__ADS_1


Mereka berpelukan disertai tangisan yang memilukan. Pramuji lalu menghampiri mereka.


"Sebaikanya kalian pulanglah, siapkan segala keperluan untuk pemakaman. biar aku disini bersama Alex mengurus kepulangan jenazah daddy mu." Ucap Pramuji.


"No uncle, biarkan aku juga disini. Biarkan aku bersamanya beberapa saat lagi." Pinta Nick.


"Baiklah, Queen kalian pulanglah. Perhatikan anak-anak, jangan sampai lengah perketat penjagaan."


"Iya uncle, baiklah kami pulang." Jawab Queen.


"Rey kau pergilah dengan nyonya." Titah Nick.


"Baik tuan, siap." Rey pergi bersama Queen juga Rianti untuk menyiapkan acara pemakaman Robert.


Sementara Nick sudah mulai tenang, dia mencoba untuk merelakan semuanya. Mencoba ikhlas dan sabar dalam menghadapi situasi ini. Dia tahu bahwa ini semua yang terbaik untuk daddy juga dirinya. Setidaknya daddynya sudah tidak merasakan sakit lagi.


"Baik nona terimakasih." Pramuji hendak ke admin namun si stop oleh Nick.


"Uncle biar aku saja please, aku ingin mengurusnya sampai akhir."


"Baiklah son, pergilah."


Nick berjalan ke ruang admin ditemani Alex sementara Pramuji bersiap turun ke bawah untuk memastikan ambulan yang akan membawa jemazah Robert.


"Maaf tuan, apa yang bisa saya bantu?" Tanya seorang petugas dibagian admin.


"Atas nama tuan Robert." Jawab Nick datar.

__ADS_1


"Baik tuan sebentar, ini tuan tagihannya dan tolong tanda tangan disini." Petugas itu memberikan kertas kepada Nick, kemudian Nick menanda tangani kertas itu.


"Maaf, saya tidak ada cash bisa dengan ini?" Nick menyerahkan black card ke petugas.


Petugas itu tersenyum melihat black card Nick yang khusus dibuat untuk orang tertenty saja, di dunia jenis kartu ini adalah yang paling ekslusif.


"Bisa tuan, sebentar." Petugas itu mengambil mesin card debit lalu memproses black cardnya Nick.


"Ok tuan sudah selesai, ini tuan terimakasih." Petugas itu menyerahkan black card Nick beserta berkas yang sudah ditandatangani.


"Baik, terimakasih kembali." Jawab Nick datar tanpa ekspresi.


"Lex, kemana uncle? " Tanya Nick kepada Alex.


"Tuan pramuji sudah turun ke bawah tuan."


"Ok mari kita turun." Ajak Nick


"Mari tuan." Alex mengikuti Nick dari belakang menuju lift.


***


...Bersambung...


...Terimakasih guys atas dukungannya...


...Love you so much...

__ADS_1


__ADS_2