
Earl memundurkan mobilnya perlahan, karena hujan deras kendaraan di jalan raya tidak terlalu ramai sehingga Earl dengan mudah memundurkan mobilnya kebelakang tanpa ada gangguan pengendara lain dari arah belakang mobilnya.
Earl berhenti tepat disamping wanita yang sedang berdiri merapatkan tubuhnya ke dinding halte berusaha menghindar dari tempias air hujan. Earl memandang ke sebelah kirinya, menatap wanita itu untuk memastikan bahwa dia benar si sekretaris yang tadi sempat ada di pikiranya.
Earl menurunkan kaca mobilnya, lalu menekan klakson mobil untuk menarik perhatian Airin. Airin pun mendekat ke arah kaca mobil namun posisinya masih dibawah atap halte bis. Airin tersenyum karena mengenali pria yang di dalam mobil itu. Karena suara hujan cukup bising suara Earl tidak terdengar jelas. Earl melihat kanan kiri mobilnya, Earl baru menyadari tidak ada payung di dalam mobilnya karena saat ini dia memakai mobil sportnya bukan mobil kerjanya.
"Shiit.... apa aku harus keluar? " Batin nya yang masih bingung. Namun akhirnya Earl keluar dari dalam mobil menuju Airin di halte bis yang menyilangkan tangannya di dada.
"Naiklah... " Ajak Earl dengan gaya coolnya.
"Maaf tuan, Saya naik taxi saja".
"Hmm... naik atau kupaksa". Suara Earl sedikit meninggi.
"Eh em... baik tuan muda Arthur, baik".
"Pakai ini". Earl memberikan jasnya kepada Airin lalu meletakannya diatas kepala Airin untuk melindunginya dari hujan.
Airin memegang jas Earl lalu naik ke mobil Earl, sementara Earl menyusul sambil berlari mengitari mobil.
Earl duduk di kursi mobil dan bersiap untuk menyetir.
"Maaf tuan muda Arthur, gara-gara saya anda jadi basah seperti ini dan jas ini... "
Earl tidak menanggapinya sama sekali.
__ADS_1
"Kemana tujuanmu?" Tanya Earl.
"Pulang tuan... " Jawab Airin singkat.
"Kemana? "
"Jalan Suasa 12". Jawab Airin yang saat ini sangat tegang karena tidak pernah membayangkan sama sekali bisa dekat dengan ceo Sky Group pebisnis muda yang tampan yang menjadi idola kaum hawa hanya saja rumornya boss nya ini sangat dingin jika berhadapan dengan wanita dan itu terbukti.
"Ok... " Earl tetap fokus dengan menyetirnya sesekali dia mencuri pandang ke arah Airin saat Airin menatap ke arah kirinya. Mobil melaju terus hingga sampailah mereka di jalan suasa 12, Earl memperlambat laju mobilnya.
"Dimana rumahmu? " Tanya Earl tanpa menatap Airin.
"Itu tuan yang cat putih no 12". Jawab Airin sambil menunjuk sebuah rumah sederhana yang berukuran sedang dengan pagar bambu.
"Hm... " Earl hanya berdehem.
"Tidak usah tuan, jas anda nanti semakin basah". Tolak Airin.
"Kau suka dipaksa... " Earl mengambil jasnya dari tangan Airin lalu meletakannya di kepala Airin.
"Keluarlah, lihat itu mereka menunggumu". Ucap Earl.
"Itu orang tua saya tuan". Jawab Airin.
"Turunlah". Earl membuka kunci pintu mobilnya, lalu Airin membuka pintu mobil kemudian sedikit berlari menuju rumahnya. Sementara Earl menyusul Airin keluar mobil.
__ADS_1
Mereka sudah sampai di teras rumah Airin yang disambut oleh orang tua Airin dengan cemas.
"Ayah, ibu.. Airin pulang telat karena hujan Airin tidak dapat taxi. Maaf sudah membuat ayah ibu cemas". Ucap Airin.
"Ini bos Airin ayah ibu, ini tuan muda Arthur". Airin tersenyum ke arah Earl.
"Saya Earl". Earl menyalami kedua orang paruh baya itu.
"Loh bukan Arthur?" Tanya ayahnya Airin.
"Itu nama depan saya tapi saya biasa dipanggil Earl". Jelas Earl.
"Oh begitu... masuklah tuan, baju anda basah apa tidak sebaiknya dikeringkan sejenak? " Sang ibu yang cemas menatap Earl penuh kasih sayang.
"Tidak usah ibu terimakasih, tadi saya kebetulan bertemu Airin jadi saya antarkan pulang, sekarang saya pamit masih ada yang harus saya kerjakan". Earl menolak secara halus.
"Oh baiklah tuan Earl, maaf sudah merepotkan tuan". Ucap ibu Airin.
Earl lalu pergi sambil berlari kecil mengitari mobil lalu masuk ke dalam mobil, perlahan dia melajukan mobilnya menuju mansionnya, karena sudah basah kuyup niat ke resto terpaksa dibatalkan.
****
...Bersambung...
...Terimakasih atas dukungannya guys....
__ADS_1
...Love you so much...