Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
S-2 BAB 131 Pulang


__ADS_3

Earl melajukan mobil sportnya dengan kecepan sedang, suasana di jalan raya tidak begitu padat sehingga Earl tidak perlu repot untuk menghindar dari pengendara lain. Earl terus berjalan hingga melewati sebuah taman kota. Earl menepikan mobilnya.


"Tuan untuk apa kita kemari". Tanya Airin.


"Ehmm... tidak ada, hanya ingin duduk sebentar setelah itu aku akan mengantarmu pulang". Jawab Earl yang memang tidak tahu mengapa dia membawa Airin ke taman bahkan dia tidak memperdulikan penampilannya yang masih memakai pakaian santai dengan celana pendek tapi yah mau di bilang apalagi di dalam pikirannya hanya ingin menghindar dari Dev.


"Keluarlah, kita duduk di bangku itu ". Ajak Earl. Airin menurut saja walau di dalam hatinya ada berjuta pertanyaan tapi dia tidak ingin baper. Mana mungkin seorang tuan muda dari keluarga kaya raya ceo dari perusahaan terbesar se asia menyukai dirinya yang hanya seorang wanita biasa dengan standart rendah.


Airin kini duduk di sebelah Earl yang memberanikan diri bertanya kepada Earl.


"Tuan, apakah benar tuan sudah sembuh? sejak dimobil anda terus bersin-bersin dan wajah anda sedikit pucat". Tanya Airin hati-hati.


"Hmm... aku merasa baik saat ini, bersin itu akan segera hilang, aku hanya butuh istirahat sejenak". Jawab Earl.


"Sebaiknya kita pulang tuan, aku tidak ingin melihat anda sakit".


"Hmm... kau tidak suka jalan denganku? " Tanya Earl sedikit kesal.


"Bukan begitu tuan, tapi... " Airin menjadi serba salah.

__ADS_1


"Ayo pulang". Dengan raut wajah kesal.


Earl masuk ke mobil disusul Airin.


Earl melajukan mobilnya dengan cepat yang membuat Airin tidak nyaman. Airin tahu bahwa Earl sedang kesal. Namun Airin tidak berani untuk banyak bicara saat ini, yang dia inginkan hanyalah kesehatan sang bos jika karena itu bos nya marah maka Airin tidak mempermasalahkannya.


Hanya 15 menit akhirnya mereka sampai di depan rumah Airin. Earl membuka pintu otomatisnya dengan menekan satu tombol saja. Pintupun terbuka lebar.


"Keluarlah...! ". Ucap Earl dengan tegas menatap arah depan tanpa sedikitpun menoleh ke Airin. Airin semakin bingung tapi ini lebih baik, dia tidak ingin bos nya diluar terlalu lama karena bosnya belum sembuh benar.


"Terimakasih tuan untuk hari ini, jangan sakit, sehatlah selalu". Ucap Airin tulus lalu keluar dari mobil. Begitu Airin keluar Earl langsung tancap gas pergi meninggalkan Airin.


Airin menatap kepergian Earl dengan perasaan aneh. Di dalam hatinya terasa sakit diperlakukan seperti itu tapi bukankah mereka tidak ada hubungan apapun lantas mengapa hatinya sakit, sedih bercampur aduk.


****


"Kau yakin belum menyimpan lokasi yang baru kau temukan tadi? "Tanya Dev ke Maira yang sedang mengutak ngatik laptopnya.


"Sebentar, mungkin aku belum menyimpannya tapi aku sudah memfotonya dan akan kusalin alamatnya ke map". Maira tersenyum puas.

__ADS_1


"Cerdas". Ucap Dev refleks.


"What? " Maira menatap Dev yang saat ini duduk disampingnya.


"Eh anu maksudku cerdas aku ya kan... hehe". Dev menggaruk kepalanya yang gak gatal.


"Dasar kau". Maira memasang wajah cemberut.


Tiba-tiba pintu dibuka dengan suara keras oleh Earl yang langsung naik ke atas menuju kamarnya.


"Wey bro kenapa loh? nungguin hujan turun? hahahha". Dev menggoda Earl yang sedang kesal.


"Bukan urusanmu, tuh urus si Maira takutnya si Arya motong lo ditengah jalan". Jawab Earl gak mau kalah sambil terus naik ke lantai 2. Sementara Dev hanya terdiam dengan wajah memerah.


"Loh aku kok dibawa-bawa bro? " Protes Maira sambil menjerit ke arah Earl.


****


...Bersambung...

__ADS_1


...Terimakasih atas dukungannya...


...Love you so much...


__ADS_2