Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 6 Pertemuan Kedua


__ADS_3

Waktu terus bergulir tak terasa hari sudah semakin sore, dan Queen yang sibuk dengan laptopnyapun sejenak berhenti mengambil smart phonenya lalu mulai menelepon sesorang.


"Hallo unlce...apakah kerjaanmu sudah selesai? apakah jadi meeting dengan client di Resto XX?"


"Hmm.... iya masih ada lagi yang harus uncle persiapkan, dan uncle akan mengurus semuanya dengan baik, apakah nona muda ku ini mau pulang hmm..? "


"iya uncle, aku mau balik ke mansion, sekalian menghidrup udara segar kota Jakarta dimalam hari."


"Baik, tapi sebaiknya bawalah anggota kita beberapa orang bersamamu, uncle tidak mau kamu ada masalah."


"Hmm... sepertinya sejak kecil belajar segala hal dari uncle bahkan ilmu bela diri ku ini tidak berguna hmm..."


Sambil berdecak kesal...


"Ya ya ya... uncle lupa nona muda ini sudah bisa menjawab dengan baik sekarang.. okelah, pergilah dan ingat udara malam tidak bagus dihirup apalagi hatimu masih belum bisa berkompromi dengan pikiranmu. "


Queen hanya diam dan langsung memutuskam sambungan teleponnya tanpa bicara sepatah katapun. Queen menghela napasnya, dan mengingat yang dikatakan uncle Pramuji nya itu, hati yang belum bisa berkompromi?


"Hmm.... ada apa denganku?" batinnya.


Queen membereskan pekerjaannya, menutup laptopnya, lalu memasukannya ke dalam tasnya. Lalu Queen keluar dari ruangannya, disambut asistennya yang sejak tadi menunggunya.diluar.


Dengan tanpa berbasa-basi, Queen menghampiri asistennya itu.


"Bawakan barang-barang ini ke mobil, suruh supir ku untuk pulang ke mansion duluan, aku ingin nyetir sendiri dengan mobil ku, dan satu lagi siapkan jadwal untuk besok, aku ada pertemuan di hotel SS namun sebelum itu aku mau ke butik langganan ku untuk membeli sesuatu."

__ADS_1


"Baik nona, saya akan melaksanakan semua sesuai keinginan nona, saya pasti akan mempersiapkan semuanya dengan baik."


Queen langsung berjalan menuju basement diikuti oleh asistenya dari belakang.


*****


Β 


Queen menyetir mobil sportnya keluar dari gedung QGC membelah jalan raya berbaur dengan kendaraan lainnya, dengan kecepatan yang standart, Queen benar-benar ingin menghirup udara malam kota besar ini. Queen menuju ke sebuah taman dan memarkirkan mobilnya, diapun berjalan kaki disepanjang taman kota itu bergabung dengan pengunjunga lain yang juga sedang menikmati malam. Disana banyak orang yang berjualan, banyak juga muda mudi yang berpasangan sedang bercerita dan tertawa lepas. Queen terus berjalan dan akhirnya dia menemukan bangku kosong disudut taman, didekat air pancur. Namun tiba-tiba seseorang langsung duduk dengan cepat disana, seakan tidak mau keduluan dengannya lalu Queenpun segera berbalik hendak pergi namun ada suara yang memanggilnya.


"Tidak bisakah kita duduk berama di bangku yang panjang ini? Sepertinya tubuh kita berdua ideal, lagi pula bangku ini masih cukup luas untuk kita berdua." Sambil tersenyum manis pada Queen, pemuda itu berdiri dari duduknya.


Queen berbalik dan menoleh. "Oh... Rupanya tuan, saya tidak menyangka tuan disini juga mengincar bangku ini hmm...." Masih dengan wajah yang sedikit malas melihat Nick.


Pemuda itu yang ternyata Nicholas, yang baru menjadi rekan bisnisnya hari ini ada ditaman yang sama dengannya. Suatu kebetulan yang tak terduga.


Silahkan duduk nona Queen."


Bak mempersilahkan duduk sang Ratu Kerajaan Nick mengulurkan tangannya kehadapan Queen.


"Jangan berlebihan tuan Nick, tidak usah terlalu formal saat diluar urusan bisnis. Panggil saja dengan nama ku lagi pula aku lebih muda darimu."


"Baiklah kalau begitu panggil saja aku dengan namaku biar terlihat lebih akrab dan ku harap engkau tidak sungkan."


"Sure, tentu saja. "

__ADS_1


Queen pun duduk bersama dengan Nick, walau memperlihatkan wajah yang datar namun Nick terus saja bercerita tentang banyak hal mengenai dirinya dan sesekali berhasil membuat sang Ratu tersenyum tipis.


"By the way, bagaimana tanganmu? apa masih sakit hmm...? " Apa perlu ke dokter malam ini? "


"Mengapa kau selalu bertanya mengenai tangan ini? aku bahkan tidak sadar kalo tanganku terluka."


"Yah aku hanya khawatir, maafkan aku, bagaimana bisa kamu terluka? "


"Tidak ada yang perlu diceritakan Nick, ini hanya luka kecil, besok juga pasti sembuh." Sebenarnya Queen tidak ingin berlama-lama ditaman itu tapi hatinya merasa kebalikannya.


Nick terus saja bercerita hingga handphonenya berbunyi.


"Shiiit.... mengapa harus sekarang." tidak bisakah nunggu sebentar lg?" batinnya.


Nick pun memohon ijin untuk menerima panggilan telepon itu.


"Maaf Queen aku harus pergi, ada kerjaan mendadak yang harus aku selesaikan, aku harap kita bisa bertemu lagi besok."


"Aku tidak bisa memastikannya." Jawab Qyeen datar.


:Aku memaksa... Nick mengedipkan sebelah matanya ke arah Queen sambil twrsenyum manis berlalu meninggalkan Queen menuju parkiran mobil.


Β ******


...Segini dulu up date nya ya guys...

__ADS_1


...Thank you all Luv you πŸ˜ŠπŸ˜πŸ™πŸ™...


__ADS_2