
Sementara itu sepasang suami isteri bahagia jauh di belahan benua lain, di Eropa. Tampak Queen juga Nick berada disebuah super market. Mereka sedang berbelanja keperluan rumah mereka, Nick terlihat sedikit canggung karena memang dia tak pernah menyukai belanja di super market, bahkan dengan ibunya sekalipun Nick selalu menghindar dari yang namanya belanja, ngemall dan sejenisnya. Namun karena isteri tercinta mengajak belanja mau tidak mau Nick harus mengikuti isterinya karena bisa saja itu permintaan sang bayi karena kenyataannya Queen juga tak suka belanja tapi setidaknya Queen pernah beberapa kali belanja bersama unclenya Pramuji sangat berbeda dengan Nick.
Queen menatap suaminya sambil terkekeh geli. Nick mendorong troli belanjaan sementara Queen memilih-milih barang yang ingin dibelinya.
"Apa kau tidak suka belanja? " Tanya Queen sambil tertawa kecil melihat tingkah Nick.
"Tergantung? " Jawab Nick senyum.
"Kapan terakhir kali kau belanja sayang?." Tanya Queen lagi dengan senyuman manisnya.
"Hmmm.... dua minggu yang lalu di Houston." Jawab Nick santai, sambil melihat-lihat botol minuman di etalase.
"Apa yang kau beli? " tanya Queen lagi, sambil memasukan beberapa makanan olahan ke dalam troli.
"Lapangan udara." Jawab Nick acuh tak acuh.
"Oh... " Queen rertawa...
"Hey, apa yang lucu? " Nick menarik tangan Queen lalu memeluknya.
"Hey honey, lihat tempat. " Queen berusaha melepaskannya.
"Ini London Sweety." Nick semakin mengeratkan pelukannya lalu mencium bibirnya sekilas.
"Yah aku tahu ini London, tapi kita orang timur. " Jawab Queen senyum.
"Oh no no baby, only you. Lihat wajah tampanku ini, wajah blasteran. So I'm different .. aku punya dua kewarganegaraan, Inggris dan Indonesia jadi bisa kedua-duanya. " Jawab Nick ngeles sambil tersenyum.
"Tapi tidak original Just half haha... " Queen tertawa bahagja, sementara Nick menatap sinar kebahagiaan itu . "Tertawalah sayang, bahagialah." Batin Nick.
Tak terasa setetes air mata jatuh dari matanya. Queen yang melihat itu langsung berhenti tertawa, "Are you crying honey? "
Queen melepaskan pelukannya melihat ke mata Nick.
__ADS_1
"Oh no baby, I'm happy for you. Bahagialah terus, tertawalah karena kebahagiaanku adalah melihat kau bahagia." Nick kembali memeluk tubuh Queen erat.
"Apa kita sudahin saja belanjanya?" Sindir Queen menaikan alis nya.
"Hahaha sorry sweety, mari kita lanjutkan tapi sepertinya aku sedikit mual." ucap Nick mulai merasakan tidak enak di perutnya.
"Oh not again... Queen sedikit cemas.
"Sepertinya aku harus ke toilet sayang, kau tunggu disini ok." Pinta Nick pada Queen.
"Tidak, aku mau ikut. " Jawab Queen manja.
"Sayang bahkan jaraknya dari super market ini hanya beberapa meter saja. Mengapa kau tiba-tba manja seperti ini hmm? " Nick mencoba menenangkan Queen.
"Aku mau ikut." Pinta Queen cemberut.
"Sayang, kau tunggu disini saja ok, duduk yang manis. Aku sudah sangat mual, atau kamu ingin aku... hmmm disini?" Nick menutup mulutnya.
"Baiklah, jangan lama ya."
Tak lama Nick kembali, memeluk Queen erat mencium pucuk kepalanya.
"Miss me Mrs. Andersen? " Nick menggoda Queen.
"Kau sudah baikan? apa enakan sekarang?" Tanya Queen cemas.
"Yup Mrs. Andersen aku baik-baik saja sekarang " Nick mengeluas perut Queen lembut.
"Sayang, baik-baik ya di dalam sana jangan menyusahkan mommy, biar daddy saja yang disusahin oke." Queen tersenyum melihat tingkah suaminya.
"Apa kita lanjutkan belanjanya sayang? " Tanya Nick yang sepertinya mulai bosan di Mall.
"Sudah cukup, ini saja. Aku sudah membayarnya. Mari kita lihat gaun, sepertinya aku butuh beberapa gaun. " Ajak Queen manja.
__ADS_1
"Again? Ah yang benar saja sayang, bajumu banyak sekali. Kamu baru tiga minggu di London tapi bajumu sudah penuh satu ruangan walk in closed."
"Hello Mr. Andersen, aku juga pernah melihat ruangan walk in closed mu, disana penuh dengan koleksi baju-baju mu, kemeja, jas, dasi, celana, yang aneh itu kamu Mr. Andersen."
"But why Mrs. Andersen? " Tanya Nick tersenyum.
"Kau mengoleksi baju yang semua modelnya sama bahkan warnanya... hahahha... "
"hahha ya ya ya kau memang benar." Nick tertawa sambil terus memeluk sang isteri.
"Rey.." Panggil Nick. Rey yang sejak tadi berdiri bersama dua anak buahnya memperhatikan bosnya yang sedang bahagia terkejut dengan panggilan itu.
"Oh ya bos, tuan hmm. Mr. Andersen. "
"What? ada apa denganmu Rey? " Tanya Nick merasa heran dengan tingkah sang asisten.
"Maaf tuan, ada apa." Sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
"Suruh mereka bawa semua belanjaan ini ke mobil, dan kau ikut aku."
"Baik tuan, siap." Rey mengambil belanjaan mereka lalu menyuruh anak buahnya membawa ke mobil sementara Rey mengikuti sang bos mengitari mall.
*****
...Bersambung......
...Sudah hampir habis ceritanya π...
...Jangan lewatkan kelanjutannya....
...Nantikan Novel Baru aku ya...
...Segera terbit "Fifty Days"...
__ADS_1
...TerimaKasih atas dukungannya π...
...Love you all ππ...