Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 61 Melepas Rindu


__ADS_3

Florence memeluk hangat Queen. Queen mulai merasa tenang, suasana hatinya mulai sejuk setelah mendengar kata-kata auntynya.


"Aunty terimakasih." Senyum manis menghias wajah cantiknya.


"Sudahlah sayang, kamu bersih-bersih dulu, dandan yang cantik oke, jangan abaikan suamimu, saat ini dia hampir gila dengan semua permasalahan ini jadi buatlah hari yang indah oke. Aunty tidak memaksa untuk menerima sepenuhnya tapi ikuti saja hati mu, biarkan hati yang bicara... " Florence melepas pelukannya.


"Kamu mau makan apa? biar aunty masak buat mu biar babymu sehat di dalam sana."


"Aku ingin makan sup ikan aunty, buatkanlah untukku tapi... ehm.. Nick tidak suka aunty. "


"Oh... so sweet nya, lihat darling, kamu masih memperdulikan nya itu artinya kamu mencintainya. " Florence menggoda Queen, Queen hanya tersipu malu.


"Apa yang disukai nya biar aunty siapakn juga untuknya. "


"Bisakah aunty masak steak buatnya serta salad buah? "


"Baik darling, aunty akan siapkan seperti yang engkau inginkan. " Florence tersenyum lalu keluar dari kamar Queen.


Flash Back Off


*******

__ADS_1


Queen masih berdiri di depan pintu kamarya dengan membuka kedua tangannya, tanpa berpikir panjang Nick meraih tubuh mungil isterinya itu mengangkatnya, memebawanya kedalam pelukan yang sangat erat, layaknya seorang anak kecil yang takut mainannya diambil orang. Nick begitu posesifnya memeluk Queen, menciumi pucuk kepala isterinya yang sangat dirindukanya selama sebulan ini. Nick lalu menciumi seluruh wajah Queen, begitu senang dan bahagia rasanya air mata nya menetes dipipi juga Queen. Namun kini air mata yang jatuh adalah air mata kebahagian.



Nick melepas pelukannya, menatap wajah sang isteri yang masih sembab karena menangis sejak pagi tadi. Lalu dengan lembut menciumnya.


"Honey, maafkan aku please.Jangan menangis lagi itu sangat menyiksaku."



Queen melihat ujung bibir Nick yang luka karena pukulan darinya pagi tadi. Lalu mengelusnya lembut.


Nick menahan tangan Queen.


"Aw... ini sakit tapi sedikit. " Nick mencoba mengerjain sang isteri.


"Maaf, biar aku ambilkan obat. " Queen hendak pergi mengambil obat tapi tangannya di tahan Nick.


"Honey obatku ada padamu.. " Nick menatap Queen penuh cinta, matanya yang memancarkan kerinduan mendalam seakan sudah tak tertahankan. Nick semakin mendekat, menempelkan bibi*nya ke bibi* Queen, perlahan mulai melum** bibi* yang sudah menjadi candunya yang sudah lama tidak ia sentuh. Queen membalas luma*** itu dengan sangat lembut. Saling bertukar saliva, menumpahkan segala kerinduan melanda jiwa. Nick menekanten tengkuk Queen untuk memperdalam cium***nya. Mereka berciu*** sangat lama, sesekali Nick memberikan Queen waktu untuk menghirup oksigen, Nick tidak ingin Queen kehabisan napas tentunyaπŸ˜πŸ™ˆ. Lalu tiba-tiba Nick merintih kesakitan. Saat Queen tidak sengaja menggigit sudut bibi*nya yang masih luka. Ciu*an merekapun berakhir. 😁


"Aw... ini sedikit sakit honey. "

__ADS_1


"Honey maafkan aku, aku aku tidak sengaja aku... " Queen panik melihat bibir Nick berdarah.


"Hey honey sudahlah, hanya sedikit sakit jangan berlebihan. Nick memeluk Queen yang sedang panik.


"Kau menggodaku hmm..." Tanya Queen sedikit ngambek."


"Honey, apa aku harus menggoda isteri orang hmm...? " Nick terkekeh geli melihat isterinya yang ngambek tidak seperti biasanya.


"Sekarang mari kita turun, aunty pasti menunggu kita sejak tadi. Kamu pasti lapar bukan? " Nick mengelus rambut Queen, merekapun berjalan sambil berpelukan turun ke ruang makan.



Gak bisa digambarkan bagaimana perasaannya kini, apa lagi yang harus dia minta pada Tuhan, isteri yang cantik yang sudah memaafkannya serta sangat baik, anak yang sebentar lagi lahir yang akan mengisi hari-harinya, kekayaan yang tanpa batas. Nick tak henti-hentinya bersyukur pada Tuhan dalam hatinya yang paling dalam.


******


...Terimakasih ya semua kesayangan aquh...


...Jangan lupa Like, Comment and Vote nya...


...Love you alot. πŸ˜πŸ™πŸ™...

__ADS_1


__ADS_2