Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
BAB 65 Hotel XXX


__ADS_3

Ziddan melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang menuju hotel XXX saat baru tiba di Bali. Padahal dalam hatinya ingin sekali liburan di pantai sanur yang indah bersama para wanitanya yang sudah lama tidak bertemu semenjak masalah yang terjadi belakangan ini yang menuntut dia harus profesional dalam pekerjaannya juga karena Nick adalah bagian dari keluarganya yang sejak kecil bersama dalam asuhan ibu yang sama.


"Pantai sanur cukup indah." Ziddan bergumam pelan sambil senyum-senyum sendiri membayangkan dirinya berlibur di Pantai Sanur salah satu pantai wisata yang ada di pulau Bali. Pantai ini terletak persis di sebelah timur kota Denpasar, ibu kota Bali. Sanur berada di Kotamadya Denpasar. Karena memiliki ombak yang cukup tenang, maka pantai Sanur tidak bisa dipakai untuk Surfing layaknya Pantai Kutai namun karena Ziddan tidak bisa surfing jadi pantai sanur adalah destinasi yang tepat buatnya.


"Hey.... " Pramuji memukul bahu Ziddan yang merasa aneh melihat Ziddan senyum-senyum. sendiri.



Uncle Pramuji




Uncle Pramuji walau usia sudah paruh baya namun parasnya tak kalah dengan anak-anak muda yang fanky dan gaul 😁


********


Pramuji : "Thank you Thor atas pujiannya."


Author : "😁 Ziddan mah lewat 😁"


Ziddan :"Hey thor, gini-gini gua masih perjaka lo. " 😑


Author :"Tapi lu sering main atas sama banyak cewek πŸ˜‰πŸ˜πŸ˜΄"


Pramuji :"Top gua lah, walau tua tapi masih original πŸ˜€."


Author : πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


************


"Ada apa. sih tuan? gak lihat apa aku lagi nyetir? Ziddan menekuk wajahnya saat lamunan buyar akibat teguran dari Pramuji.


"Ngemudi yang benar, jangan banyak menghayal." Tegur Pramuji acuh


Akhirnya mereka tiba di sebuah hotel bintang 5 di daerah pantai sanur.


"Apakah kita sekamar uncle? " Tanya Ziddan serius.


"Kalau kau ingin privacy silahkan, aku sudah book Suite room untuk ku sendiri, kalau kau mau pesan itu urusanmu." Pramuji berlalu meninggalkan Ziddan yang membawa tas kerjanya sambil terdiam bingung.


"What? aku hanya bertanya dan tuan ini langsung baper aja. " Ziddan terus menggerutu sepanjang jalan.


Pramuji membuka kamar yang sudah dipesannya, lalu mengambil tas kerjanya dari Ziddan saat Ziddan hendak masuk Pramuji cepat menutup pintu kamarnya nyaris mengenai wajahnya.


"Uff.... Dasar!!! " Umpat Ziddan, lalu pintu dibuka kembali oleh Pramuji.


"Ah tidak ada uncle.... " Jawab Ziddan cengengesan.


"Jangan sok akrab, aku bukan pamanmu "


Lalu menutup pintu dengan keras.


"Hey apa salahku tuan, kau ini...."


Ziddan lalu masuk ke sebelah kamarnya, yang sudah pasti pembayarannya masuk ke tagihan Nick sang bos kesayangannya.


******

__ADS_1


Sudah pukul 10:30 malam waktu bali, Albert dan Viona sudah siap-siap berangkat menemui seorang yang misterius yang sama sekali tidak mereka kenal, mereka berharap ada jalan keluar untuk masalah mereka.


"Apakah kita harus menemui orang itu? " Viona masih dengan keragu-raguannya.


"Kalau kita tidak menemuinya, kita tidak akan tahu siapa dia serta apa maunya. Tapi aku yakin kali ini semua akan baik-baik saja." Albert meyakinkan Viona.


"Apa ini sebuah jebakan? " Tanya Viona lagi.


"Kita akan mengetahuinya nanti, tenanglah aku tidak pernah seyakin ini sebelumnya."


"Terserahlah, tapi sepertinya perasaanku tidak enak dengan ini semua." Ucap Viona datar.


Albert menarik Viona dalam pelukannya, memeluknya hangat, mengecup pucuk kepalanya.


"Kau tahu aku sangat mencintaimu jadi aku tidak mungkin mencelakaimu. Kita sudah jalan sejauh ini maka harus kita tuntaskan."


Akhirnya merekapun keluar kamar untuk menemui orang misterius itu.


*****


...Selamat pagi guys...


...Semangat Hari Senin...


...Sukses buat kita semua!...


...Mohon terus mendukung karya quh ini ya...


...Like, Comment dan Vote...

__ADS_1


...Terimakasih, salam sayang buat kalian semua πŸ˜πŸ™πŸ™...


__ADS_2