
Semua sudah berkumpul di areal pemakaman dan prosesi ritual penguburan sudah selesai dilaksankan, tampak disana Nick bersimpuh di depan makam dengan meneteskan air mata. Perasaan yang campur aduk, antara benci, marah juga kesedihan yang mendalam. Dimana seorang ayah yang menyimpan dendam sehingga membuat anaknya menjadi seorang mafia bahkan mengarahkan anaknya sendiri untuk membunuh satu keluarga yang tidak berdosa. Takdir bahkan mempertemukan sang anak dengan seorang wanita yang orang tua wanita itu dibunuh oleh tangannya sendiri bahkan menjadi isteri dan juga ibu dari anak-anaknya. Kisah yang sangat menyedihkan bagi Nick.
Queen yang saat ini sudah memaafkan atas apa yang terjadi kini menjadi bingung melihat suaminya yang masih menyimpan perasaan bersalah kepadanya.
Queen hanya bisa tertunduk melihat Nick yang sedang berduka saat ini. Para tamu sudah pamit pulang, hanya beberapa keluarga saja yang masih tinggal. Pramuji mendekati Nick.
"Nick, mari kita pulang, kasihan anak-anakmu lihatkah baby Earl dia bahkan takut mendekatimu." Pramuji menunjuk ke arah Queen yang sedang menggendong baby Earl sementara Rianti menggendong baby Dev.
Nick bangkit perlahan lalu menghela napas kasar.
"Mari pulang uncle." Nick berjalan ke arah Queen lalu tersenyum.
"Anak daddy brother Earl sini sama daddy." Nick mengambil baby Earl dari tangan Queen.
"Daddy... daddy... daddy... " Ucap baby Earl kegirangan.
"Rindu sama daddy hmm... " Nick menciumi wajah lucu baby Earl namun air mata yang tersisa membuat baby Earl risih.
"Daddy crying? " dengan gaya bahasa anak-anak.
"Oh no boy, no... mata daddy kena debu. " Jawab Nick, sambil mencium gemas pipi baby Earl, lalu Nick berjalan ke arah mobil mereka.
"Rey kita pulang, ambil jalan pintas ke mansion aku tak mau terjebak macat, setelah ini kau siapkan keperluanku kita akan berangkat ke London." Titah Nick.
__ADS_1
,"Apa anda akan berangkat sendiri tuan?" Tanya Rey sopan.
"Ya aku pergi sendiri." Jawab Nick datar sambil memangku baby Earl.
"Honey mengapa begitu terburu-buru? bisakah kau pergi minggu depan?" Queen bertanya dengan perasaan cemas.
"Sayang aku harus menyelesaikan semua ini secepatnya. Seluruh perusahaan di London milik daddy andersen dan daddy Robert harus aku satukan karena semuanya kini atas namaku. Aku juga akan mempersiapkan baby Earl juga baby Dev untuk mengurusnya saat mereka dewasa."
"Tapi honey, lihatlah baby Earl dia begitu tergantung padamu, bahkan dia tidak bisa tidur sebelum mendengar suaramu."
"Sayang aku tahu itu, tapi aku tidak bisa membawa kalian. Baby Dev masih sangat sangat sensitif untuk terbang jauh."
"Hmm... baiklah tapi jika semua sudah selesai cepatlah pulang, kami akan samgat merindukanmu honey." Ucap Queen lalu memeluk Nick erat.
Akhirnya mereka sampai di mansion, Nick menelepon seseorang yang tak lain adalah asisten tak ada akhlaknya yang sangat dirindukannya saat ini.
" Hallo Ziddan.... " Nick menyapanya dengan suara datar.
"Nick aku turut berduka untuk mu, maafkan aku Nick, Putriku sedang sakit jadi aku tidak bisa ke Jakarta."
"Sudahlah tidak perlu meminta maaf, aku memahaminya. Sore ini aku terbang ke London, datanglah ke mansion ku bantu aku mengurus perusahaan daddy Robert aku ingin semua perusahaan daddy Robert dan daddy Andersen disatukan atas nama Sky Group Company. Setelah itu untuk seterusnya aku mohon kau bersedia mengurus semuanya di London."
"Nick tak bisakah kau biarkan aku hidup damai? " Jawab Ziddan sekenanya.
__ADS_1
"Dasar kau, tidak sadarkah kau bahwa hidupmu itu adalah hadiah dari ku? " Dengan penuh penekanan.
" Hahahhah.... " Ziddan tertawa bukannya marah kepada Nick.
"Kau masih seperti ini, arrogant ... kuharap kedua anakmu tidak menyerupaimu juga ibunya... hahahhaha. "
"Kau masih mau hidup? segera ke London besok pagi aku mau semua selesai."
"Apa aku punya pilihan lain? "
"Selesaikan semua dengan cepat." Titah Nick lalu memutuskan sambungan teleponnya.
"Sayang.... " Queen menyapa Nick manja.
"Mengapa kau selalu saja marah-marah dengannya bahkan saat ini kau membutuhkan bantuannya." Ucap Queen lagi.
"Sudahlah honey, let it be... "
***
...Bersambung...
...Terimakasih atas dukungannya...
__ADS_1
...Love you ao much...