Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
S-2 BAB 138 Nyawa Harus Dibalas Dengan Nyawa


__ADS_3

Dev sudah berada di ruangan Ceo bersama Maira juga Hans. Mereka sedang membicarakan situasi bursa saham, yang sedang naik saat ini namun keseriusan mereka buyar gara-gara panggilan VC ke ponsel Dev. Dev meraih ponselnya lalu menerima panggilan tersebut.


"Hallo Kak Erl..... " DEV dan Maira bersamaan menyapa Earl yang sedang duduk di atas ranjangnya dengan setumpuk file.


"Sedang apa kalian disana, hmmm". Ucap Earl datar seperti biasanya.


"Ini bro membahas laporan Keuangan Sky Group selama bro tinggalkan aku belum mengeceknya, hmm... bagaimana kesehatan kak Earl? apa sudah pulih?"


"Aku baik bro, hmm... aku yakin keuangan Sky Group aman".


"Yup bro.. aman". Jawab Dev sambil mengacungkan jempolnya ke arah Earl.


"Data yang baru kau kirim ini akurat? mengenai Airin yang memalsukan data diri untuk masuk ke perusahaanku agar diterima hmm... karena syarat sebagai sekretaris berusia 21 tahun? ini hanya statement atau emang fakta? "


"Sebenarnya kak Earl ini seriusan menyelidi sinyal gps yang terdeteksi di rumah Airin atau serius menyelidiki tentang kehidupan Airin? hehe". Kali ini Maira ikut nimbrung sambil terkekeh geli.


"Ya tentu saja kehidupannya". Earl keceplosan. "Eeee ah ee maksudku kasus ini harus kita ungkap secepatnya karena ini adalah hal yang serius".


Earl mencoba berkilah yang tentu saja membuat Dev terkekeh sementara Hans dan Rey hanya diam tanpa bahasa sibuk dengan urusannya masing-masing.


"Hahaha iya kak Earl, kami sudah hampir menyelesaikan nya, kami menunggu kakak pulang, cepatlah pulang". Jawab Dev.


"Oh ya apa perlu aku kirimkan salam dari mu untuknya?" Dev menggoda sang kakak.


"Dasar kau, ya sudah bye see you soon". Earl memutuskan sambungan vc nya dengan wajah ditekuk namun sedikit memerah, sementara Dev dan Maira tertawa melihat wajah Earl yang memerah.


****


"Dev apa kau yakin Airin tidak terlibat dengan masalah pembobolan data perusahaan kalian? ". Maira bertanya dengan memposisikan dirinya disamping Dev.


"Uncle Alex yang mengatakanya, hmmm... sampai saat ini uncle Alex yakin ada orang lain yang mencoba mengecoh kita karena orang itu mengawasi namun saat ini tidak bisa lagi".


"Kau yakin? " Tanya Maira.


"Yup, uncle Alex mengerahkan pasukan bayangan untuk mengawasi kita semua, dan juga keamanan IT kita aman terkendali saat ini hmmm.... itu karena dirimu, terimakasih".

__ADS_1


"Wah tumben lu muji gua Dev hahaha, whatever kita tetap harus waspada". Maira begitu bahagia saat Dev memujinya.


"Ehmm... ya ...ok semua nya ... kita sudahi sampai disini, Hans kau handle semua urusan kantor, untuk urusan pembelian saham buar kak Earl yang urus. Oh yah terus awasin gerak gerik Airin di kantor, uncle Rey tetap di posisi". Dev membubarkan meeting mereka lalu merekapun segera bergerak ke posisi masing-masing.


"Ok uncle see you, kami jalan". Maira keluar kantor bersama Dev menuju mansion.


*****


"Dev, aku lapar hehe". Maira tertawa sambil memegang perutnya.


"Oh My God, baru saja kita makan siang di cafe depan, dan ini baru jam 3". Earl menepuk jidatnya melihat tingkah Maira.


"Please.... ice cream". Memasang wajah puppy eyes.


"Yeah you got it beib. " Ucap Dev lalu berjalan mendahului Maira sambil tutup mulut.


"What? beib? I'm? Me? beib? hey... Dev wait! ". Maira kaget dengan sebutan beib dari Dev, Miara langsung lari menyusul Dev di depannya dengan langkah cepat setengah berlari, sambil terus bertanya dengan sedikit menjerit.


"Dev.. what are you saying? oh God Dev wait me... "


Dev tersenyum sambil terus berjalan cepat menuju base ment, sementara itu disepanjang jalan yang dilewatinya seluruh karyawan yang berpapasan ataupun yang sedang bekerja menyapa ramah sambil senyum-senyum melihat dua insan yang sedang kejar-kejaran manjahlitah. 😁


****


"Dad, mom pulanglah... bahkan ulang tahun Devpun kalian tidak ingin pulang? "


"Earl lovely, son listen... banyak yang harus kami kerjakan disini, memang kami janji akan pulang setelah daddymu sembuh tapi saat sudah sembuh malah kamu yang sakit, so pekerjaan daddy sudah menumpuk disini jadi kemungkinan bulan depan kami akan pulang". Ucap Queen dengan lemah lembut kepada Earl.


"Hmm... aku sih gak masalah mom tapi adikku itu pasti akan sedih".


"Tenanglah son, daddy akan menelponnya sesegera mungkin". Kali ini Nick yang menjawab.


"Baiklah, kalau begitu besok pagi aku akan pulang ke Jakarta, banyak pekerjaan yang menanti". Ucap Earl.


"Baiklah sayang, bersiaplah". Queen mengecup hangat kepala Earl dengan penuh kasih sayang sementara Nick memeluknya, seraya pergi meninggalkan anak sulungnya itu untuk berbenah.

__ADS_1


****


Masih di London ditempat yang berbeda.


Disebuah vila di pinggir kota, di suatu ruangan yang sangat luas terlihat seorang wanita paruh baya berusia 53 tahun rambut ikal panjang, wajah asia berkukit putih mengenakan dress coklat gelap tertutup, menatap layar monitor komputer portable miliknya yang menampilkan gambar peta kota Jakarta dengan samgat detail. Jari-jarinya gemulai menari diatas papan keyboard, lalu dia tersenyum puas.


"Kalian ingin mencegahku hah? cegahlah jika bisa hahaha.... aku masih memberi kalian poin, walau saat ini kalian sudah tahu bahwa wanita kembar itu hanya sebagai tamengku saja namun nantikan aksiku selanjutnya hahahhaa". Wanita itu bicara sendiri, sambil tertawa keras menatap layar monitor lalu menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi kerjanya lalu memutarnya ke kanan dan kiri sambil terus tertawa terbahak-bahak.


Namun tiba-tiba ponselnya berdering yang membuat dia menghentikan tawanya. Wanita itu tampak kesal dengan nama yang tertera di layar ponselnya.


"Ada apa? jangan bilang kau gagal? " Hardik wanita itu dengan wajah memerah.


"Iya nyonya, kita tidak bisa masuk ke jaringan mereka, semua sudah di lock bahkan akupun tidak bisa membukanya".


Jawab seorang pria di ujung telepon.


" Shiit.... tidak ada kata gagal dalam kamusku, ingat itu!".


"Tapi nyonya, semua data kita hancur, mereka menghentikan pergerakannya, mereka sudah tahu kalau kita menjadikan wanita kembar itu sebagai tameng dan kini mereka mengerahkan pengintai bayangan yang sudah menculik 2 anak buah kita".


"Bunuh! habisi mereka jangan sampai mereka buka mulut'. Ucap wanita paruh baya itu gemetar sambil mengepalkan tangannya.


"Siap nyonya, apakah anda jadi ke Jakarta?"


"Minggu depan, saat ini aku ingin berjumpa dengan teman lama, aku ingin tahu apakah dia masih mengenali aku atau tidak sama sekali".


"Baik nyonya, lalu bagaimana dengan Airin nyonya? "


"Biarkan saja dia, tapi Airan harus tetap kau awasi dan satu lagi... kali ini jangan sampai gagal". Ucap wanita itu penuh penekanan.


Ponselpun dimatikan secara sepihak oleh wanita misterius itu. Wajahnya memerah karena marah.


"Dendam ini harus terbalas, nyawa harus dibalas dengan nyawa! " Kembali wanita itu bicara sendiri dengan penuh emosi.


****

__ADS_1


...Bersambung.......


...Mohon terus mendukung karya aku ya guys......


__ADS_2