Ceo Queen Arrogant

Ceo Queen Arrogant
S-2 BAB 128 Kecurigaan Dev


__ADS_3

Meetingpun selesai dan klien baru itu akhirnya bekerja sama dengan Sky Group hanya saja berkas kerjasama akan dikirim menyusul setelah ditandatangani oleh Earl.


"Hans kau handle urusan kantor aku mau ke QGC, banyak urusan disana". Titah Dev seraya melirik ke arah Airin yang sedang sibuk dengan berkas di tangannya.


"Baik tuan, tapi saya tidak bisa ke mansion untuk mengambil tandatangan tuan Earl". Jawan Hans bingung.


"Ah nona Airin kau bisa bukan? " Tanya Dev tiba-tiba yang membuat Airin terkejut, dadanya berdetak kencang.


Dag dig dug....


"Maaf tuan saya sedang menyiapkan laporan meeting hari ini beserta berita acara".


"Tinggalkan saja, pegilah ke mansionku serahkan semua berkas ini pada kakakku, pak Man akan mengantarmu ke mansion. Aku harus pergi, Maira sudah menunggu ku. Hans handle semua ini". Dev mengedipkan sebelah matanya ke Hans penuh makna.


"Baik bos". Hans mengerti dengan apa yang di lakukan sang bos.


"Nah pergilah Airin, jangan sampai telat, karena siang ini berkas harus sudah selesai". Ucap Hans.


"Baik tuan, saya permisi". Airin bergegas pergi bersama pak Man ke mansion keluarga Andersen sementara Hans terenyum tipis memandang Airin penuh makna.


****


Dev yang masih di mobil melihat Airin masuk ke dalam mobil Earl dan pak Man menyetir mobil menuju mansion mereka.

__ADS_1


"Sepertinya ada yang tidak aku ketahui, gelagat mereka berdua mencurigakan,Airin Kak Earl... ada apa dengan kalian?". Batin Dev yang spontan mengikuti mereka hingga ke mansion.


****


Pak Man memarkirkan mobil lalu mengantarkan Airin ke dalam mansion dan mempersilahkan Airin duduk di ruang tamu, Airin begitu kagum dengan kemewahan juga keindahan mansionnya Keluarga Andersen, salah satu milyarder di asia tenggara. Pak Man naik ke lantai dua menuju kamar Earl, melihat Earl sedang tidur dia mengurungkan niatnya untuk masuk. Pak Man lalu turun menemui Airin.


"Nona Airin, tunggulah beberapa waktu lagi, tuan muda masih tidur. Beliau sedang sakit jadi bersabarlah sedikit. Nona bisa duduk santai di sini, bik Inah akan menyiapkan makanan juga minuman untuk anda". Ucap pak Man ramah.


"Tidak usah repot-repot pak, saya akan menunggu disini". Airin menjawab dengan tak kalah ramah.


"Saya permisi nona, ada yang harus saya kerjakan".


"Baik pak, terimakasih".


Pak Man keluar mansion namun alangkah terkejutnya dia melihat Dev juga tiba di mansion sambil meletakan jarinya ke bibir untuk memberi kode agar tidak berisik.


"tuan bukannya tuan ada kerjaan di QGC? "


"Ada hal yang lebih penting lagi disini, sudah sana aku tak mau Airin mengetahui keberadaanku". Jawab Dev.


"Baik tuan muda, saya permisi tuan".


Pak Man segera berlalu keluar mansion menuju kantor Sky Group seperti perintah bos nya, dengan perasaan sedikit aneh pak Man melajukan mobilnya perlahan.

__ADS_1


****


Dev sudah masuk ke kamarnya dengan menggunakan pintu belakang, dia memandang monitor cctv ruang tamu, tampak Airin duduk disana sedang menikmati camilan dan minuman yang dihidangkan bik Inah. Dev tersenyum.


"Hmm... kau seperti sedang mencemaskan sesuatu". Dev bicara sendiri sambil matanya terus menatap layar monitor.


****


Dikamar Earl, Earl mulai membuka matanya, meraba ponsel yang ada di nakas lalu melihat jam di layar menujukan pukul 10.00


"Oh sudah sangat siang". Earl bergumam pelan. Earl membaca memo dari Dev, mengingatkan untuk sarapan juga minum obat.


Earl membersihkan dirinya di kamar mandi, tak butuh waktu lama dia keluar dari kamar mandi lalu memakai pakaian santai karena sepertinya dia ingin istirahat saja di rumah hari ini.


Earl keluar kamar menuju ruang makan, dia ingin makan di luar kamar sejak semalam sakit dia merasa bosan dikamar terus.


Earl memanggil bik Inah, sambil menuruni anak tangga.


"Bik Inah..... bik..... " Earl berjalan menuju ruang makan. Namun tak ada yang menyahut. Earl melihat hidangan di meja makan, sepertinya dia penasaran tak biasanya bik Inah dipanggil tidak menyahut. Earl berjalan menuju ruang tengah dan ruang tamu, sambil terus memanggil bik Inah.


****


...Bersambung...

__ADS_1


...Mohon dukunganmya ya guys...


...Terimakasih...


__ADS_2